Rabu, 05 Maret 2014

Seruyan dan Hari Pers Nasional


Palangka Raya, Selasa (4/3) Pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2014 dan HUT PWI ke-68 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah dilaksanakan di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan beberapa hari yang lalu (Kamis, 25/2) menjadi momentum berharga bagi para wartawan tidak terkecuali anggota DPRD Kalteng, Heru Hidayat, ST. Menurut Heru, pemilihan tempat pelaksanaan di Seruyan sangatlah tepat karena diharapkan peran wartawan dan medianya akan membantu percepatan pembangunan di semua lini bagi Kabupaten yang sampai saat ini masih menjadi Kabupaten tertinggal di Kalimantan Tengah serta secara berturut-turut meraih opini terburuk (disclaimer) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI. Oleh karena itu, bagi Heru apresiasi momentum kepedulian para wartawan terhadap upaya membangun Kabupaten Seruyan menjadi yang termaju dan terbaik di Kalimantan Tengah adalah bagian penting harus di tumbuhkan bersama. 

Pemimpin Baru di Kabupaten Seruyan memerlukan mitra luas dan kuat dalam upaya perbaikan di semua sektor kehidupan termasuk akses jalan yang menghubungkan antar kecamatan dan desa yang ada di Kabupaten Berjulukan Gawi Hatantiring ini ungkap anggota DPRD Kalteng perwakilan Dapil Kotim dan Seruyan. Maka Heru berharap dengan telah terlaksananya HPN dan HUT PWI ke-68 ini akan menjadi awal proses perbaikan yang akan mengarah pada kemajuan Kabupaten Seruyan dan masyarakatnya.

ASYIKNYA MEMENUHI UNDANGAN HPN
Kamis pagi (25/2), saya berusaha berangkat untuk bisa menuju Kuala Pembuang dalam rangka menghadiri undangan HPN dari PWI Kalteng. Oleh karena itu, tepat pukul 08.00 dari arah Palangka Raya saya ikut travel yang menuju Sampit. Sesampainya di Sampit saya melihat ada bis Damri dengan trayek jurusan Sampit-Kuala Pembuang, lantas saya tertarik untuk memesan tiket keberangkatan sore dari Sampit dan saya pikir orang belum terlalu banyak tahu saya, apalagi hanya menggunakan sendal jepit, jadi bisa terasa lebih leluasa jika saya mengambil kesempatan memesan bis Damri. Sungguh murah sekali harga tiket untuk ukuran transportasi darat yaitu sebesar Rp. 45.000,- tiap orang dan tentu saja ini sangat terjangkau. Jadi sudah tepat jika ada alternatif angkutan umum mestinya diperbanyak dengan harga terjangkau untuk kalangan masyarakat. 

Tepat jam 15.00 bis Damri dengan jumlah penumpang 12 orang dari kursi yang tersedia 22-24 penumpang meluncur menuju ke Kuala Pembuang, awalnya perjalanan terasa nyaman, apalagi dengan kecepatan standar para penumpang menikmati suasana asyik perjalanan yang di perkirakan 3 jam tersebut meskipun ada beberapa ruas jalan yang rusak namun tidak terlalu terasa jika kita menggunakan bis. Namun sesampai di kecamatan Teluk Sampit tepatnya di daerah Lempuyang hujan pun turun deras, dan ternyata sepanjang perjalanan Teluk Sampit-Kuala Pembuang hujan semakin deras. Wal hasil semua pakaian penumpang termasuk saya mengalami basah kuyup akibat rembesan air hujan yang terus menetes dan masuk ke dalam bis Damri. 

Alhamdulillah tepat pukul 17.45 bis Damri tiba di Kuala Pembuang, sejenak istirahat di rumah keluarga dan akhirnya tepat pukul 19.30 menuju aula DPRD Kabupaten Seruyan dengan membonceng sepeda motor rekan saya di Kuala Pembuang. Pada saat yang sama ternyata berpapasan dengan rombongan Wakil Gubernur dan para Wakil Walikota serta Bupati yang sedang menuju tempat yang sama, meskipun saya menggunakan sepeda motor tetapi bisa mengikuti iring-iringan para pejabat lainnya. Para petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Seruyan sempat kaget dengan irirng-iringan yang paling belakang hanya dengan sepeda motor, awalnya mau di alihkan jalurnya karena menggunakan sepeda motor, namun setelah melihat bahwa saya yang membonceng di belakang akhirnya bisa tetap bersama rombongan lainnya. Meskipun demikian semua pejabat baik itu Wakil Gubernur dan para Bupati termasuk rekan saya Bupati dan Wakil Bupati Seruyan belum tahu bahwa saya menggunakan sepeda motor di belakang iring-iringan rombongan. Dan alhamdulillah saya bersyukur bisa memenuhi undangan HPN dan HUT PWI Kalteng ke 68 di Kuala Pembuang, dan akhirnya saya memiliki pantun spesial buat rekan-rekan wartawan selama perjalanan yaitu "Selama Perjalanan, Di iringi Hujan, Dingin-Dingin Terasa Sejuknya, HPN di Seruyan, Mesti Ada Harapan, Wartawan Ingin ada Perbaikan", terima kasih kepada para wartawan, semoga niat dan cara baik kita menjadi kontribusi pembangunan yang positif.

0 komentar:

Posting Komentar