Rabu, 30 September 2015

Kabut Asap Mengkhawatirkan, Kepanduan PKS Padamkan Titik Kebakaran di Kalimantan

PALANGKA RAYA (30/9) – Regu Kepanduan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Palangka Raya memadamkan api di sejumlah titik kebakaran yang menjadi penyebab kabut asap tebal di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Berdasarkan instruksi dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Kalteng, rekan-rekan Regu Kepanduan turun langsung ke sejumlah titik api pada Selasa (29/9) malam, termasuk di lingkar luar Kota Palangka Raya," kata Sekretaris Umum (Sekum) DPW PKS Kalteng, Heru Hidayat saat dihubungi via telepon, Rabu (30/9).

Heru menjelaskan kondisi kabut asap di wilayah Kalimantan sudah sangat mengkhawatirkan. Regu Kepanduan menemukan titik api tidak hanya berasal dari permukaan, tetapi juga dari dalam lahan gambut. Sehingga lahan gambut menjadi bara sekam yang sewaktu-waktu bisa menyala ke permukaan.

"Posisi kebakaran tidak hanya di permukaan, tetapi juga di dalam tanah gambut. Oleh karena itu, upaya pemadaman yang kami lakukan tidak sekedar menyiram dengan air, tetapi juga memastikan api padam di dalam tanah," jelasnya.

Kendala yang dihadapi, lanjut Heru, titik api di lahan gambut jauh dari sumber air. Kondisi ini memaksa Regu Kepanduan memasok air dari area terdekat untuk dibawa ke titik kebakaran.

"Kami memerlukan sumber air yang sangat banyak karena titik api berada di kedalaman 0,5 meter hingga 1,5 meter. Suplai air pun semakin terbatas apabila tim masuk ke area lahan atau hutan yang berada di pedalaman. Oleh karena itu, kami membawa air atau membuat sumur air di lokasi terdekat untuk memudahkan pemadaman," papar Heru.

Heru mengungkapkan saat ini wilayah Kalimantan Tengah masih diselimuti kabut asap tebal. Di beberapa tempat titik api juga masih sulit dipadamkan. Ia mengimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama bekerja keras memadamkan bencana berskala nasional tersebut.

"Semua pihak harus terlibat dalam penyelesaian kabut asap ini. Pemerintah perlu menginformasikan kepada masyarakat dimana saja titik api berada. Sehingga, masyarakat pun ikut membantu memadamkan titik kebakaran di lingkungan terdekatnya," ujarnya.

Selain itu, tambah Heru, Pemerintah perlu membangun pusat pengendali bencana di wilayah Kalimantan, Sumatera, atau daerah rawan kebakaran hutan lainnya. Oleh karena, bencana kabut asap ini terus berulang setiap tahun.

"Pemerintah perlu membangun pusat pengendali bencana seperti di Jawa Tengah. Selain dapat memetakan dan mengintegrasikan pemadaman di berbagai titik api, pusat pengendali juga mendorong keterlibatan semua unsur, serta menindak tegas pelaku kebakaran," pungkas Heru.

Keterangan Foto: Regu Kepanduan PKS Palangka Raya memadamkan api di sejumlah titik kebakaran yang menjadi penyebab kabut asap tebal di wilayah Kalimantan Tengah, Selasa (29/9) malam. Ketua DPW PKS Kalteng Asnawi dan Sekum Heru Hidayat langsung memimpin aksi pemadaman.

Selasa, 29 September 2015

Kecerdasan Spiritual Penting Ditanamkan pada Anak Sejak Dini

Pekalongan (28/9) - Islamic Parenting dalam lingkungan keluarga sangat penting. Sebab pendidikan Islami yang diberikan orang tua dapat membentuk kecerdasan emosi dan spiritual anak.

"Pentingnya penanaman kecerdasan spiritual pada anak secara dini, anak kelak diharapkan akan memiliki kemampuan menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain disekitarnya," kata Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bidpuan KK) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wirianingsih.

Hal itu disampaikan Wirianingsih, saat menjadi pembicara di acara seminar kesehatan anak yang diselenggarakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), di Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (27/9).

Wirianingsih berharap, ke depannya akan muncul kesadaran baru di masyarakat bahwa spritualitas dan agama menjadi dua faktor yang saling mendukung.

"Spiritualitas memberi jawaban keberadaan dan kesadaran, dan agama memberikan jawaban apa yang harus dan tidak dikerjakan seseorang," papar ibu dari 10 anak penghafal Alquran itu.

Seminar yang bertajuk "Holistic Care:  Optimalisasi Perancang Tenaga Kesehatan dan Masyarakat dalam Mewujudkan Generasi Berlian" itu dipadati 480 peserta yang terdiri dari bidan, perawat, dokter, dan orang tua. Usai seminar, politisi perempuan PKS yang pernah duduk di Komisi IX DPR RI itu, menghadiri silaturahim dengan masyarakat dan pengurus bidpuan PKS Kota Pekalongan.

Semoga bermanfaat. Terima Kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Kontak

Sekretaris BidpuanKK DPP PKS

Sri Kusnaeni  

08159264445

Sabtu, 26 September 2015

Kader PKS Kalteng Gelar Pemilihan Umum

Palangka Raya – Musyawarah Wilayah (MUSWIL) PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Wilayah Kalimantan Tengah mengangkat tema "Berkhidmat untuk Rakyat". Tema ini bertujuan agar kedepannya seluruh kader PKS Kalteng turun kemasyarakat untuk tetap terus melayani dan berkhidmat serta memberi manfaat kepada rakyat Kalteng. MUSWIL PKS Kalteng harus segera di agendakan pasca Musyawarah Nasional (Munas) PKS ke-4 yang digelar di Depok 14 september lalu.

Musyawarah Wilayah yang akan dilaksankan pada tanggal 3-4 oktober 2015 di Hotel Luwansa dengan berbagai rangkaian kegiatan MUSWIL.

Diantaranya rangkaian agenda MUSWIL ini orasi politik dan pelantikan pengurus serta akan dimeriahkan dengan pagelaran seni hiburan, aneka bazar dan galery photografer PKS.

Sebelum pada agenda MUSWIL tanggal 3-4 oktober 2015 ini, Pemilihan Umum Internal (PUI) PKS Kalteng memilih 9 struktur pimpinan tingkat Wilayah untuk Dewan Pengurus Tingkat Wilayah (DPTW). Sembilan orang tersebut terdiri dari unsur pengurus DPW (Dewan Pengurus Wilayah) 5 orang, unsur Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) 2 orang dan unsur Dewan Syariah Wilayah (DPW) 2 orang. 5 orang untuk Badan Pengurus Harian Kota Palangka Raya.

Berkhidmat untuk rakyat Kalteng ini tentu tidak sekedar tema tetapi pembuktian dengan action nyata. Buktinya saja kamis (24/9)Kader PKS se Kalteng melakukan pemotongan dan pembagian Hewan Qurban sebanyak 25 ekor Sapi yang tersebar di beberapa Kab/Kota, sementara di Palangka Raya di fokuskan di Kantor DPW PKS Kalteng. Kurang lebih 300 kupon daging Qurban di bagi-bagikan ke masyarakat kota Palangka Raya. Pembagian daging qurban ini berjalan lancar, aman dan tertib yang bertempat di kantor DPW Kaliamntan Tengah di jalan G. Obos No. 131, Palangka Raya.

Selain itu agenda yang akan dilaksankan juga pra MUSWIL PKS Kalteng adalah Donor darah, ngobrol masalah sampah, asap dan lingkungan, yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 September besok di CFD (Car Free Day) Kota Palngka Raya.

Jumat, 25 September 2015

PKS: Kita Doakan Jamaah Haji Korban Mina sebagai Syuhada

JAKARTA (24/9) - Ratusan kaum muslimin meninggal dalam insiden yang terjadi di Mina, Arab Saudi ketika mereka tengah menjalankan ibadah haji. Sementara ratusan lainnya terluka dan dirawat di sejumlah rumah sakit.

Ketua Badan Pembinaan Umat dan Dakwah (BPUD) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilman Rosyad mengajak kaum muslimin, khususnya di Tanah Air, untuk mendoakan para jamaah haji yang meninggal dalam tragedi Mina tersebut sebagai syuhada.

"Kita doakan agar disempurnakan pahala haji mereka dan dicatatkan sebagai syuhada #tragedimina," kata Hilman melalui akunnya @ustadzhilman, Kamis (24/9).

Alumnus Universitas Islam Madinah Arab Saudi ini mengatakan musibah tersebut diduga terjadi karena keletihan fisik, panik, dan beberapa prosedur yang tidak ditaati oleh para jamaah haji. Keletihan tersebut menurut Hilman, muncul karena para jamaah selesai melakukan wuquf di Arafah.

"Serta mabit (bermalam) di Muzdalifah sebelum berangkat ke Mina guna melontar jumroh aqobah #tragedimina," tambah Hilman

Mantan anggota DPR RI periode 2004-2009 menyadari musibah ini adalah takdir dari Allah, namun demikian ia tetap meminta kelalaian penyelenggara harus dipertanggungjawabkan, serta korban luka-luka atau pun yang telah wafat harus segera ditangani dengan baik.

"Semoga tidak terjadi lagi di sisa prosesi haji tahun ini, dan penyelenggaran haji di tahun mendatang lebih baik lagi #tragedimina," tutup Hilman

Sebagaimana diketahui, menurut akun twitter resmi Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi @KSA_998, Kamis (24/9) pukul 7:50 pm WIB, korban wafat dalam tragedi mina ini berjumlah 717 orang, sementara yang luka bertambah menjadi 863 orang.

Sejauh ini, menurut laporan dari Kementerian Luar Negeri melalui @Portal_Kemlu_RI terdapat 1 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban wafat dalam musibah ini. Jenazah yang belum teridentifikasi identitasnya tersebut saat ini masih dalam pengecekan Kementerian Agama di RS Al-Jisr, Mina, Arab Saudi. 

"Nomor #hotline #KJRIJeddah dan #KBRIRiyadh #tragediMina: +96 6543603154 atau 081289009045," tulis @Portal_Kemlu_RI pada sekitar pukul 18.00 hari ini.

Fahri Hamzah: Lokasi Kejadian Bukan Jalur Jamaah Indonesia

MAKKAH (24/9) - Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI Fahri Hamzah menyampaikan bela sungkawa terhadap tragedi di Mina, Kamis (24/9). Lebih dari 717 jamaah haji meninggal dunia dan 805 lainnya luka-luka hingga Kamis (24/9) malam Waktu Indonesia Barat.


Fahri yang berada di Makkah, Arab Saudi menyebut saat ini lokasi kejadian telah ditutup akses sejak siang waktu Arab Saudi. "Sehingga tidak ada kesempatan bagi kita untuk melihat langsung," ujar Fahri.


Tim Pengawas Haji DPR dan Amirul Hajj Menteri Agama RI juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit setempat guna mengidentifikasi kemungkinan adanya korban dari Indonesia. "Kami meminta masyarakat tetap tenang karena tragedi ini tidak terjadi di jalur Indonesia," paparnya.

Fahri melanjutkan tragedi ini terjadi karena terjadi penumpukan akibat tidak adanya pengaturan setelah prosesi Wukuf. Rukun setelah Wukuf regulasinya tidak dikomunikasikan secara ketat dan diserahkan ke masing-masing negara. "Bahkan masing-masing jamaah," kata Wakil Ketua DPR RI ini.

Fahri mengakui jika Pemerintah Arab Saudi sudah membangun banyak jalur setelah kejadian Mina yang menelan korban hampir 1.500 jiwa tahun 1990. Namun, papar Fahri, pergerakan jamaah masih sangat tidak terkendali dan tidak terfasilitasi.

Ia meminta kepada Pemerintah Arab Saudi agar segera membicarakan penyelenggaraan haji secara bersama-sama. Terlebih setelah kasus jatuhnya crane beberapa saat lalu. Menteri Agama saat sambutan jelang wukuf kemarin menyebut seharusnya Arab Saudi bisa membangun fasilitas yang lebih baik lagi bagi jamaah karena mereka mampu.

"Saya mengapresiasi Menteri Agama yang cukup berani menyentil Pemerintah Saudi dalam sambutan jelang Wukuf kemarin. Ini demi perbaikan agar tragedi berulang ini tak dianggap bagian dari jamaah haji," terang Politisi PKS ini.

Pesan Sosial dalam Ibadah Haji dan Qurban

Jakarta (22/9) – Di bulan Dzulhijjah ada dua ibadah yang disyariatkan Allah kepada umat Islam. Dua ibadah ini adalah haji dan umrah.
Ketua Bidang Pembangunan Umat dan Dakwah (BPUD) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilman Rosyad menyampaikan ada pesan sosial yang tersirat dari keduanya.
"Haji dan qurban adalah ibadah yang disyariatkan Allah. Keduanya bukan sekedar ritual, tapi memiliki pesan sosial," kata Hilman di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Selasa (22/9).
Haji, menurut Hilman adalah undangan khusus dari Allah kepada siapa yang dipilih-Nya. Selain itu, haji juga diharapkan memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan masyarakat.
"Haji itu limited edition, tahun ini ada sekitar 160 ribu jamaah dari Indonesia yang menunaikan ibadah haji. Semoga menjadi haji yang mabrur sehingga menjadi lebih taat dan lebih peduli sesama," kata Hilman.
Ia juga menuturkan nilai-nilai yang tersirat dalam ibadah qurban. Menurut Hilman, umat Islam diajarkan untuk mempersembahkan yang terbaik dalam ibadah ini. Hewan yang disembelih bukan hewan sembarangan, tapi memang hewan qurban terbaik.
"Qurban melatih kaum muslimin untuk mempersembahkan yang terbaik. Dari sini diharapkan lahir DPR yang diisi orang-orang terbaik, Presiden yang terbaik," kata Hilman.
Haji dan qurban diharapkan membawa efek positif bagi kehidupan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, semangat ibadah sosial seperti haji dan qurban diharapkan menjadi solusi atas masalah-masalah bangsa.
"Apapun kebaikannya niatkan karena Allah, nanti Allah akan berikan balasan yang berlipat ganda. Masalah Indonesia bisa diselesaikan jika kita sabar dan taat kepada Allah," kata Hilman.

Senin, 21 September 2015

Korban dan Pelaku Kekerasan Anak Sejatinya Sama-sama "Korban"

JAKARTA (21/9) – Kekerasan yang menyebabkan meninggalnya anak didik kembali terjadi. Satu siswa SD di bilangan Kabayoran Lama, Jakarta Selatan meninggal setelah dipukul teman sekelasnya, Jumat (18/9) lalu.

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Wirianingsih memandang secara lebih luas sejatinya korban dan pelaku di bawah umur sama-sama "korban" dari pola asuh yang kurang tepat.

Mestinya, ujar Wirianingsih, rumah adalah tempat anak mendapatkan kasih sayang, dan saling menghargai di antara anggota keluarga. Sementara sekolah adalah rumah kedua bagi anak, bukan sekedar tempat transfer ilmu pengetahuan. "Namun juga tempat karakter anak dibentuk, maka pengasuhan, pengawasan, dan perlindungan juga harus dilakukan dalam lingkungan sekolah," ujar Wirianingsih, Senin (21/9).

Ia menegaskan anak-anak yang berhadapan dengan hukum tetaplah sebagai "korban" akibat pengasuhan dan pengaruh lingkungan orang dewasa. "Saya sepakat agar kasus kekerasan anak yang dilakukan oleh anak di lingkungan sekolah ini didalami dulu, apakah ada variabel lain yang menyebabkan kematian pada korban," urainya.

Wirianingsih menjelaskan, mengacu pada Undang-Undang (UU) Peradilan Anak No. 11 tahun 2012,  pasal  5 dan 6, wajib dilakukan upaya diversi, yang bertujuan untuk mencapai  perdamain antara korban dan anak, menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan, menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan, mendorong masyarakat untuk berpartisipasi, dan menanamkan rasa tanggung jawab pada anak.

Dengan demikian, ujar Wirianingsih, diharapkan ke depan anak  yang berhadapan dengan hukum (ABH) dapat dibina dan dididik dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong masa depannya yang masih panjang.

Apa yang dilakukan oleh anak, kata Wirianingsih, akan sangat dipengaruhi oleh contoh dan perilaku orang yang ada disekitarnya. Jika anak diasuh dengan kekerasan, dan sering melihat tindak kekerasan dari orang dewasa disekitarnya, besar kemungkinan akan melakukan kekerasan. 

Karena, menurut Wirianingsih, masa kanak-kanak adalah masa imitasi, masa mencontoh. "Ia akan menyerap secara baik,  apa yang ada di sekitarnya. Layaknya spons. Keteledanan dari orang dewasa, baik orang tua di rumah maupun guru di sekolah,  menjadi kaca kunci dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak," imbuh Wirianingsih.

Lebih lanjut ibu dari 10 anak penghafal Al-Quran itu mengemukakan, keteladanan dalam keluarga akan terbangun dengan baik jika semua pihak menyadari bahwa keluarga merupakan pilar kemajuan bangsa. Menurutnya, baik buruknya sebuah bangsa akan ditentukan oleh keluarga.

Faktor lain yang mempengaruhi perilaku kekerasan yang dilakukan oleh seorang anak, ungkap Wirianingsih, adalah  tayangan media, baik cetak ataupun elektronik. Terpaparnya anak-anak oleh materi kekerasan melalui media massa maupun game, ujar Wirianingsih, telah memicu anak untuk melakukan kekerasan. 

Untuk itu, wanita yang juga salah seorang penggagas berdirinya Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) itu, mengajak insan media untuk menguatkan peran positif dan kontributisinya dalam membangun karakter positif bangsa, melalui tayangan yang mendidik.

Lebih jauh Wirianingsih mengemukakan, PKS dengan program Rumah Keluarga Indonesia (RKI) siap mendampingi seluruh keluarga Indonesia untuk mewujudkan keluarga yang memiliki daya tahan akidah, daya tahan ekonomi, daya tahan sosial, politik , dan budaya. 

Ia mengajak Pemerintah dan seluruh pihak bersungguh-sungguh menjadikan keluarga sebagai basis dalam menyusun kebijakan pembangunan.

 

"Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama mewujudkan ketahanan keluarga, karena keluarga adalah lembaga pendidikan utama dan pertama yang akan membentuk jiwa, karakter dan perilaku seorang anak," pungkas Wirianingsih.

Indonesia Bisa Berperan Hentikan Serangan Israel ke Al Aqsa

Jakarta (21/9) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohammad Sohibul Iman berpendapat Indonesia bisa berperan besar menghentikan serangan udara Israel ke Masjid Al Aqsa, Palestina. 

"Pemimpin Indonesia dapat memanfaatkan posisi dan pengaruhnya di dunia internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan terhadap Al Aqsha. Ini adalah serangan terhadap kemanusiaan dan hak kemerdekaan suatu bangsa," kata Sohibul Iman, Senin (21/9).

Ia juga menegaskan Indonesia harus proaktif menggalang dukungan negara-negara Islam untuk menekan Israel. Hal ini didasari fakta demografi Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Sohibul Iman juga mengingatkan jika Indonesia memiliki sejarah yang tidak bisa dilupakan dalam hubungannya dengan  Palestina. Menurutnya hal inilah yang semakin memperkuat alasan mengapa Indonesia harus lebih berperan aktif dalam memperjuangkan hak-hak Palestina di dunia internasional.

"Indonesia harus memberi dukungan dan bantuan nyata bagi pemerintah dan rakyat Palestina, baik politik maupun materil. Kita punya ikatan emosional dan historis yang panjang dengan bangsa Palestina," kata Sohibul Iman.

Seperti beberapa negara di belahan dunia lainnya yang memboikot produk Israel, Sohibul Iman juga menyerukan memboikot produk-produk asal negara yang masih melakukan praktek penjajahan model kuno ini.

"Kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, tapi ada hubungan dagang. Kita harus tekan melalui penghentian hubungan dagang ini," kata Sohibul Iman.

Israel melakukan serangan ke Masjid Al Aqsha di Palestina dan membagi zona waktu kunjungan bagi umat Muslim di kiblat pertama umat Islam itu. Tindakan sewenang-wenang Israel tersebut mendapat kecaman luas dari dunia internasional.

Galibu Tembus Rp 2,4 M, Sohibul Iman: Ini Mengejutkan

JAKARTA (19/9) – Antusiasme keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk berkontribusi lewat Gerakan Lima Puluh Ribu (Galibu) terus berlanjut. Dana dari keluarga besar PKS untuk perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4, 12-15 September 2015 lalu terus mengalir.
 
Hingga Jumat (18/9) total dana Galibu yang terkumpul mencapai Rp 2,4 Miliar. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar PKS yang telah berpartisipasi dalam Galibu.
 
"Saya ucapkan terima kasih kepada keluarga besar PKS. Ini sangat mengejutkan sekaligus menggembirakan, ternyata partisipasinya sangat luar biasa. Sampai dengan Jumat (18/9) Galibu telah terkumpul sebanyak Rp 2,4 miliar dengan total partisipan mencapai 4.000 orang," ujar Sohibul Iman di Jakarta, Sabtu (19/9).
 
Sohibul Iman menambahkan, Galibu dapat dijadikan sarana pembelajaran politik kepada masyarakat karena terlibat langsung dalam pengelolaan partai.
 
"Dengan melibatkan masyarakat, membuat mereka memiliki perhatian terhadap pengelolaan partai. Dengan demikian timbul rasa memiliki akan partai ini, dan siap untuk memperhatikan setiap gerak-gerik PKS. Sehingga, kalau pun PKS melakukan suatu kekeliruan, mereka akan segera menegur dan mengingatkan," tambah Doktor lulusan Jepang tersebut.
 
Sohibul Iman juga mengingatkan kepada seluruh pengurus baru PKS agar mengelola partai dengan baik. Terlebih, ada sumbangsih dari masyarakat kepada partai lewat Galibu.
 
"Tidak boleh disia-siakan apa yang menjadi sumbangan dari masyarakat. Maka berpartailah dengan baik, kelola partai ini dengan baik, karena dalam partai ini ada sumbangsih dari masyarakat. Jika kita tidak bekerja dengan baik, berarti kita mengkhianati keturutsertaan masyarakat," ujar Sohibul Iman.
 
Bendahara Munas ke-4 PKS, Unggul Wibawa menambahkan antusiasme masyarakat terhadap Galibu cukup besar, terlihat dari pergerakan total dana yang terhimpun setiap harinya.
 
"11 September kita cek baru ada Rp 600 jutaan, tanggal 15 September sudah ada 1,3 miliar, dan kemarin 18 September, Alhamdulillah sudah ada 2,4 miliar, dan terus bertambah sampai hari ini," ujar dia.
 
Dana itu, ujar Unggul, masih akan ditambah iuran wajib dari anggota legislatif tingkat kota/kabupaten, provinsi, sampai pusat. "Insya Allah kita benar-benar menerapkan prinsip sunduquna juyubuna (dana dari kantor sendiri) dan juga akan diterapkan pada Mukernas mendatang," pungkas Unggul.

Sabtu, 19 September 2015

Seluruh Pengurus Baru DPP PKS Teken Pakta Integritas

JAKARTA (19/9) – Seluruh pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menandatangani Pakta Integritas Pengurus DPP PKS yang mempertegas komitmen mereka menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
 
"Pakta integritas itu isinya ada enam. Secara garis besar berbicara tentang kesungguhan kerja menjalankan amanah. Seorang pengurus siap mencurahkan seluruh kemampuan untuk amanahnya itu," kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di Jakarta, Sabtu (19/9).
 
Sohibul Iman menjelaskan selain berkomitmen menjalankan amanah, para pengurus DPP PKS juga siap tunduk patuh terhadap peraturan partai serta undang-undang yang berlaku.
 
"Pengurus DPP PKS harus benar-benar menjadi warga negara yang baik. Sebagai pemegang amanah di partai, maka dia harus menjadi pejabat yang baik," jelas Wakil Ketua DPR RI periode 2013-2014 itu.
 
Di dalam mengemban amanah, lanjut Sohibul Iman, pengurus DPP PKS juga berjanji tidak akan melakukan hal-hal yang menyalahgunakan kekuasaan. Ia menegaskan apabila terbukti melakukan pelanggaran, para pengurus harus siap mengikuti proses penegakan disiplin.
 
"Komitmen penegakan disiplin menunjukkan para pimpinan dan pejabat partai ini memiliki dedikasi terhadap tugas. Implikasinya, apabila partai semakin baik, manfaat yang diberikan kepada masyarakat juga akan lebih baik," tegasnya.
 
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) DPP PKS, Dedi Supriadi menambahkan seluruh pengurus DPP PKS menandatangani pakta integritas pada Jumat (18/9) malam di Kantor DPP PKS, MD Building Jakarta. Pakta Integritas Pengurus DPP PKS tersebut berisi enam poin, antara lain:
Bertakwa, berakhlak mulia, berpegang teguh pada nilai-nilai moral dan kebenaran, adil, serius dalam kemaslahatan dan persatuan bangsa serta jauh dari fanatisme kepentingan pribadi dan golongan, serta terus meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan wawasan yang berhubungan dengan tugas dan fungsinya.
Melaksanakan kewajiban sebagai warga negara Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan menjadi pelopor dalam mewujudkan cita-cita nasional mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Bersungguh-sungguh, ikhlas dan mengerahkan semua kemampuan terbaik dalam melaksanakan dan menuntaskan tugas dan kewajiban-kewajiban sebagai pengurus partai dan berpegang teguh kepada AD/ART dan peraturan partai lainnya, karena meyakini bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Mendengar dan taat kepada keputusan dan arahan Partai dalam keadaan suka maupun tidak, dalam hal tidak melanggar syariat dan hukum positif, sekuat kemampuan yang ada untuk melaksanakannya sesuai dengan AD/ART Partai.
Tidak melakukan penyalahgunaan wewenang dalam bentuk praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme serta memegang teguh komitmen tata kelola partai yang baik (good party governance).
Bersedia untuk mengikuti seluruh prosedur partai jika saya melanggar apa yang sudah disebutkan di atas.

Kamis, 17 September 2015

Penghimpunan Dana Galibu PKS Capai Rp 1,3 M

JAKARTA (17/9) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sukses menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 di Depok, Jawa Barat. Hajatan akbar lima tahunan itu didanai dari kantong kader PKS dan masyarakat simpatisan (sunduquna juyubuna).

Bendahara Panitia Penyelenggara Munas ke-4 PKS, Unggul Wibawa mengungkapkan, hingga Selasa (15/9), dana yang terhimpun melalui Gerakan Lima Puluh Ribu Rupiah (Galibu) dari kader dan masyarakat seluruh Indonesia untuk suksesi Munas PKS mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

"Alhamdulillah, hasil pengumpulan Galibu per hari ini Selasa, 15 September 2015 sebesar Rp 1,3 miliar," kata Unggul di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Kamis (17/9).

Unggul menambahkan, kader PKS dan masyarakat Indonesia masih bisa berpartisipasi dalam Galibu hingga akhir September 2015, meskipun hajatan Munas telah selesai digelar. Selanjutnya, PKS akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pada November 2015 mendatang untuk merumuskan program kerja selama lima tahun ke depan.

Gerakan Lima Puluh Ribu Rupiah (Galibu) merupakan imbauan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman kepada seluruh kader PKS dan simpatisan untuk berpartisipasi menyukseskan Munas ke-4 PKS yang digelar secara sederhana sejak 12 hingga 15 September 2015 di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat.

Acara yang dihelat selama 5 hari itu juga dimeriahkan dengan Kegiatan Rakyat di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Sekitar 10.000 kader dan simpatisan tumpah ruah dalam acara itu.  

Penuntasan Masalah Tenaga Honorer K2 Belum Jelas

JAKARTA (16/9) - Rapat kerja dan dengar pendapat Komisi II dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta, Sabtu (12/9) belum menjawab penuntasan masalah tenaga honorer K2.

"Membaca Pagu Anggaran dan Rencana Kerja tahun 2016 Kementerian/Lembaga PAN-RB, BKN, dan KASN tidak ada yang mengarah kepada penuntasan tenaga honorer K2," kata Anggota Komisi II DPR RI, Saduddin yang disampaikan dalam rilisnya di Jakarta, Senin (14/9).

Untuk itu, lanjutnya, Komisi II belum dapat menyetujui pagu anggaran yang disampaikan Kementerian/Lembaga aparatur negara di ketiga instansi pemerintah tersebut.

"Kita (Komisi II) menginginkan pemerintah memberikan penjelasan terkait solusi permasalahan tenaga honorer K2 ini paling lambat Desember 2015," ujar Saad yang juga anggota Panja Aparatur.

Dengan demikian, ungkap Saad, Panja Aparatur akan mengundang kembali Kementerian/Lembaga PAN-RB, BKN, dan KASN untuk merumuskan solusi konkret masalah honorer K2. Rumusan itu akan diajukan dalam Pagu Anggaran dan Rencana Kerja, yang nantinya termuat dalam dokumen APBN 2016.

"Kita ingin pastikan masalah ini (honorer K2) sudah ada jawabannya sebelum Desember 2015," pungkas Politisi PKS ini.

Rabu, 16 September 2015

PKS Semakin Meng-Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik LIPI, Siti Zuhro menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin dewasa dan meng-Indonesiaan. Hal ini tampak dari momen musyawarah nasional ke-4 yang diselenggarakan partai berlambang padi dan bulan sabit tersebut.

"Ya dari Bahasa-bahasa politik ke publik. Ditambah juga dengan atributisasi Munas menunjukkan hal demikian (meng-Indonesia)," ujarnya saat ditemui di Gedung LIPI, Selasa (15/9).

Dia mencontohkan, jika dulu PKS identik denga isu Timur Tengah dan Palestina. Sekarang sudah seimbang. Selain isu Timur Tengah, isu kebangsaan juga mendapat respon yang besar dari PKS.

Dia berpendapat hal ini tentunya berkorelasi positif bagi PKS ke depan. Sebab, dalam konteks Indonesia yang plural, menjadi partai yang terlampau kanan akan sulit untuk memenangkan suara di masyarakat.

"Logikanya partai itu bukan masjid yang hanya menampung orang Islam saja. Mau tak mau PKS memang mesti bergandeng tangan dengan elemen lain dalam konteks kebangsaan," jelasnya.

Selasa, 15 September 2015

3 Solusi PKS untuk Atasi Krisis Ekonomi Indonesia

DEPOK (14/9) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan Indonesia menghadapi hari-hari depan yang cukup berat. Krisis ekonomi yang menerpa bangsa ini membuat kehidupan rakyat semakin tertekan. 
 
"Menghadapi situasi terkini dan tantangan ke depan, PKS mendorong pemerintah dan segenap komponen bangsa untuk segera menyelamatkan daya beli rakyat, khususnya masyarakat miskin," ujar Sohibul dalam jumpa pers usai penutupan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9).
 
Sohibul Iman melanjutkan, salah satu solusi penyelamatan daya beli rakyat di tengah situasi krisis saat ini adalah melalui kebijakan afirmatif jangka pendek seperti cash transfer, pembangunan infrastruktur dasar masyarakat skala kecil, dan pemberian insentif bagi perusahaan padat karya yang tidak melakukan PHK.
 
"PKS memandang penting penting bagi pemerintah untuk melakukan kebijakan jangka pendek yang memberi sinyal kredibel ke pasar untuk penguatan nilai tukar rupiah," imbuh doktor lulusan Jepang ini.
 
Langkahnya, kata Sohibul Iman, seperti mempercepat penyerapan anggaran pembangunan, termasuk anggaran di daerah, repatriasi valas hasil ekspor, diversifikasi pasar ekspor baru termasuk pembiayaan eksportir yang selama ini belum tersentuh, serta koordinasi BUMN untuk mempengaruhi pasar valas.

"Tidak seperti sekarang yang bergantung kepada negara seperti China dan Eropa. Kita juga harus serius membuka pasar ekspor baru, seperti negara-negara di Timur Tengah, Afrika, dan sebagainya," imbuhnya. "Jika tidak diantisipasi lebih baik, di masa-masa mendatang bangsa kita akan menghadapi krisis lebih berat dari krisis nilai tukar. Para ahli menyebutnya triple crisis, yaitu food, energy and water."

Untuk jangka menengah, Sohibul Iman menambahkan, PKS minta pemerintah bersama dengan DPR serius membahas Undang-Undang Jaring Pengaman Sosial Keuangan (UU JPSK). Hal ini, menurut Sohibul, diperlukan untuk memperkuat protokol ekonomi saat Indonesia mengalami krisis finansial.

"Kita tidak ingin kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) seperti waktu lalu terulang kembali," jelasnya.

Untuk jangka panjang, mantan wakil ketua DPR RI ini meminta pemerintah untuk memperkuat rantai industri Indonesia. Oleh karena, menurut Sohibul, rantai nilai (chain management) masih banyak yang bolong.

"Sehingga, pemerintah harus serius untuk membenahi sektor industri Indonesia agar tidak terus berfokus pada impor, khususnya impor kebutuhan keseharian masyarakat," pungkasnya.

PKS: KPK Hadir untuk Supervisi Penegakan Hukum

DEPOK (15/9). Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Parta Keadilan Sejahtera (PKS) resmi ditutup hari ini. Salah satu rekomendasi yang dihasilkan Munas, PKS mendukung penuh pemberantasan korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"PKS mendukung penuh penguatan peran KPK dalam pemberantasan korupsi," ujar Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam konferensi pers di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9).

Sohibul Iman mengatakan, PKS mendukung KPK sebagai salah satu penegak hukum, selain Polri dan Kejaksaan. Oleh karena itu, menurutnya, KPK harus dapat bekerja sama dengan penegak hukum lainnya agar penegakan hukum di Tanah Air menjadi lebih baik.

Mantan wakil ketua DPR ini mewanti-wanti agar KPK dapat menjalankan fungsinya sebaik-baiknya sebagai penegak hukum dan tidak bermain-main di politik.

"Politisi jangan banyak mencampuri urusan hukum, dan penegak hukum jangan main-main di politik. Karena itu kita dorong KPK supaya mau bekerjasama dengan penegak hukum lainnya. KPK hadir bukan sebagai superbody, tapi untuk supervisi penegak hukum lainnya," jelas Sohibul Iman.

Salim Segaf: Akhir Munas Awal Kerja Keras

DEPOK (15/9) - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri menutup acara Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 yang berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9).

Dalam kesempatan tersebut Salim menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas lancarnya estafet dakwah dari satu tokoh ke tokoh lainnya dalam kepengurusan PKS.

"Semuanya smooth, lancar. Karena kekuatan kita adalah kebersamaan, bersama dengan masyarakat tentunya," tutur Salim yang langsung disambut takbir dari ribuan peserta Munas.

Selain itu, Salim menyampaikan setelah Munas, kader mesti lebih banyak melakukan kerja-kerja yang riil di masyarakat, sesuai dengan tagline "Berkhidmat untuk Rakyat".

Salim Segaf Al Jufri menegaskan berakhirnya Munas menandakan kerja keras kader PKS di seluruh Indonesia maupun luar negeri segera dimulai.

"Ini (Munas) bukan akhir kerja keras kita. Besok atau lusa kita akan merumuskan Amanat Munas menjadi program-program kita, apakah jangka pendek, menengah, atau jangka panjang," kata Salim.

Menteri Sosial RI periode 2009-2014 itu mengingatkan para kader jika kewajiban-kewajiban yang diemban jauh lebih banyak daripada waktu yang dimiliki.

"Persoalan yang dihadapi umat ini begitu berat, dan sedikit sekali dari mereka yang Allah SWT tugaskan untuk memikul beban dakwah ini, menjadi dai merupakan kenikmatan yang luar biasa. Sungguh beruntung mereka yang bergabung di jalan Rasulullah SAW," pesannya.

Kekuatan perjuangan kader-kader PKS, tambah Salim, terdapat dalam kekuatan rakyat. Mantan duta besar Indonesia untuk Arab Saudi itu mengimbau seluruh kader untuk selalu meniatkan setiap perjuangan karena Allah SWT.

"Sampaikanlah salam, kedamaian untuk semua orang. Tahajudlah di malam hari, dan berilah makan untuk orang miskin," lirih Salim dengan gaya khas lembutnya.

Salim mengingatkan kembali seluruh kader PKS yang menjadi tokoh publik, untuk senantiasa berikrar di jalan Allah. Bekerja dengan profesional dan penuh amanah, menurut Salim, itulah yang diharapkan masyarakat dari PKS

"Godaan kekayaan dan jabatan bisa membayangi siapa saja yang menjadi tokoh publik. Kuncinya adalah ingat selalu dengan kematian," pesan Salim.

Terakhir, Salim berpesan jika PKS konsisten melayani masyarakat, akan banyak keajaiban yang terjadi di 2019."Bangun kebersamaan dengan saling mencintai satu sama lain, bersama dengan masyarakat. Insya Allah, di 2019 akan banyak keajaiban yang akan terjadi!" teriak Salim menyemangati hadirin sembari menutup pidatonya.

Senin, 14 September 2015

PKS Mohon Maaf Acara di Cibubur Ganggu Kenyamanan Masyarakat

Jakarta (13/9) - Hampir 10 ribu kader, simpatisan dan warga memadati Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur guna menghadiri Kegiatan Rakyat jelang Munas ke-4 PKS, Ahad (13/9).

Antusiasme kader, simpatisan, dan warga yang sangat tinggi itu di luar ekspektasi panitia. Kemeriahan itu mendapat apresiasi dari Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman. Kang Iman, begitu sapaan akrabnya, menghadirkan terima kasih kepada kader, simpatisan dan warga yang memadati arena Buperta sejak pukul 06.00 WIB.

Sohibul juga meminta maaf karena banyaknya peserta membuat arus lalu lintas di sekitar Cibubur tersendat.

"Subhanallah keluarga besar PKS dan masyarakat sangat antusias hadir dalam acara di Cibubur. Terima kasih kepada semuanya dan mohon maaf bagi pengunjung lain yang terimbas macet," papar Sohibul.

Pengurus DPP PKS Mardani Ali Sera secara khusus meminta maaf karena antusiasme warga yang besar menyebabkan arus lalu lintas keluar dari Cibubur macet. "Diperkirakan ada 10 ribu yang hadir, jumlah ini sangat besar di luar ekspektasi kita," kata Mardani.

Pimpinan PKS Jalan Sehat Bareng Warga

CIBUBUR (13/9) - Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie, Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman serta jajaran Pimpinan PKS melakukan kegiatan jalan sehat bersama warga di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Ahad (13/9). 

Jalan sehat ini dipimpin oleh Ketua Panitia Pengarah (Steerring Committee) Musyawarah Nasional ke-4 PKS, Suswono dan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Hadi Mulyadi.

Jalan sehat bersama warga ini merupakan bagian dari rangkaian Munas ke-4 PKS yang sengaja diadakan untuk bersilaturahim dengan rakyat."Kita ingin bersilaturahim dengan masyarakat. Semoga tercipta dialog dan interaksi antara pengurus partai dengan masyarakat," kata Suswono.

Hampir 10.000 kader dan simpatisan PKS turut mengikuti jalan sehat bersama petinggi PKS. Berbagai hadiah disiapkan untuk warga seperti sepeda motor, hewan kurban, alat elektronik dan kebutuhan rumah tangga lain. 

Selain jalan sehat, Kegiatan Rakyat ala PKS ini juga akan diramaikan dengan Panggung Kegiatan Rakyat yang akan diisi hiburan-hiburan, senam nusantara, doorprize, dan teleconference bersama perwakilan 10 daerah. Kegiatan Rakyat ini digelar mulai pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB.

PKS Dekat dengan Rakyat

Jakarta (12/9) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar "Kegiatan Rakyat" di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Ahad (13/9). Sejumlah acara dipersiapkan mulai dari jajanan beragam kuliner, hiburan hingga puluhan hadiah (doorprize) yang seluruhnya diperuntukkan bagi masyarakat.

Ketua Panitia Pengarah (Steerring Committee) Musyawarah Nasional ke-4 PKS, Suswono mengatakan, "Kegiatan Rakyat" merupakan bagian dari rangkaian Munas ke-4 PKS yang sengaja disediakan untuk bersilaturahim dengan rakyat.

"Kita ingin bersilaturahim dengan masyarakat. Semoga tercipta dialog dan interaksi antara pengurus partai dengan masyarakat," kata Suswono.

Suswono mengatakan, sekitar 100 stand bazaar beragam kuliner dan fashion Islami dijajakan di lapangan utama Buperta Cibubur dengan harga murah. Panitia, menurut Suswono, menyediakan 5000 voucher seharga Rp 10.000 yang bisa digunakan untuk belanja.

Kegiatan Rakyat ini, lanjut dia, merupakan rangkaian dari Munas ke4 PKS yang mengangkat tema "Berkhidmat Untuk Rakyat".

"Mengapa yang kita tonjolkan ini berkhidmat? Karena kami ingin memberikan pelayanan yang tulus supaya keberadaan PKS dapat dirasakan oleh rakyat," jelas mantan menteri pertanian ini.

Selain bazaar kuliner dan pakaian, Kegiatan Rakyat ala PKS ini juga akan diramaikan dengan Panggung Kegiatan Rakyat yang akan diisi hiburan-hiburan Islami (mentalliqo, Tari Saman, De Jenggot, Perkusi), Senam Nusantara, Jalan Sehat, dan doorprize. Kegiatan Rakyat ini digelar mulai pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Menyapa Kader

Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS akan melakukan dialog dengan para kader di daerah di sela-sela Kegiatan Rakyat di Cibubur, Jakarta Timur, Ahad (13/9). Dialog tersebut dilakukan melalui fasilitas teleconference.

"Ini semacam pusat menyapa daerah. Ada 10 daerah yang akan berbincang langsung dengan Ketua MS dan Presiden PKS," ujar Ketua Humas Munas ke-4 PKS, Dedi Supriadi.

Dedi memaparkan, 10 daerah tersebut adalah DPW Nanggroe Aceh Darussalam, DPW Sumatera Barat, DPW Lampung, DPW Bali, DPW Papua, DPD Kabupaten Sukabumi, DPD Kota Semarang, DPD Makassar, DPD Manado, dan DPD Lombok.

Menurut Dedi, Ketua MS Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman akan berdialog dengan kader di daerah seputar aktivitas sosial PKS di masyarakat hingga persiapan menjelang pelaksanaan Pilkada serentak.

"Bagaimana kabar kader di daerah, ada kendala apa. Apa yang bisa dibagi agar pusat bisa ikut memberi solusi. Situasi kekeringan dan krisis ekonomi sekarang, apa yang dilakukan kader di sana. Hingga persiapan pilkada," jelas Dedi. 

Sabtu, 12 September 2015

Keluarga Besar PKS Berbelasungkawa atas Musibah Jatuhnya Alat Berat di Masjidil Haram

JAKARTA (12/9) - Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turut berduka mendalam atas musibah jatuhnya alat berat (crane) di Masjidil Haram, Arab Saudi pada Jumat (11/9) malam.

"Duka mendalam dan doa takziyah atas musibah di Kota Makkah. Semoga Allah SWT merahmati para korban," kata Ketua Majelis Syuro PKS, Habib Salim Segaf Al Jufri di Jakarta, Sabtu (12/9).

Mantan dubes RI untuk Arab Saudi ini juga menyampaikan musibah bisa datang kapan saja. Ia mengajak masyarakat untuk bersabar dan terus memperbaiki diri.

"Musibah bisa datang kapan saja karena gejala alam atau kelalaian manusia. Tugas kita bersabar dan memperbaiki diri. Mitigasi bencana," tutupnya.

Seperti diketahui, pada Jumat (11/9) pukul 5.30 sore waktu Makkah telah jatuh alat berat di tempat Tawaf akibat badai angin disertai hujan deras. Puluhan jamaah haji meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka karena tertimpa alat berat tersebut. Termasuk di dalam daftar korban ialah jamaah haji asal Indonesia.

Rangkaian Munas, PKS Serukan Aksi Sosial

Jakarta (11/9) - Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-4 PKS, DR Suswono menyerukan kepada seluruh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi sosial.
"Kita harapkan pada hari Sabtu dan Ahad ini seluruh jajaran pengurus di tingkat wilayah maupun daerah untuk bersama-sama menyelenggarakan aksi sosial," kata Suswono di Kantor DPP PKS, MD Building Jakarta, Jum'at (11/8).
Aksi Sosial ini, menurut Suswono adalah bagian dari rangkaian Munas ke-4 PKS untuk makin mendekatkan pengurus dengan masyarakat. "Kita ingin bersilaturahim dengan masyarakat. Semoga tercipta dialog dan interaksi antara pengurus partai dengan masyarakat," kata Suswono.
Munas ke-4 PKS akan diselenggarakan pada 14 dan 15 September 2015 di Depok. Mengangkat tema "Berkhidmat untuk Rakyat" PKS ingin m

Kamis, 10 September 2015

Senin, 07 September 2015

Presiden PKS Serukan 'Gerakan Lima Puluh Ribu' untuk Sukseskan Munas

JAKARTA (7/9) - Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan digelar secara sederhana pada 12-15 September 2015 mendatang. Untuk kesuksesan acara tersebut, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengimbau seluruh kader partainya untuk ikut berpartisipasi melalui 'Gerakan Lima Puluh Ribu'.

"Dari dulu kita mempunyai semangat kebersamaan melalui sunduquna juyubuna (dana dari kantong sendiri). Untuk itu, kami mengimbau kepada antum semua, mari kita sama-sama sukseskan Munas ini dengan ikut berpartisipasi dan berkontribusi. Kita sebut ini Galibu, Gerakan Lima Puluh Ribu. Tidak berarti kita terpaku pada angka itu. Tapi silakan antum memberikan kontribusi pada pelaksanaan Munas kali ini," ujar Sohibul Iman di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (7/9).

Sohibul Iman mengatakan, Munas PKS kali ini akan dihadiri lebih kurang 1200 peserta dari seluruh wilayah di Indonesia dan perwakilan luar negeri sehingga membutuhkan dukungan beragam sumber daya dari kader dan keluarga besar PKS.

Dalam konteks kepemimpinan, lanjut doktor lulusan Jepang ini, Munas dilaksanakan untuk menghasilkan program kerja untuk lima tahun akan datang. Oleh karena itu, sangat diperlukan kontribusi dan dukungan dari seluruh kader dan keluarga besar PKS se-Tanah Air.

"Ini adalah hajatan kita bersama, dari kita untuk kita. Karena itu mari kita bersama-sama untuk berkontribusi bagi terlaksananya Munas ini dengan sebaik-baiknya. Semoga seluruh sumbangsih kita yang ikhlas dan demi perjuangan kita, dapat balasan dari Allah SWT," jelas Sohibul Iman.

Mantan wakil ketua DPR ini meyakinkan, setiap dana yang masuk untuk kesuksesan Munas PKS akan dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku baik internal maupun publik.

Munas ke-4 PKS akan dibagi menjadi dua tahapan. Tahapan pertama, rapat Majelis Syuro pada tanggal 12-13 September 2015 di Kantor DPP PKS, Jakarta. Tahapan kedua, Musyawarah Nasional pada 14-15 September 2015 di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jawa Barat. Munas ke-4 PKS juga akan dimeriahkan dengan rangkaian Kegiatan Rakyat di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka Cibubur.

Kontribusi dana Munas ke-4 PKS dapat disalurkan ke rekening Bank Mandiri Cabang Warung Buncit a.n. Partai Keadilan Sejahtera No Rek 127-00-161616-12; BCA Cabang Jatinegara Barat a.n. PKS Munas No Rek 760-033-2451; atau BSM Cabang Pondok Bambu a.n. PKS Munas No Rek 701-7724-791.

Kamis, 03 September 2015

Perempuan PKS Dorong Pengentasan Kemiskinan di Forum Internasional ICAPP Azerbaijan

BAKU (3/9) - Para politisi dan pimpinan partai perlu memiliki komitmen yang kuat dalam menghasilkan kebijakan partai, produk legislasi, dan program pemerintah yang pro rakyat serta memajukan kesejahteraan mereka.
 
Ketua Bidang Perempuan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati menyampaikan hal ini pada International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) di Baku, Azerbaijan, Kamis (3/9).
 
Anis memaparkan partai politik, melalui kader-kadernya, perlu melakukan kerja-kerja pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, selain kegiatan charity yang selama ini banyak dilakukan, partai politik perlu ikut serta membina masyarakat untuk hidup mandiri. 
 
"Banyak negara terbelakang dan sedang berkembang, kemiskinan  semakin akut karena lemahnya fungsi pelayanan dan akuntabilitas penyelenggara negara. Sudah selayaknya partai-partai politik terlibat langsung dalam pengentasan kemiskinan melalui gagasan dan program yang konkret," ujarnya.
 
Berbicara tentang peran perempuan dalam pengentasan kemiskinan, Anis berpendapat hal itu bukan hanya berdampak untuk diri perempuan sendiri, tetapi juga untuk seluruh anggota keluarga. "Dengan demikian, keluarga  mereka dapat bangkit dan maju secara ekonomi," paparnya.
 
Pada kesempatan itu, Anis juga menjelaskan program ketahanan keluarga serta program pembangunan ekonomi keluarga yang dijalankan Bidang Perempuan PKS. Ketahanan dan kesejahteraan keluarga, katanya, dapat tercapai apabila didukung anggota keluarga yang tangguh dan mandiri.
 
"Sementara, program ekonomi keluarga merupakan aktivitas usaha kecil bersama yang dilakukan oleh sejumlah keluarga. Penumbuhan kapasitas usahanya dilakukan melalui pelatihan-pelatihan kewirausahaan, pendirian usaha-usaha kecil kreatif, dan pendampingan," tambahnya.
 
International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) merupakan sebuah wadah yang beranggotakan partai-partai politik di Asia. PKS merupakan satu-satunya partai politik asal Indonesia yang hadir dan menyampaikan gagasannya pada konferensi tentang Perempuan di Asia bertemakan Accomplishments, Challenges, and Way Forward for Women in Asia. 
 
Hadir mewakili PKS, Ketua Bidang Perempuan Anis Byarwati dan Sekretaris Bidang Perempuan Kurniasih Mufidayati. Tercatat, sejak 2011 perempuan PKS telah hadir empat kali dan menyampaikan pandangan kunci dalam forum ICAPP.  

Keterangan Foto: Ketua Bidang Perempuan DPP PKS, Anis Byarwati (berjilbab merah) saat mewakili Partai Keadilan Sejahtera dalam konferensi tentang Perempuan di Asia dalam International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) di Baku, Azerbaijan, Kamis (3/9).

Rabu, 02 September 2015

Pengamat Politik: PKS Harus Jadi Rumah untuk Rakyat


JAKARTA (2/9) – Suatu partai bisa menjadi besar saat ia berhasil menjadi representasi masyarakat luas. Begitu pula PKS harus bisa menjadi rumah yang nyaman bagi masyarakat, dengan menunjukkan empati dan membela rakyat yang sedang didera kesulitan-kesulitan.
"Jadi ketika sebagian masyarakat merasakan ketidakpuasannya, disitu seharusnya PKS hadir dengan empati. Bahwa PKS adalah suatu organisasi politik yang bisa merepresentasikan kesulitan mereka," kata Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro saat dihubungi via telepon, Rabu (2/9).
Siti Zuhro mengatakan Musyawarah Nasional (Munas) merupakan kesempatan penting bagi PKS untuk memeriksa kembali semua visi, misi, dan platform yang sudah menjadi landasan partai. Konteks ini perlu dipahami kembali agar program yang dirancang lima tahun ke depan tepat sasaran.
"PKS perlu memperkirakan secara akurat berbagai fenomena yang akan terjadi lima tahun mendatang. Dipetakan apa yang akan berubah dan apa yang berkesinambungan. Tentunya, hal ini harus merujuk kembali dimana basis politik utama PKS," ujar Siti Zuhro.
Sementara, Pakar Komunikasi Politik Tjipta Lesmana berharap Munas ke-4 PKS dapat berjalan lancar dan menunjukkan persatuan kepada rakyat Indonesia.
"Sukses bagi Munas PKS, jangan seperti partai lain, kalau Munas, kalau kongres selalu ribut-ribut. Semoga Munas PKS lancar dan menunjukkan persatuan kepada rakyat Indonesia," pesan Tjipta Lesmana.
PKS akan menggelar Munas ke-4 di Depok, Jawa Barat pada 14-15 September 2015. Selain pengukuhan struktur DPP PKS masa bakti 2015-2020, PKS akan menyampaikan pandangan politik terkait kondisi kekinian di Indonesia.