Senin, 28 April 2014

TOKOH MASYARAKAT BERHARAP PERKUAT DUNIA PENDIDIKAN

Kota Besi, Rabu (23/4) Anggota DPRD Kalteng, Heru Hidayat, ST asal daerah pemilihan Kotawaringin Timur dan Seruyan menyampaikan bahwa hasil reses di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur beberapa waktu lalu mendapatkan catatan mendasar yang perlu di tindaklanjuti. 

Yang pertama adalah kekuatiran masyarakat akan implementasi dunia pendidikan yang belum memperkuat pada nilai-nilai agama dan karakter dasar. Sehingga yang dihasilkan dari kelulusan/keberhasilan setiap siswa belum diimbangi dengan pemahaman tentang perilaku dan akhlaq siswa, yang muncul adalah bagaimana upaya kelulusannya dilakukan dengan menghalalkan segala cara dan pada akhirnya mencari dunia pekerjaanpun dengan cara-cara yang tidak baik pula. Tentu saja hal ini akan menjadi problem krusial di masyarakat jika tidak di benahi dengan penguatan agama dan karakter sebagaimana diutarakan salah satu tokoh masyarakat ungkap Heru. 

Selain itu masalah maraknya minuman keras dan peredaraan narkoba di kalangan remaja-remaja di pedesaan sangat meresahkan para orang tua, dan berharap ada upaya intensif dari PemProv dan PemKab untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan dengan pemahaman yang utuh kepada generasi muda di pedesaaan mengenai bahaya minuman keras dan narkoba. 

Kemudian yang kedua masyarakat Kota Besi mengharapkan adanya pemerataan bantuan yang berasal dari Dana Alokasi Khusus baik Kalteng Harati maupun Kalteng Barigas, sehingga usulan-usulan melalui Musrenbang di setiap tingkatan dapat di realisasikan seperti penambahan ruang kelas baru dan rehabilitasi rumah dinas. Selain itu dari perwakilan guru berharap ada tanah hibah/pinjaman untuk menjadi kebun garapan SMKN 1 Kota Besi terutama jurusan perkebunan dan adanya kerjasama dengan pihak perusahaan yang berada di kawasan Kecamatan Kota Besi. 

Dan yang ketiga adalah dukungan bagi desa-desa unggulan, baik program maupun prasarana pedesaan yang bisa dialokasikan melalui APBD Provinsi, serta beberapa perbaikan jembatan Bajarum dengan standar keselamatan dan jalan di kawasan Bundaran Nanas Kota Besi. Pertemuan kali ini dihadiri oleh unsur kecamatan, desa/lurah dan perwakilan masyarakat se-kecamatan Kota Besi demikian menurut politisi PKS ini.

Minggu, 27 April 2014

PKS Tak Ingin Ulangi Kegagalan Koalisi

Jakarta (27/4) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menginginkan kegagalan dalam berkoalisi seperti pada koalisi dalam dua periode pemerintahan sebelumnya. Musyawarah Majelis Syuro PKS yang dilakukan di Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS pada Minggu (27/4), mengungkapkan hingga saat ini PKS masih belum menentukan siapa  rekan koalisinya. PKS kini masih membahas format koalisi yang ideal. Hal tersebut disampaikan Sekjen DPP PKS Taufik Ridho kepada wartawan saat rehat Musyawarah Majelis Syuro PKS.

Menurut Taufik, belajar dari pengalaman koalisi sebelumnya, PKS mementingkan kebersamaan dianggap selesai dengan bagi-bagi kursi menteri.  "Misalnya kebijakan energi, jangan diputuskan sendiri, tetapi diputuskan bersama. Kalau kemarin kan, semua kebijakan diputuskan sendiri oleh pemimpin koalisi, dan PKS diminta dukung. Kita tidak mau (hal tersebut terulang)," tambah Ketua Bidang Humas PKS Mardani Ali Sera yang mendampingi Taufik Ridho memberikan keterangan pers.

"Intinya PKS tidak mementingkan kursi, tapi kita ingin menegaskan koalisi yang akan datang ini yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara, serta ummat juga," ungkap Mardani.


Taufik sekali lagi menegaskan bahwa PKS tidak akan terburu-buru memutuskan soal akan berkoalisi dengan partai atau calon presiden tertentu. Komunikasi, menurutnya, telah dan terus dibangun dengan berbagai pihak untuk menyamakan platform pemerintahan ke depan. Ia menyatakan pimpinan PKS telah bertemu dengan Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie dan Wiranto, serta beberapa pimpinan partai lainnya.

Selasa, 22 April 2014

Mentaya Hilir Utara Dambakan Jalan Alternatif


Bagendang, Senin (21/3) memasuki agenda reses kali ini anggota DPRD Kalteng daerah pemilihan Kotawaringin Timur dan Seruyan melakukan pertemuan dengan masyarakat dan meninjau kegiatan/program di masyarakat. Menurut anggota DPRD Kalteng, Heru Hidayat, ST  sasaran yang diharapkan dari reses adalah untuk menyerap aspirasi dan berbagi informasi di 4 Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Seruyan Hilir, Kota Besi dan Seruyan Tengah. 

Anggota DPRD Kalteng Heru Hidayat, ST menyampaikan bahwa reses kali ini adalah reses pasca pemilu legislatif yang tetap dilakukan untuk mendapatkan aspirasi terutama dari masyarakat terutama pembangunan yang selama ini perlu pembenahan dan perbaikan. Menurut Heru, masyarakat saat ini perlu pemberdayaan dan pendampingan terutama dalam menghadapi persaingan dunia pekerjaan, meskipun daerah bagendang akan menjadi kawasan industri, masyarakat sangat berharap kondisi masyarakat setempat tidak menjadi penonton, namun turut serta dalam kemajuan investasi di daerah, selain itu masyarakat berharap akan ada jalan alternatif yang menghubungkan bagendang sampai sampit yang melintasi kawasan transmigrasi dan daerah irigasi.

Harapan masyarakat akan adanya jalan alternatif karena diantara efek kawasan industri adalah intensitas angkutan truk-truk besar yang akan mengganggu transportasi masyarakat. Sementara itu jalan provinsi yang panjangnya kurang lebih 4 Km sampai saat ini belum ada penanganan perbaikan, karenanya masyarakat bertanya akan komitmen perusahaan dan keterbukaannya selama ini, jadi kapan batas selesainya perbaikan jalan tersebut ungkap Heru sebagaimana yang ditanyakan warga. 

Jajaran kecamatan dan perangkat desa berharap bisa mengakomodir pembangunan yang sifatnya sinergi antara kabupaten dan provinsi dalam mengupayakan perbaikan seperti pembangunan jalan menuju sentra pertanian dan perkebunan. Kemudian penataan administrasi pertanahan, agar sengketa lahan diminimalisir terutama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di kawasan kecamatan Mentaya Hilir Utara ungkap Heru Hidayat, ST.

Kamis, 10 April 2014

Surat Edaran KPU tentang Bisa Nyoblos Memakai KTP dan identitas lain.

Jumat, 04 April 2014

Luar Biasa, Peran Perempuan PKS Dalam Pemenangan Pemilu

Pangkalan Bun, Luar biasa itulah kata-kata yang terucap untuk militansi kader perempuan PKS kobar dalam mensosialisaikan Partai Bernomor 3 ini. Setiap hari tak kenal lelah dan malu mereka mengetuk satu persatu rumah warga, datang atau hanya sekedar menyapa.hampir  sudut kota pangkalan bun takluput dari aksi simpatik para kader perempuan PKS Kobar dari bekendara, jalan kaki bahkan nyebrang sungai pun mereka lakukan .sungguh luar biasa mereka.
Banyak suka dukanya dalam mengenalkan I kami Partai Keadilan Sejahtera  (PKS) di masyarakat, ditolak, diacuhkan bahkan di caci biasa dijumpai setiap hari mereka terjun kemasyarakat. Tapi itu semua tak diperdulikan karena tekat mereka adalah kami menjual kebaikan bukan keburukan.
“ kami hanyalah kader biasa yang memiliki keinginan agar partai ini (PKS) bisa menjadi garda terdepan bagi kemaslahatan umat” kata Feny salah satu kader perempuan PKS
Kesibukan dalam mengurus rumah tangga bukan halangan bagi mereka untuk berkontribusi dalam memperjuangkan kebaikan lewat PKS, setiap hari tak kenal lelah mengenalakan dan memberi bimbingan tata cara mencoblos pada 9 April mendatang kepada masyarakat.
Niat ikhlas yang memang selalu ditanamkan dalam jiwa seluruh kader PKS, sehingga semuakader bekerja dan bergerak bersama- sama sehingga mesin partai dapat berjalan, taka da pamrih bahkan rupiah yang diinginkan tapi surge yang menjadi tujuan.
“kesibukan kami sebagai perempuan dan Ibu Rumah Tangga tidak menghalangi peran kami dalam Partai dakwah ini, karena hanya ini yang kami bisa berikan pada dakwah ini, dengan keterbatasan kami yakin PKS akan meraih 3 besar untuk pemilu 2014, terima kasih pada para suami-suami kami yang telah mengijinkan kami dalam setiap kegiatan ini “ tutur Sri Wahyuni Bidang Perempuan PKS Kobar.
Kehadiran perempuan dalam kancah perpolitikan PKS memang tak dapat dilepaskan dari kehadiran kader –kader perempuannya, merekalah tulang rusuk dakwah ini, mereka lah srikandi-srikandi yang memiliki kekuatan dan kecerdasan dalam kehidupan dakwah ini.

Kamis, 03 April 2014

Kampanye PKS Jambi Diawali Shalat Ashar Berjamaah

PKSKalteng - Ada yang menarik dari kampanye akbar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jambi yang berlangsung di eks arena MTQ Taman Rimba, Kamis (3/4). Sebelum kampanye dimulai, kader dan simpatisan PKS menyempatkan diri untuk Shalat Ashar berjamaah.

Salat Ashar berjamaah ini dilaksanakan karena pada saat kampanye akan dimulai, waktu Ashar masuk. Para kader dan simpatisan PKS langsung membuat shaf yang rapi untuk salat berjamaah. Tampak beberapa kader dan simpatisan mengikuti Shalat jamaah dengan khusyuk.

Setelah shalat, kampanye akan dilaksanakan dengan penyampaian orasi bersama oleh Ketua DPW PKS Jambi Syafrudin Dwi Aprianto, serta kegiatan kampanye lainnya.

Hal menarik lainnya, hampir seluruh kader dan simpatisan PKS yang hadir mengenakan baju putih. Mereka tumpah ruah memutihkan lapangan yang ada di eks arena MTQ Taman Rimba tersebut.[metrojambi/tribunnews]

"JANGAN BAWA AGAMA KE DALAM POLITIK?" KAMI MEMANG BEDA...

"Munafik...Jangan bawa-bawa agama ke dalam politik" demikian komentar banyak orang kepada
partai dakwah....

Luar biasamya kader partai dakwah menjawab:

Kami memang BERBEDA dengan Anda dan kebanyakan yang berpolitik di Indonesia...

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka PENYUAPAN UANG (MONEY POLITICS) dalam politik adalah biasa...

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka PENIPUAN dan DUSTA dalam politik adalah tidak BERDOSA...

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka ĶÒRUPSI di Indonesia MERAJALELA

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka yang menjadi KORBAN adalah RAKYAT JELATA...

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka RAHMAT dan KEBERKAHAN TUHAN entah kemana...

Kami memang BERBEDA...

Baik ke meja makan, ke wc, ke kamar tidur, ke tempat kerja, ke pasar, kami akan SELALU BAWA AGAMA kami kemanapun kami melangkah....

Baik dalam beraktifitas ekonomi, sosial, pendidkan, budaya...dan apalagi POLITIK yang PENUH dengan FITNAH... AGAMA kami akan SELAKU DIBAWA dan DIPEGANG TEGUH. ..

Karena kami BUKAN orang-orang SEKULER !!!

PKS Adalah Partai Para Pejuang

MEDAN -- Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan PKS merupakan partai para pejuang yang siap membawa bangsa ini menjadi maju.

"PKS adalah partainya para pejuang dan petarung. Kita mewarisi darah pejuang yang tidak akan menyerah kalah meski dihantam badai," katanya saat menjadi juru kampanye nasional PKS di Lapangan Rengas Pulau, Medan Marelan, Kamis (4/3).

Ia mengajak ribuan kader dan simpatisan PKS yang memadati Lapangan Rengas Pulau tersebut untuk menyampaikan kepada semua orang, bahwa perjuangan yang dijalankan PKS bukanlah perjuangan untuk kepentingan diri sendiri maupun kelompok.

Melainkan perjuangan untuk semua demi membawa bangsa ini menjadi negara maju yang setara dengan negara-negara maju lainnya, dan tidak dipandang sebelah mata lagi.

"Kepada semua kader dan simpatisan PKS, mari sampaikan misi perjuangan PKS ini secara berantai, karena perjuangan kita adalah perjuangan yang di ridhoi Allah," katanya.

Sementara Wakil Ketua DPP PKS Gatot Pujo Nugroho dalam orasinya mengatakan semua kader PKS berpolitik dalam keadaan suka cita demi mengobarkan semangat untuk mencapai kejayaan negeri di mata dunia.

Menurut dia, Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam, namun kekayaan tersebut tidak akan dapat membawa kesejahteraan jika tidak diimbangi dengan tiga hal, yakni keimanan dan takwa, sarana atau infrastruktur serta semangat perjuangan.

"Artinya kekayaan SDM baru dapat membawa bangsa ini menjadi bangsa maju kalau, masyarakatnya beriman yang didukung adanya infrastruktur memadai serta dibarengi semangat untuk berjuang," katanya. (ROL)

#ImajinasiIndonesia

Tweeps , berimajinasi ttg Indonesia yuk dg merefleksikan kampanye PKS di GBK dan tempat2 lain. #ImajinasiIndonesiabayangkan GBK yg diputihkan PKS bukanlah GBK tp Indonesia itu sendiri . #ImajinasiIndonesia
bayangkan Citra diri kolektif bangsa Indonesia bukanlah citra diri saat ini tp citra diri kader2 PKS yg memenuhi GBK #ImajinasiIndonesia
apa yg ada di GBK? semangat nasionalisme luar biasa utk negeri , sampe mrk menitikkan air mata saat ber Indonesia raya #ImajinasiIndonesia
jk semangat nasionalisme yg dimiliki kader PKS ini menjadi semangat seluruh Indonesia, maka Indonesia Dahsyat. #ImajinasiIndonesia
ratusan ribu mereka datang tp damai . bgmn jk damainya kader PKS ini jd citra diri Indonesia? #ImajinasiIndonesia
ratusan ribu kader PKS datang dengan tertib. bayangkan jk tertib ini jd semangat Indonesia? #ImajinasiIndonesia
ratusan ribu kader PKS dtg ke kampanye cerdas bukan dangdut erotis. bayangkan yg trjadi pd Indonesia jk cerdas itu citra diri bangsa
mars PKS dinyanyikan secara sukarela atas kemauan pihak paduan suara gereja . bgmn jk toleransi ala kader PKS ini jd citra diri bangsa?
di acara kmrn di GBK ada acara penyerahan perhargaan kader2 muda yg berprestasi , ada mahasiswa teladan nasional, ada juara olimpiade dll
bayangkan jk prestatif nya kader2 PKs ini jd budaya seluruh Indonesia? #ImajinasiIndonesia
acara dimulai dg doa kpd Allah agar menurunkan hukan bg saudara kita di riau yg terkena asap. #ImajinasiIndonesia
bgmn jk bergantung pd Allah juga jd citra diri kolektif bangsa? bangsa yg keren banget kan? #ImajinasiIndonesia
ratusan ribu org yg datang GBK, tp GBK bersih dr sampah. bgmn jk bersih nya kader PKS ini jd karakter nasional? #ImajinasiIndonesia
nasionalis, religius, bersih, santun, tertib, damai, toleran , prestatif , cerdas, kreatif … bgmn jk ini jd karakter nasional?
apa yg akan terjadi pd Indonesia jk karakter2 ini bkn hy jd citra kader PKS tp jd citra diri nasional? dahsyat bukan? #ImajinasiIndonesia
sy membayangkan jk GBK adalah Indonesia itu sendiri, dan yg hadir di GBk adalah model seluruh masy Indonesia. Indonesia akan dahsyat
jk PKS memimpin Indonesia , kira2 GBK kemarin lah miniaturnya . #ImajinasiIndonesia
akan tercipta Indonesia yg religius namun sangat nasionalis , Indonesiabyg bersegera membantu sesama , Indonesia yg bersih.
sy membayangkan jk 250 ribu yg hadir di GBK adalah perwakilan dr wajah 250 jt rakyat Indonesia. Indonesia cepat jd negara maju
bagaimana jk seluruh negeri ini tertib seperti tertibnya kader2 PKS? #ImajinasiIndonesia
bayangkan jk seluruh Indonesia ini cerdas seperti yg ditunjukkan kampanye PKS , dahsya bukan Indonesia? #ImajinasiIndonesia
setelah kampanye PKS, sampah bersih | bayangkan jk ini menjadi kebiasaan nasional kkt PKS memimpin Indonesia. dahsyat bukan?
indonesia yg cerdas bukan yg dangdut erotis . #ImajinasiIndonesia
Indonesia yg tertib bukan indonesia yg rusuh. #ImajinasiIndonesia
Indonesia yg prestatif dan produktif , bukan indonesia yg mabuk2an trus rusuh sampe jatuh korban
Indonesia yg toleran bukan Indonesia yg intoleran . #ImajinasiIndonesia
Kalo mayoritas parlemen adalah kader PKS , maka insya Allah rangking korupsi di indonesia akan turun drastis . data buktinya
kalo nikah mrk taaruf , menentukan kriteria pasangan sesuai dg agama dan visi perjuangan | gmn kalo ini kd karakter seluruh anak muda kita
cek hiburannya kampanye PKS, dahsyat sekali jk ini jd jenis hiburan nasional, hiburannya heroik. “bangkitlah negeriku . harapan itu msh ada”
selama 15 tahun ada 4 kasus korupsi dan bay kriminalisasi nya kuat | bayangkan kemampuan menjaga kader tdk korup ini jd karakter nasional?
Indonesia langsung jd rangking 1 negara terbersih dr korupsi . #ImajinasiIndonesia
negara paling beraih korupsi bukan negara yg tdk ada korupsi lho ya . tp mampu ditekan , minimal dan ditindak secara adil
kapan ya karakter kolektif yg dimiliki kader2 PKS jd karakter kolektif secara nasional? jk PKS memimpin Indonesia. insya allah
sekarang imajinasikan sebaliknya , jk karakter kolektif partai lain menjadi karakter kolektif Indonesia
jk karakter kolektif PKS mendadak jd menjadi karakter nasional , maka mendadak Indonesia jd negara bersih dr korupsi
jk karakter kolektif PKS mendadak jd menjadi karakter nasional , maka mendadak Indonesia jd negara yg aman, damai, tertib bersih
jk karakter kolektif PKS mendadak jd menjadi karakter nasional , maka mendadak Indonesia jd negara yg sangat bersegera membantu sesama
bayangkan jk ada bencana di negara lain, dan tau2 satgas2 bencana dr Indonesia dah duluan terjun membantu sebelum negara lain membantu
selama ini , kalo ada bencana di indonesia , kader2 PKS menjadi yg pertama datan membantu. bayangkan jk ini jd karakter nasional
jk sigap membantu sesama jd karakter nasional, maka dimanapaun ada bencana di seluruh dunia, satgas2 Dr indonesia yg membantu pertama kali
lantas kemudian nama indonesia harum sebagai negara yg paling hebat dalam membantu negara lain yg terkena bencana .
PKS menjadi partai dg index korupsi plg kecil. bayangkan jk ini jd prestasi negara Indonesia. indonesia jd negara dg index korupsi terkecil
setelah kampanye PkS , sampah bersih | bayangkan jk ini jd karakter nasional. Indonesia adalah negara terbersih di dunia
rekan2 py imajinasi ttg Indonesia jk PkS memimpin indonesia , jk karakter kolektif kader PKS menjadi karakter bangsa? #imajinasiIndonesia
@surahmatekoo itu bukan survey , itu data riil . bs anda kroscek sampe per nama setiap kader partai yg terlibat korupsi
anda bermimpi bahwa Indonesia jd negara dg index korupsi terkecil? di PKS bukan mimpi lg http://t.co/5bY33rC6w8
anda bermimpin Indonesia menjadi negara yg bersegera membantu sesama? di PKS bukan mimpi lg http://t.co/Yq9kcIIBFd
apa yg anda bayangkan ttg idealnya Indonesia , sdh terjadi di internal PKS. bukan mimpi lg
sayangnya yg jadi karakter kolektif bangsa kita hari ini bukan karakternya PKS tp justru karakternya partai2 lain
partai sekuler jd partai terkorup, dan ini mewakili karakter nasional shg indonesia jd negara terkorup
partai lain kampanye nya gak tertib, dan ini memang karakter nasional, jd lah indonesia negara yg tdk tertib
partai lain kampanye nya dangdut erotis , ini jd karakter nasional, jd lah mesum jd perwajahan negeri
partai lainnyg juara korup juga juara bolos , tp ini skrg jd karakter nasional, jadilah Indonesia negara dg etos kerja buruk
partai lain kampanye nya dangdut erotis , dan ini karakter nasional. jadilah itu penghias tipi tipi kita
partai lain abis kampanye menyisakan lautan sampah. dan ini skrg jd karakter nasional. jd lah Indonesia negara yg kotor
partai lain kampanyenya rusuh , sampe ada yg mati . tp ini memang jd karakter nasional. jd lah indonesia negeri rusu dan tdk aman
karakter2 kolektif bangsa kita saat ini diwakili karakter kolektif partai2 pemenang pemilu | kita perlu #imajinasiIndonesia yang baru
dan PKS menawarkan imajinasi ttg indonesia yg baru
sesuatu yg imajinasi bagi kolektif kita sbg bangsa , tp sdh dijalankan oleh PKS bertahun tahun
ini sy twit pict perbandingan PKS dg partai lain. trus imajinasikan grafik ini perbandingan antara indonesia dan negara lain
1. indonesia adalah negara dg Index korupsi terkecil . #ImajinasiIndonesia http://t.co/32568pxRCS
2. Indonesia adalah negara yg paling bersih . #ImajinasiIndonesia
3. Indonesia adalah negara paling ramah , santun dan tertib . #ImajinasiIndonesia
4. Indonesia adalah negara dg model pemilu paling cerdas. #ImajinasiIndonesia
5. Indonesia adalah negara paling sigap membantu kemanusiaan. #ImajinasiIndonesia
rekan2 bisa terusin kultwit #ImajinasiIndonesia ? sesuatu yg dahsyat jk karakter kolektif PKS jd karakter nasional
PKS berhasil menjadi partai paling bersih dr korupsi . jk PKS memimpin Indonesia, tinggal diperluas dlm skala negara
PKS berhasil melahirkan kader2 terdidik . jk PKS memimpin Indonesia, cuma persoalan memperbesar skala
PKS mampu menjadi partai paling transparan. jk mau membuat Indonesia tranparan dlm kekayaan publik, buat PKS cuma urusan skala
PKS berhasil mendidik kader2nya bahwa pergantian kepemimpinan itu asik , gak ada sikut2an. menciptakan Indonesia begini? bg pks cuma skala
PKS berhasil melahirkan kader2 yg nasionalismenya luar biasa. mau bikin Indonesia begini? buat PKS cuma urusan memperbesar skala
mau menjadi rakyat Indonesia terdidik? PkS sdh berhasil melahirkan kader2 terdidik, so buat PKS ini cuma soal skala
PKS berhasil jd partai plg rajin dlm kehadiran | utk membuat Indonesia disiplin, buat PKS ini cuma soal skala
PKS jd entitas paling tanggap bencana | mau buat Indonesia begini? buat PKS gampang banget. cuma soal skala
PKS menunjukkan partai dg kader2 paling santun dan tertib | ingin indonesia jd negara santun dan tertib? buat PKS gampang banget, soal skala
Aneh ya , pemilihan ketua di PKS gak rusuh | mau Indonesia begini? ini soal sepele buat PKS. cuma soal skala
PKs berhasil mendidik kader2 generasi mudanya shg mrk cerdas dan produktif | menjadikan indonesia begini , buat PKS cuma soal skala
mewujudkan #imajinasiIndonesia yg ideal itu buat PKS hanya masalah memperbesar skala . modelnya sdh jd di intenal partai
mau #ImajinasiIndonesia ini segera tercapai , ayo bantu jadikan karakter kolektif PKS jd mainstream , jd karakter nasional
mau #ImajinasiIndonesia segera terwujud? gampang , tinggal beri kepercayaan pd PKS mengerjakan skala yg lebih besar
sesederhana itu . insya allah . #ImajinasiIndonesia
PKS sdh selesai dlm memberi role model, skrg tinggal memperbesar ruang garapan kerjanya
ini imajinasiku ttg Indonesia , apa imajinasimu ? #ImajinasiIndonesia
merasakan gemuruh perubahan? merasakan berderapnya semangat kebangkitan indonesia?
2014 adalah momentum memperluas skala bagi PKS dan momentum bagi indonesia mewujudkan imajinasinya
bisakah Indonesia dimpimpin partai lain kemudian terwujud #ImajinasiIndonesia ? mrk belum bs mewujudkan dlm internalnya apalagi negara
imajinasikan bahwa GBK adalah indonesia itu sendiri dan yg memenuhi GBK adalah seluruh rakyat Indonesia http://t.co/AfDspLYT4O

PKS: Antara Pertarungan Politik, Media Framing dan Shifting Sejarah

Tensi politik di Indonesia dalam setahun terakhir menjelang pemilu 2014 meningkat tajam, terutama apa yang dialami oleh PKS. Diawali dengan penangkapan mantan presidennya hingga sampai dijatuhkannya vonis yang kemudian menjadi headline di seluruh media selama periode tahun 2013. Semua opini diarahkan, seolah-olah PKS adalah partai paling korup di Indonesia. Segala hal kecil yang dipandang negative tentang PKS akan diekspose besar-besaran. Seolah-olah ada orchestra dibelakangnya yang mengendalikan gerakan untuk membonsai PKS.

Belum lagi opini negative yang dibangun di social media, baik berupa cacian, hujatan, bullying, framing, dan lain-lain. Apapun yang berkaitan dengan PKS pastilah dinilai buruk. Bahkan ketika ada bencana dan kader-kader PKS secara serta merta terjun langsung untuk membantu dan melayani masyarakat yang terkena dampak bencana, maka berbagai cibiran pun datang, “Lagi cari muka die..”, “PKS riya’, bantu korban kok pake bendera”….dll.

Ditambah lagi hasil-hasil survey yang banyak dilakukan oleh lembaga survey, baik yang diakui integritasnya maupun yang tiba-tiba muncul bak jamur di musim hujan, yang mendowngrade PKS pada posisi terendah. Maka lengkaplah sudah penderitaan yang dialami oleh PKS, tidak ada lagi syarat bagi PKS untuk bisa tetap eksis di panggung perpolitikan Indonesia. Tak heran jika kemudian banyak pengamat yang memprediksi tentang kehancuran PKS pada pemilu 2014 ini.

Maka, adakah upaya yang dilakukan oleh para pimpinan dan kader PKS untuk memanage dan mengembalikan kembali dukungan public kepada PKS ?

Upaya Melawan Arus

Pidato Anis Matta yang pertama kali dihadapan public yang disaksikan oleh seluruh kader PKS sedikit banyak telah berhasil mengobati sedikit luka yang di derita oleh para kader PKS. Sejak saat itu, seluruh pimpinan, pengurus dan kader akar rumput PKS terus melakukan perlawanan baik secara terbuka maupun secara tertutup. Konsolidasi internal, perlawanan terbuka hingga operasi senyap terus dilakukan sejak pidato pertama Sang Presiden baru tersebut.

Alhasil, setelah upaya perlawanan itu digaungkan, kemenangan-kemenangan PKS dalam pilkada-pilkada telah menunjukkan bahwa PKS telah melewati masa kritisnya. Yang sangat fenomenal adalah kemenangan pada pilkada Jawa Barat yang terjadi tiga pekan setelah peristiwa tersebut dan pilkada Sumatra Utara, dua minggu kemudian. Dan yang terakhir adalah kemenangan pada pilkada Maluku Utara dan Kota Padang yang mengawali “come back”nya PKS di tahun 2014.

Lengkap sudah recovery yang dilakukan oleh PKS. Dan puncaknya adalah konsolidasi massa besar-besaran yang menandai dimulainya kampanye akbar perdananya di Gelora Bung Karno pada hari minggu, 16 maret 2014 lalu. Ratusan ribu massa yang hadir, tumpah ruah di setiap sudut GBK yang hanya menyisakan lapangan hijaunya saja. Massa kader dan simpatisan PKS bahkan juga memenuhi bagian luar stadion yang konon berkapasitas 90.000 orang tersebut. Sempurna sudah “come back”nya PKS di pentas politik nasional dan hal ini mampu dikapitalisasikan menjadi energy luar biasa bagi setiap kader dan struktur untuk memenangkan PKS di pemilu 2014 ini.

Serangan Kembali….

Fenomena kebangkitan dan konsolidasi PKS yang luar biasa ini tentu menjadi pertimbangan baru bagi para elit politik di negeri ini. Alih-alih dukungan kepada PKS merosot, tetapi setiap hari public bahkan para elit politik menyaksikan fenomena luar biasa pada setiap kampanye PKS. Massa yang besar, kreatif, tertib dan teratur menjadi fenomena mencengangkan sekaligus mengkhawatirkan bagi sebagian elit. Terakhir kitapun menyaksikan, Fahri Hamzah yang selama ini digadang bahwa popularitasnya akan turun dan merosot akibat perlawanannya yang keras terhadap setiap upaya untuk melemahkan PKS, terutama atas sikap kerasnya terhadap KPK, justru menjadi sumber magnet tersendiri di Dapilnya.

Kali ini yang menjadi “AKTOR” politik untuk membonsai PKS adalah giliran BAWASLU. Tak tanggung-tanggung, yang dipanggil adalah Presiden PKSnya secara langsung, Anis Matta. Kemudian media ramai menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PKS tentang pelibatan anak-anak pada saat pelaksanaan kampanye perdana akbar di GBK.

Logika sederhana, padahal yang punya gawean adalah DPW PKS DKI Jakarta, bukan pengurus pusat DPP PKS. Seandainya ingin memanggilpun, maka seharusnya yang pertama kali dipanggil adalah ketua panitia atau ketua DPW PKS DKI Jakarta untuk dimintai keterangan. Selain itu, panitiapun juga sudah mengeluarkan himbauan untuk tidak melibatkan anak-anak dalam kampanye tersebut. Berbagai upaya untuk meminimalisir keterlibatan anakpun sudah dilakukan, salah satunya dengan cara menyediakan arena bermain untuk anak-anak selama acara kampanye perdana PKS di Gelora Bung Karno berlangsung. Oleh karena itu bisa disimpulkan, pemanggilan Presiden PKS Anis Matta tersebut tidak lebih dari sekedar framing yang sengaja di bentuk untuk mengarahkan opini masyarakat. BAWASLU yang memberi umpan, dan media yang mengeksekusinya.

Sedangkan pada saat yang sama, BAWASLU tidak melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap ketua-ketua umum partai lain yang bahkan sangat jelas keterlibatan anak-anak dalam kampanye mereka. Tidak hanya hadir pada acara kampanye partai-partai lainnya, bahkan anak-anakpun turut menikmati dan menyaksikan goyangan dangdut koplo di tempat kampanye yang tidak layak disaksikan oleh mereka. Tidak hanya itu, bahkan banyak ditemukan fakta tentang adanya upaya money politik yang dilakukan oleh mereka tetapi tidak ditindak. Jadi kita semua bisa memahami apa tugas BAWASLU sesungguhnya yaitu hanya untuk memelototi kampanye PKS dan mencari kekurangannya. Bahkan BAWASLUpun telah memberikan rekomendasi kepada KPU untuk menghentikan segala macam aktivitas kampanye PKS.

Tidak hanya itu, ingatan public kepada kasus impor sapi pun juga coba dibangkitkan kembali oleh media sejak hari kamis 20 maret 2014 lalu. Maka sempurna sudah drama politik untuk membonsai PKS yang melibatkan banyak pihak termasuk media sebagai salah satu actor utamanya.

Membaca Realitas…..

Melihat realita yang terjadi dan dalam mensikapi serangan yang bertubi-tubi terhadap PKS akhir-akhir ini, setidaknya ada beberapa hal yang bisa membawa dampak positif untuk PKS di masa yang akan datang sebagai tulang punggung negara modern seandainya bisa dikapitalisasikan, yaitu:

1. Situasi ini bisa digunakan oleh PKS maupun kadernya untuk melakukan mapping terhadap setiap individu, elit politik, pengamat politik, ormas, media, institusi bisnis dan institusi-institusi lainnya untuk mengukur tingkat relasi mereka terhadap PKS. Dari mapping ini, setiap kader PKS bisa mengukur dan mengetahui sikap orang-orang yang berada di sekitarnya terhadap PKS. Dari mapping ini, kita juga bisa melihat motivasi dasar yang melatar belakangi sikap mereka terhadap PKS dan merumuskan treatment terbaik apa yang akan diberikan kepada mereka di masa yang akan datang yang bisa dikapitalisasikan menjadi modal besar bagi PKS. Puzzle-puzzle yang berserakan tersebut, kemudian bisa dikumpulkan dan disatukan untuk memahami setiap motif yang melatar belakanginya.

Dari sekian banyak motif yang nampak di permukaan, kami melihat, motif ideology menjadi salah satu hal yang mendominasi latar belakang sikap sinisme sebagian pihak terhadap PKS. Jika diamati pergerakan orang-orang yang ada di social media, maka bisa didapati secara umum bahwa mereka yang selama ini melakukan kritik baik rasional maupun irrasional, bullying dan pembentukan opini negative terhadap PKS selama setahun terakhir adalah pihak yang sama, yang juga memberikan dukungan penuh atas pencalonan Jokowi sebagai Presiden RI.

Selain itu, analisa salah seorang tokoh agama Kristen yang mengatakan akan terjadinya kerusuhan jika jokowi gagal terpilih sebagai Presiden RI dan sinisme Yunarto Wijaya, seorang pengamat politik yang beragama katholik terhadap kampanye perdana PKS yang seharusnya bisa bersikap netral, seolah mengkonfirmasi akan kebenaran adanya motif ideology dibalik serangan terhadap PKS selama ini.

Walaupun berkali-kali para petinggi PKS telah menunjukkan sikapnya yang menghormati pluralitas dan keberagaman yang ada di Indonesia dan salah satu buktinya dengan melibatkan paduan suara Gereja pada kampanye PKS. Namun nampaknya sebagian dari saudara sebangsa kita yang berasal dari kaum minoritas masih memiliki prejudice terhadap PKS. Tentu hal ini akan menjadi pekerjaan rumah PKS untuk mengelola dan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak dan golongan guna mencapai sikap kesepahaman terhadap sesama anak bangsa.

2. Situasi ini juga bisa digunakan untuk melihat efektifitas dari mesin politik PKS itu sendiri. Adanya serangan bertubi-tubi dari berbagai pihak dengan berbagai resources yang dimilikinya serta kampanye negative yang dilakukan oleh media (media framing), maka apa bila PKS berhasil meraih kemenangan, hal ini akan mampu meningkatkan moralitas kadernya dalam jangka panjang.

Akan muncul keyakinan bahwa PKS besar bukan karena media tetapi karena kerja keras kader-kadernya. Kemenangan PKS menunjukan akan adanya dukungan besar masyarakat terhadap PKS yang tidak bisa diragukan lagi. Dukungan yang lahir yang didasari atas adanya kontribusi yang nyata kader-kader PKS selama ini di masyarakat. Maka jika dukungan massif masyarakat benar-benar terjadi terhadap PKS, ini menunjukan adanya fase peralihan rasionalitas masyarakat terhadap media dan pencitraan. Bukan lagi masanya pencitraan yang berbasis media dan pembentukan opini, tetapi beralih menjadi pencitraan yang berbasis reputasi. Reputasi yang dibangun oleh kerja keras, profesionalitas dan pelayanan yang paripurna terhadap semua elemen dan golongan bangsa ini.

Sebagaimana Rasulullah SAW, secara pencitraan, beliau dirusak nama baik dan reputasinya di Mekah. Akan tetapi masyarakat Mekah tidak akan pernah bisa melupakan fakta bahwa beliau adalah seseorang yang bergelar Al Amin.

Apa bila point kedua itu benar-benar terwujud, maka bersiap-siaplah akan adanya peralihan sejarah baru masyarakat Indonesia, sebagaimana ciri-ciri Gelombang Ketiga yang sudah diperkenalkan Presiden PKS pada setiap kesempatan pidatonya.

Ayo…kobarkan semangat Indonesia…!

Wallahu álam Bishshowab

Toto Suryawan Aditama

(Ketua Bappilu PIP PKS ANZ untuk wilayah Victoria)

Melbourne, 21 Maret 2014

Pemilu Belum Mulai, PKS Sudah Menang

Jakarta (3/4) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendominasi media sosial sepanjang bulan Maret hingga awal April 2014. Hal tersebut terlihat berdasarkan data yang diterima dari lembaga survey Independent Research Institute (IRI), Kamis (3/4). Dalam rilis tersebut nampak PDIP diperingkat kedua.

Ketua IRI, Mulyadi Nurdin mengatakan PKS Menguasai 25 persen pembicaraan di media sosial selama bulan Maret hingga awal April 2014, disusul PDIP sebanyak 19,5 persen. Dengan demikian, PKS menjadi partai paling populer di media sosial selama bulan tersebut.

"Popularitas partai politik selama bulan Maret hingga April 2014 rata-rata mengalami kenaikan yang sangat signifikan, sehingga merubah posisi popularitas partai dibandingkan bulan Februari lalu," kata Mulyadi dalam rilisnya.

Mulyadi menambahkan, selama bulan Februari 2014 partai paling populer masih dikuasai Demokrat, akan tetapi bulan April Demokrat bergeser ke peringkat tiga karena disalip oleh PDIP dan PKS.

"Selama periode 1 Maret sampai 1 April yang kami survey, terdapat 2.129.591 pembicaraan tentang partai politik nasional, dimana PKS dibicarakan sebanyak 535.937 kali (25,2 persen), disusul PDIP 414.328 kali (19,5 persen), Demokrat 380.611 kali (17,9 persen), Golkar 254.571 kali (12 persen), Gerindra 186.477  kali (8,8 persen), dan kalau dikumpulkan total pembicaraan lima partai ini saja sudah mencapai 83,2 persen dari total pembicaraan, selebihnya baru partai lain," paparnya.

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan bahwa Independent Research Institute melakukan survey berkala terhadap popularitas partai politik di media sosial dengan menganalisis lebih dari 240 Juta akun media sosial di seluruh dunia terhadap topik terkait. Survey tersebut dilakukan mulai tanggal 1 maret sampai dengan 1 April 2014 dengan tingkat kepercayaan 99 persen, dan margin of error 1 persen.

Berikut daftar total pembicaraan tentang partai politik selama periode Maret-April 2014 sesuai peringkat:

1.      PKS: 535.937 kali

2.      PDIP: 414.328 kali

3.      Demokrat: 380.611 kali

4.      Golkar: 254.571 kali

5.      GERINDRA: 186.477 kali

6.      PKB: 110.475 kali

7.      NASDEM: 109.920 kali

8.      HANURA: 79.923 kali

9.      PKPI: 24.865  kali

10.     PPP: 16.109 kali

11.     PAN: 12.173  kali

12.     PBB: 4.202 kali

Selasa, 01 April 2014

Pecinta Seni Coblos PKS

“PKS  memang mengerti selera masyarakat” mungkin itu ungkapan yang tepat bagi mereka warga masyarakat KM 8 Tjilik Riwut Kota Palangka Raya dan sekitarnya. Mereka terhibur dengan adanya kampanye PKS yang menampilkan pagelaran seni kuda lumping, ini terlihat dari jumlah penonton yang menyesaki area kampanye, sampai-sampai tenda yang disediakan oleh panitia tidak mampu menampung jumlah penonton.

    Hari Selasa (1/4) PKS Kota Palangka mengadakan kampanye di kelurahan Bukit Tunggal tepatnya di eks terminal jalan Tjilik Riwut KM. 8. Pada Kesempatan kali ini PKS mengadakan pagelaran seni kuda lumping sebagai bentuk kampanyenya. PKS ingin memberikan kabar gembira kepada masyarakat bahwa para pecinta seni juga mendukung PKS.

     “Kenapa Kita mengambil bentuk kampanye seperti ini? Karena PKS ingin memberi kabar gembira kepada masyarakat Kota Palangka Raya bahwa para pecinta seni mendukung dan siap mencoblos PKS, dan tentu saja ini merupakan bentuk apresiasi PKS terhadap seni, terutama seni tradisional yang merupakan warisan budaya yang mesti kita lestarikan.” Ungkap Juru Kampanye Sugianto, SP caleg DPRD Kota Palangka Raya Dapil 2 nomor urut 1.

         Dalam kampanyenya, PKS dihadiri oleh Ketua DPW PKS Kalteng Asnawi, SP caleg DPRD provinsi Dapil Kalteng 1 nomor Urut 1 dan H. Joko Widodo Caleg DPR Pusat dengan nomor urut pertama. Dalam orasinya Asnawi mengajak penonton dan warga kota Palangka Raya untuk mencoblos PKS nomor 3 di Pemilu nanti. “bapak, Ibu, saudara-saudara semua jangan lupa pada pemilu nanti tanggal 9 April, sesampainya di TPS ada 3 hal yang harus diperhatikan. Pertama buka surat suaranya, kedua dilihat gambar PKS-nya dan yang ketiga coblos PKS nomor 3, siap bapak-bapak dan ibu-ibu.” Lantang Anggota Dewan PKS Provinsi ini dengan sahutan “siap” dari para penonton.

    H. Joko Widodo dalam orasinya mengatakan kepada massa yang hadir bahwa ada 3 hal yang harus dikuasai untuk menjadi orang sukses. “Ada 3 hal yang harus dimiliki oleh bapak ibu sekalian untuk menjadi orang sukses. Pertama menguasai bahasa, karena dengan bahasa kita bisa berkomunikasi dengan manusia manapun d penjuru dunia. Kuasai bahasanya maka kita akan mengenal dunia. Kedua menguasai ilmu matematika sehingga kita bisa berhitung, karena dengan berhitung kita bisa berbisnis agar tidak menjadi orang yang  merugi dan yang terakhir ketiga kita harus mempunyai jiwa seni dan sastra, karena kalau tidak mempunyai jiwa seni dan sastra maka hidup kita akan jenuh dan membosankan.” ujar Joko Widodo yang akrab disapa Ustaz Jokowi.

  Rangkaian Kegiatan kampanye ditutup dengan simulasi pencoblosan PKS diatas panggung yang melibatkan semua calon legislatif dari PKS. (e-bgr)