Selasa, 30 Juni 2015

Jadikan Keluarga Sebagai Surga

JAKARTA (29/6) – Ibarat surga, jadikanlah keluarga sebagai tempat kembali yang nyaman bagi setiap anggota setelah menjalani aktivitas padat dan melelahkan. Oleh karena, setiap ayah, bunda, maupun anak harus tetap bersemangat menjalani tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

"Tidak dipungkuri, seringkali semangat dan inspirasi untuk tetap berkontribusi dalam kebaikan untuk masyarakat dan negara berasal dari keluarga," ujar Ketua Bidang Perempuan (Bidpuan) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati di Kantor DPP PKS, MD Building, Jakarta bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional, Selasa (29/06/2015).

Anis mengatakan dalam membangun sebuah keluarga sebagai surga, manusia membutuhkan proses panjang dan berliku. Menurutnya, itulah seni berkeluarga. Ketika sepasang insan mengikrarkan dirinya dalam sebuah janji pernikahan, sudah seharusnya mereka juga memahami akan menghadapi berbagai tantangan.

"Menikah adalah ibadah yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan. Betapapun sulitnya tantangan, pasangan yang telah menikah seharusnya tidak mudah putus asa hingga memutuskan berpisah. Jika pondasi ini dimiliki setiap pasangan yang menikah, maka setiap ada konflik akan dikembalikan pada kekuatan motivasi untuk beribadah kepada Allah SWT," jelasnya.

Anis melanjutkan tidak ada rumah tangga yang tidak memiliki konflik. Perbedaan muncul pada sikap setiap keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan. Keluarga yang mampu merespon dengan positif, katanya, akan mampu mengurai masalah dan bahkan menjadikannya sebagai perekat cinta.

"Namun, ada juga keluarga yang merespon masalah dengan negatif, bahkan kemudian membuka aib keluarganya. Jangan sampai kita bersikap negatif seperti ini! Jika menghadapi masalah, cobalah untuk mengalah demi kebaikan keluarga, memaafkan, dan peluklah pasangan atau anak-anak," sarannya.

Bidang Perempuan PKS, tambah Anis, mendorong terbangunnya keluarga-keluarga Indonesia sebagai surga bagi setiap individu. Oleh karena itu, Bidpuan PKS di seluruh Indonesia giat mengembangkan berbagai sarana untuk keluarga.

"Bidpuan PKS aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti Rumah Keluarga Indonesia (RKI), Pos Wanita Keadilan (Pos WK), dan Pos Ekonomi Keluarga (Pos EKa). Hingga saat ini, tercatat ada 879 titik RKI, 1447 titik Pos WK, dan 1788 titik Pos EKa di seluruh Indonesia," tutupnya.

Pergantian Presiden PKS Mundur karena Pilkada Serentak

JAKARTA (25/6) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan bahwa proses pergantian dan penetapan kepengurusan di internal partainya baru akan diselesaikan setelah digelarnya pemilihan kepala daerah serentak pada akhir tahun ini. Hal tersebut mundur dari rencana pergantian dan penetapan pengurus baru PKS yang awalnya akan dilakukan pada akhir Juli-Agustus.

Anis menjelaskan, saat ini PKS ingin fokus pada persiapan menghadapi pilkada serentak. Pilkada serentak digelar 9 Desember 2015, adapun masa bakti kepengurusan PKS berakhir di bulan yang sama.

"Kita baru ini setelah urus pilkada selesai karena (ada) pekerjaan administrasi," kata Anis seusai buka puasa bersama di kediaman dinas Ketua DPD RI, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2015).

Dalam proses pergantian kepemimpinan PKS, semua posisi pimpinan dan pengurus ditetapkan melalui musyawarah Dewan Syura PKS. Anis mengatakan, saat ini partainya tengah berkonsentrasi mempersiapkan segala hal untuk mengikuti pilkada.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Badan Penyelenggara Pemilihan Raya PKS Sumanjaya mengatakan bahwa proses pergantian dan penetapan kepemimpinan di partainya akan selesai pertengahan tahun ini. Semula ia memperkirakan Munas PKS akan digelar akhir Juli atau Agustus 2015 untuk menyampaikan hasil musyawarah Majelis Syura yang salah satunya menetapkan Presiden PKS serta Sekretaris Jenderal.

Saat ini 66 anggota Majelis Syura PKS periode 2015-2020 telah terpilih. Jumlah tersebut adalah batas minimal anggota Majelis Syura seperti tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PKS.

Jumlah anggota Majelis Syura PKS kemungkinan besar menjadi 69 karena ditambah anggota tetap. Anggota tetap adalah kader PKS yang pernah menjadi Ketua Majelis Syura. Setelah resmi dilantik, anggota Majelis Syura dapat mulai bermusyawarah untuk menentukan penambahan jumlah anggotanya. Batas maksimal anggota Majelis Syura adalah 99 anggota.

Majelis Syura kemudian akan bermusyawarah untuk menetapkan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Presiden PKS, Ketua Dewan Syariah Pusat, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum. Setelah terpilih, kelima nama pimpinan PKS itu langsung ditetapkan menjadi Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS. Proses Pemilihan Raya PKS telah dimulai sejak Desember 2014. Saat itu Badan Penyelenggara Pemilihan Raya PKS melakukan tabulasi data anggota, verifikasi, dan melakukan penjaringan serta penyaringan.

Semua kader yang dipilih menjadi bakal calon anggota Majelis Syura harus memenuhi sejumlah syarat, di antaranya harus anggota ahli yang sekurang-kurangnya 7 tahun menjadi kader dan pernah menjadi pengurus PKS di tingkat provinsi. Hasil musyawarah Majelis Syura akan disampaikan dalam Musyawarah Nasional PKS. Dalam munas tersebut akan hadir pengurus PKS dari seluruh Indonesia.

Sumber: http://nasional.kompas.com

Kamis, 18 Juni 2015

DPD PKS Palangka Raya Adakan Pasar Murah

PALANGKA RAYA (18/6) -  Menyambut Bulan Suci Ramadhan, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Palangka Raya menyelenggarakan pasar murah Ramadhan. Ada 300 paket bahan makanan yang dijual dengan harga murah kepada masyarakat.

Pasar murah ini dimulai pada pukul 15.00 –17.00 WIB, Selasa (16/6). Selain menyambut Bulan Suci Ramadhan, Pasar Murah juga solusi yang diberikan PKS terhadap permasalahan harga bahan pokok yang semakin melambung tinggi.

"Harapannya masyarakat Kota Palangka Raya dapat terbantukan dengan adanya Pasar Murah Ramadhan ini. Kedepannya jika pasar murah Ramadhan dibutuhkan, akan dilaksanakan Pasar Murah Ramadhan yang selanjutnya," ujar Ketua DPD PKS Kota Palangka Raya Syamsudin Majid, Selasa (16/6) sore.

Selama Bulan Ramadhan, DPD PKS akan melaksanakan berbagai kegiatan. Selain kegiatan Pasar Murah , ada pula Ta'jil on the Road, Kajian Riyadush Sholihin, lomba-lomba untuk anak, buka puasa bersama, serta i'tikaf. Sedangkan agenda yang sudah terlaksana adalah Tarhib Ramadhan.

"Intinya untuk bersama berbuka puasa, selain paketan ini dikemas berisi 2 kg beras, 900 gram minyak goreng, 1 kg gula pasir, setengah kg bawang merah, serta seperempat gram bawang putih. Harga paketan ini dihargai Rp50 ribu, dengan harga normal di pasaran sekitar Rp70 ribu," jelasnya.

Keterangan Foto: Ratusan bungkus bahan makanan dijual dalam kegiatan Pasar Murah DPD PKS Kota Palangka Raya, Selasa (16/6) di Kantor DPW PKS Kalimantan Tengah.

Selasa, 16 Juni 2015

Hukum Tegas Pelaku Kekerasan Terhadap Anak

JAKARTA (16/6) – Bidang Perempuan (Bidpuan) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyesalkan kekerasan terhadap anak dan mendorong pemerintah menghukum tegas pelaku tindak kejahatan kemanusiaan. Ketua Bidpuan DPP PKS Anis Byarwati menyatakan hal ini berkaitan dengan kasus pembunuhan terhadap Angeline (8) asal Bali, saat dihubungi via telepon, Selasa (16/6).

"Kekerasan terhadap anak ini tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang apapun. Ini bukan tentang agama atau golongan, melainkan tindak kejahatan kemanusiaan. Bidpuan PKS sangat menyesalkan kasus pembunuhan seperti Angeline ini terjadi," kata Anis.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Yarsi ini menekankan krisis keteladanan terjadi di Indonesia. Ia menyayangkan semakin banyak orang tua yang tidak dapat menjadi teladan bagi anak-anak. Hal ini pun didukung kondisi masyarakat, seperti merebaknya tayangan televisi atau film yang tidak mendidik.

"Keteladanan itu tanggung jawab kita bersama. Orang tua merupakan sumber keteladanan anak di rumah. Pihak sekolah bertanggung jawab menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman. Begitu juga masyarakat yang baik pasti ramah anak," tegasnya.

Anis pun menjelaskan dalam Konsep Islam, pendidikan terhadap anak harus didukung lokasi dimana ia berada. Rumah, kata Anis, seharusnya menjadi madrasatul 'ula (sekolah utama) bagi anak-anak. Begitu pula sekolah harus bisa menjadi mitra orang tua, sedangkan masyarakat harus dibina karena anak-anak merupakan aset masa depan bangsa.

"Pembinaan masyarakat merupakan tanggung jawab negara. Pemerintah perlu segera menertibkan tayangan yang tidak bermoral, hingga melibatkan peran LSM dalam berbagai kegiatan parenting atau pendidikan keluarga," paparnya.

Terkait kasus Angeline, Doktor Universitas Airlangga Surabaya ini mendorong pemerintah lebih tegas mengimplementasikan UU No 35 Tahun 2014 tentang Revisi UU No 23 Tahun 2002 tentang tindakan bagi pelaku kejahatan dan kekerasan terhadap anak.

"Pemerintah harus tegas melaksanakan regulasi yang sudah ada dan mengevaluasi program serta kebijakan perlindungan anak di beberapa kementerian agar dapat menjadi sistem perlindungan terpadu," pungkasnya.

Aleg PKS : Generasi Muda Harus Sehat

Pangkalan Bun, 14/6. Komisariat KAMMI Pangkalan  Bu mengadakan turnamen futsal antar Pelajar dan mahasiswa se kabupateng Kotawaringin Barat pada tanggal 5 Juni 2015. Turnamen futsal ini diikuti oleh 11 club futsal pelajar dan mahasiswa.
"Dengan diadakannya turnamen ini diharapkan menumbuhkan semangat pemuda dalam menjaga kesehatan dan berprestasi karena pemuda adalah modal dasar dalam pembangunan daerah, " demikian disampaikan Madiwar selaku pembina KAMMI dalam sambutannya dalam laga final pertandingan futsal.
Lebih lanjut Madiwar yang juga sebagai Anggota Dewan dari PKS ini menyampaikan "futsal saat ini adalah olahraga yang sangat populer di Palangkalan Bun sehingga menjadi sarana yg efektif dalam pembinaan generasi muda untuk diarahkan pada kegiatan yang positif".
Pembinaan ini terlihat dari pelaksanaan kegiatan yang selalu diawali dengan tilawah Al Qur'an sebelum dimulai dan nasehat agama yang dilakukan setelah palaksanaan futsal selesai. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan seluruh peserta bisa bermain dengan mengedepankan sportifitas di lapangan dan terlebih lagi menjadikan olah raga sebagai media mencari kesehatan dan prestasi tidak sebaliknya menjadi tumbuhnya bibit permusuhan.
Ketua panitia Arif mengatakan,"kegiatan turnamen ini rencananya akan menjadi agenda tahunan KAMMI karena sangat bermanfaatnya kegiatan ini untuk menyatukan generasi muda di Pangkalan Bun", kata mahasiswa Universitas Anta Kusuma ini.
Dalam kejuaraan yang di gelar pertama kalinya ini keluar sebagai juara pertama adalah Real Fc dan berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar satu Juta Rupiah. (bie)

Aleg PKS Serap Aspirasi Warga Pangkalan Bun


Pangkalan Bun, 13/6, Anggota Dewan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Madiwar melakukan serap aspirasi masyarakat dalam rangka meminta masukan untuk pembahasan anggaran yg akan dilaksakan di dewan dalam waktu dekat.
Acara yg di lakukan dengan penuh keakraban di rumah bapak Maskur Riyadi Jl. H. Asrama 3 Pangkalan Bun dihadiri oleh warga sekitar. Perbincangan yang terjadi mencakup banyak hal terkait dengan tugas pokok Anggota Dewan.
Masyarakat sangat senang dengan kegiatan semacam itu karena jarang ada Anggota dewan yang mau mengadakan bincang2 dengan warga membahas persoalan sekaligus menghimpun masukan dan usulan untuk di sampaikan dalam rapat-rapat dewan dengan dinas terkait untuk mendapat solusi persoalan yang ada.
"Kegiatan seperti ini sering saya lakukan karena dengan berbincang santai seperti ini kita akan lebih dekat dengan konsituen dan masukan serta keluhan masyarakat lebih nyata tidak ada yg ditutupi seperti kalau dalam forum resmi," demikian yang disampaikan Madiwar Anggota satu-satunya dari PKS.
Tidak kalah serunya seorang warga menyampaikan " saya nanti akan memilih pian walau kemarin saya tidak memilih."
Kedekatan wakil rakyat dan pemilihnya adalah suatu keniscayaan untuk terus di lakukan supaya arti mewakili rakyat itu ada pada diri Anggota Dewan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi struktur PKS untuk memperhatikan kinerja Anggota Dewannya.

Selasa, 09 Juni 2015

Hilmi Aminuddin: Bulan Ramadhan, Bulan Kaum Dhuafa

JAKARTA (9/6) – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin mengingatkan seluruh kader PKS untuk memberikan perhatian lebih kepada kaum dhuafa pada Bulan Ramadhan 1436 H. Hal ini disampaikan tokoh yang akrab disapa Ustadz Hilmi tersebut pada Konsolidasi dan Tarhib Ramadhan PKS di Jakarta, Selasa (9/6).

"Syahrul Ramadhan (Bulan Ramadhan) adalah bulan untuk mengingatkan simpati kita kepada kaum dhuafa, terutama yang ada di bangsa ini. Oleh karena Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk melihat segala kebutuhan kita dalam memulihkan kondisi (recovery), baik diri sendiri maupun masyarakat," katanya.

Menurut Ustadz Hilmi, pemulihan kondisi harus dimulai dari kaum dhuafa. Jangan sampai titik dhuafa terabaikan yang justru menjadi sumber kelemahan bagi diri sendiri dan masyarakat, karena muncul masalah dalam hal kesejahteraan.

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) DPP PKS, Mardani Ali Sera menjelaskan konsolidasi kali ini mengangkat tema 'Meraih Sukses Rekrutmen Kader dan Pilkada Serentak 2015'.

"Ada dua tema yang dibahas pada konsolidasi kali ini antara lain soal penjaringan kader baru dan kesiapan PKS pada Pilkada serentak di 271 Daerah Tingkat (Dati), baik Dati I (provinsi) maupun Dati II (kabupaten/kota)," jelas Mardani.

Konsolidasi diikuti oleh pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP), Dewan Syariah Pusat (DSP), Majelis Pertimbangan Pusat (MPP), serta Pimpinan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS se-Indonesia. Hadir pada kesempatan itu Presiden PKS Anis Matta, Ketua DSP Surahman Hidayat, Ketua MPP Untung Wahono, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, serta para anggota dewan lain.



Keterangan Foto: Para pengurus DPP, DSP, MPP, serta Pimpinan DPW PKS se-Indonesia menyimak arahan Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin dalam Konsolidasi dan Tarhib Ramadhan PKS di Jakarta, Selasa (9/6).

Sabtu, 06 Juni 2015

Pancasila Itu Keren dan Visioner – 2

Kentalnya nilai-nilai Islam dalam Pancasila tentunya karena pertama, memang nilai-nilai agama sudah hidup pada masyarakat saat itu. Kedua, juga karena pada saat itu terlihat geliat kebangkitan umat Islam setelah keruntuhannya. Geliat kebangkitan ini terbaca oleh Lothrop Stoddard yang kemudian menuangkannya dalam buku berjudul The New World of Islam yang terbit sekitar tahun 1920-an. Presiden Soekarno demikian terinsiprasi dengan buku tersebut sehingga pada tahun 1966 beliau memerintahkan untuk menerrjemahkannya dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan agar menjadi buah pemikiran dan inspirasi bagi kebangsaan Indonesia yang mayoritas beragama Islam.

Dengan mendarahdagingnya nilai-nilai agama dalam Pancasila, serta kehidupan berbangsa dan bernegara, maka jangan sampai kita mengkhianati Pancasila dengan menjauhkan nilai-nilai agama dari kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Kita harus pertahankan Pancasila agar tidak dibajak oleh oknum-oknum yang ingin menjadikan bangsa ini jauh dari nilai-nilai agama.

Selain itu, saya melihat Pancasila itu visioner. Saya kagum dengan para founding fathers yang memang para pemikir, negarawan dan pembaca dialektika yang berkembang saat itu. Sehingga diskusi-diskusi, debat-debat, dialektika-dialektika yang berbobot menghasilkan pemikiran-pemikiran yang brilian, keren, dan visioner. Di antara hasil pemikiran itu adalah nilai musyawarah perwakilan yang tertuang dalam sila ke empat. Lucunya, kini demokrasi yang berkembang di Barat cenderung mengarah ke model musyawarah ini.

David Held belakangan ini dalam bukunya The Models of Democracy menjelaskan model-model demokrasi yang ada. Dan yang terbaru adalah model demokrasi deliberatif, yaitu demokrasi yang menekankan kepada musyawarah dengan penyertaan masyarakat. Bangsa Barat baru sadar pentingnya deliberatif ini, sedangkan hal ini sudah jelas tertuang dalam Pancasila dan kita mempraktikkannya selama ini.

Hal lain yang menurut saya Pancasila visioner adalah bahwa nilai sosial demokrat terkandung di dalamnya. Jika Pancasila diperas menjadi 3 maka unsurnya terdiri dari sosio nasionalisme, sosio demokrasi, dan ketuhanan. Jika diperas lagi jadi Ekasila, intinya adalah gotong royong, kurang lebih mirip dengan spirit Piagam Madinah yang menekankan gotong royong dalam masyarakat yang plural. Gotong royong pasti didahului dengan musyawarah.

Ketika itu negara-negara Barat sedang gandrung dengan demokrasi dan negara-negara Timur sedang gandrung dengan sosialisme komunisme, Pancasila mengakomodasi jalan tengah sosio demokrasi. Indonesia pun menggagas Gerakan Non Blok. Ini juga sesuai dengan "Tidaklah Kami jadikan kalian kecuali sebagai wasit (saksi/penengah) bagi umat manusia."

Indonesia layak sebagai penengah. Sepertinya negara-negara Barat gandrung dengan konsep sosialis demokrat. 50 tahun sebelumnya Indonesia sudah mengakomodasi hal tersebut dalam Pancasila. Karenanya sangat tepat bila negara-negara Barat dan Timur perlu belajar Pancasila dari Indonesia. Sebuah pemikiran yang keren yang visioner, akomodatif dan terbuka.

Oleh sebab itu yang perlu kita pikirkan sekarang, terlebih sebentar lagi kita akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN di mana segala hal menjadi terbuka, kita harus berpikir maju untuk mengampanyekan Pancasila kepada negara-negara lain. Bangsa lain boleh jualan produk-produk ekonomi. Kita pun begitu, meskipun komoditas ekonomi jualan kita masih didominasi oleh sumber daya alam mentah. Kita perlu gebrakan untuk jualan Pancasila, sebagaimana Amerika jualan demokrasi. Pancasila yang keren dan visioner ini, saya rasa akan sangat laik jual. Negara-negara lain harus belajar Pancasila dari kita. Ini adalah daya saing tersendiri bagi Indonesia.

Sebelumnya: Pancasila itu Keren dan Visioner

Pancasila itu Keren dan Visioner

Oleh : Sukamta, PhD (Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Komisi I DPR RI)

Soekarno selalu mengatakan bahwa Pancasila merupakan hasil dari kontemplasi dirinya atas penggalian nilai-nilai yang sudah berurat dan berakar di masyarakat kita seperti gotong royong, dan beliau menemukan 5 nilai yang salah satunya religiusitas yang kemudian disebut ketuhanan. Nilai-nilai yang berakar itu bukan begitu saja muncul dari negeri antah berantah, melainkan berakar dari nilai-nilai agama yang sudah berakar di masyarakat nusantara saat itu.

Seperti kita ketahui, para founding fathers telah membentuk tim 9 orang perumus Pancasila. Dari 9 orang itu hanya 1 yang nonmuslim. Semuanya sudah sepakat rumusan Pancasila : 

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. 

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 

3. Persatuan Indonesia 

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Namun ada elemen dari Indonesia bagian timur yang menuntut dihapuskannya frase Syariat Islam, sehingga berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan lobi-lobi akhirnya para tokoh Islam dari tim 9, demi persatuan, merelakan dihapuskannya frase syariat Islam. Jika sejarah penghapusan ini valid, maka inilah sikap toleransi dan besar hatinya umat Islam sebagai mayoritas.

Saya jadi teringat ketika dalam Perjanjian Hudaibiyyah, Rasulullah SAW menghapus sendiri frase bismillahirrahmaanirrahim dan diganti menjadi bismika Allahumma. Kalimat Muhammad Rasulullah dihapus dan diganti menjadi Muhammad bin Abdullah. Ini semua karena desakan salah satu unsur anggota perjanjian. Jelaslah bagaimana Rasulullah demikian toleran dan berbesar hati. Sikap yang dicontohkan Rasulullah dan para founding fathers kita ini keren khan?

Namun demikian, bukan berarti perjuangan umat Islam kemudian gagal dalam membangun pondasi bangsa dan negara. Dihapuskannya frase syariat Islam bukan bentuk kegagalan umat Islam. Karena nilai-nilai substansi Islam tetap terkandung secara jelas dalam Pancasila. Bisa jadi, Pancasila adalah salah satu tahapan keberhasilan umat Islam.

Jika kita pelajari secara mendalam, jelas terlihat Pancasila keren karena kental dengan nilai-nilai subtansial yang dicontohkan oleh Rasulullah. Nilai Ketuhanan ditetapkan sebagai sila Pertama tentu memiliki alasan rasional tersendiri, yaitu nilai Ketuhanan menjadi jiwa bagi sila-sila lainnya.

"Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil." (QS al Maidah : 8). Ini jelas masuk ke dalam Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab.

"Berpeganglah kamu pada tali Allah dan jangan bercerai berai. (QS Ali Imran : 103). Ini jelas merupakan pesan Persatuan Indonesia.

"Bermusyawarahlah kamu dengan mereka" (QS Ali Imran : 159)." Ini juga jelas merupakan spirit Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

"Berbuat adillah, karena adil mendekatkanmu kepada taqwa." (QS al Maidah : 8). Saya rasa, keadilan ini jelas juga tertuang dalam sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila keren kan?

Bersambung ke Pancasila itu Keren dan Visioner - 2

Selasa, 02 Juni 2015

Palangka Raya (30/5), Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejatera Kalimantan Tengah pada tanggal 30  Mei 2015 menyelenggarakan pelatihan  dan silaturahmi bagi anggota dewan kabupaten kota.
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan selama satu hari bertempat di aula DPW PKS jalan G.Obos Palangka Raya dan dihadiri seluruh anggota dewan kabupaten dan pengurus wilayah dengan mengadirkan pemateri dari DPP yg diwakili oleh ustadz Joko Widodo, BPKP oleh bapak Heru Susanto,SE,MM dengan materi tentang penganggaran dan sistem keuangan daerah serta dari Pengurus Wilayah.
"Dengan pelatihan ini diharapkan tumbuhnya sinergi serta meningkatkan kualitas  SDM anggota dewan sehingga diharapkan keberadaannya di dewan bisa memberikan sumbangsih pembangunan di Kalimantan Tengah dan kabupaten kota dimana Anggota dewan bertugas", sebagaimana disampaikan ketua DPW  Asnawi, SP.
"Pelatihan ini sangat kami tunggu dan sebaiknya sering diadakan" kata Madiwar anggota PKS dari Kabupaten Kotawaringin Barat.
Pelatihan ini rencana akan dilaksanakan secara rutin 1 tahun sekali yang nantinya juga akan sebagai evaluasi kinerja anggota dewan dan wadah silaturahmi dengan kader.bs

Senin, 01 Juni 2015

Anomali Sepakbola Harus Diinvestigasi Menyeluruh

Jakarta (31/5) - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai ada berbagai anomali yang terjadi di dalam konflik terkait dunia persepakbolaan Indonesia, belakangan diikuti pembekuan oleh FIFA. Oleh karenanya untuk mengakhiri, dibutuhkan investigasi mendalam atas apa yang terjadi.

Menurut Fahri, sejak awal, semua orang paham bahwa FIFA adalah lembaga yang serius. Sebagai federasi sepakbola dunia yang telah berumur lebih dari 111 tahun, maka FIFA pasti memiliki mekanisme yang baku. Sedangkan intervensi adalah momok dalam statuta FIFA.

Sementara itu, lanjut Politisi PKS itu, sejak awal publik tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Pemerintah melalui Kemenpora. Keinginan untuk memperbaiki PSSI dan sepakbola Indonesia tidak tercermin dalam kesehariannya. Bahkan lebih nampak Pemerintah tidak memahami persoalan yang terjadi sampai akhirnya PSSI dibekukan.

"Maka tidak ada cara lain bahwa masalah ini harus diinvestigasi secara menyeluruh. Sebab kita tidak boleh membiarkan anomali terus melanda persepakbolaan kita," kata Fahri, Ahad (31/5).

Langkahnya, pertama, Pemerintah harus menjelaskan secara resmi apa yang terjadi kepada publik. Penjelasan ini harus melalui penggunaan hak interpelasi DPR.

Kedua, pemerintah harus punya komitmen jangka pendek untuk memenuhi tuntutan FIFA agar PSSI dapat berfungsi kembali memulihkan organisasi.

Ketiga, jika Pemerintah seperti yang sering dikatakan memiliki rencana besar untuk PSSI dan persepakbolaan kita, maka inilah saat untuk menjelaskannya.

"Di luar proses itu, momen ini adalah pelajaran berharga agar Pemerintah tidak lagi mengambil keputusan sembrono yang tidak saja telah dipatahkan oleh pengadilan, tetapi sekarang menjadi sanksi bagi sepakbola Indonesia," tandas Fahri.

Ilustrasi: Istimewa

Sumber: http://www.beritasatu.com