Kamis, 22 Oktober 2015

INI SOAL KEMANUSIAAN UNGKAP KETUA PKS KALTENG


Palangka Raya, Kamis (22/10) Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Tengah, Heru Hidayat menyampaikan bahwa kondisi kebakaran dan dampaknya di Kalimantan Tengah saat ini tidak saja pada pihak tertentu, golongan, suku, agama, partai politik, pilihan presiden, dukungan calon kepala daerah atau lainnya tapi ini kondisi soal kemanusiaan yang terkena semua masyarakat di Kalimantan Tengah tanpa kecuali. Maka hanya dari hati yang tulus, pandangan jernih, pikiran objektif yang bisa merasakan bagaimana keadaan masyarakat secara umum yang sangat memprihatinkan sampai saat ini. 

Asap pekat semakin parah menyelimuti Kalimantan Tengah, jangankan area terbuka, kini asap sudah masuk ke rumah-rumah penduduk, bahkan penderita terkena ISPA semakin meningkat baik anak-anak maupun orang tua. Sebagian mereka lebih memilih evakuasi dalam kondisi yang tidak memungkinkan secara perseorangan karena mereka memiliki kemampuan untuk evakuasi, sementara bagi yang tidak memiliki kemampuan pendanaan mereka lebih memilih bertahan, meski mereka sadar sampai kapan bisa bertahan ungkap Heru. 

Sementara Pemerintah Daerah sejak awal pendanaan sangat terbatas, sehingga sepertinya mereka harus berupaya meminta bantuan Pemerintah Pusat, begitupun gelagat Pemerintah Pusat sepertinya belum bisa optimal menggulirkan upaya penanggulangan kebakaran ini. Akhirnya mereka juga berharap bantuan kepada negara lainnya yang memang peduli dan merasakan dampak meluas kebakaran di Indonesia. 

Lantas apa yang akan kita lakukan untuk berbuat atas nama kemanusiaan ini, bagi PKS Kalteng tentu saja berbuat dengan kemampuan setiap kita, namun akan lebih ringan jika kita lakukan bersama dengan tugas, kewenangan, dan juga kemampuan semua pihak. Kami sangat mengapresiasi semua relawan swasta, pemadaman, para media, komunitas, dan semua pihak yang telah bersama-sama masyarakat menanggulangi kebakaran di Kalimantan Tengah. 

Mereka tidak berbicara sekedar bisnis, keuntungan, atau lainnya, tapi kebersamaan ini di bangun atas nama kepedulian, kejujuran hati, dan kemanusiaan. Atas nama kemanusian kita tidak perlu menunggu semakin banyaknya korban berjatuhan tetapi saling bahu-membahu semua untuk bisa membantu, apapun partainya, pilihannya, profesinya karena yang paling penting dari semua itu adalah berbuat meminimalisir korban. 

Memadamkan kebakaran, pelayanan kesehatan, evakuasi, dan doa bersama semua elemen masyarakat ini bisa kita lakukan secara pribadi, kelompok, komunitas, namun akan jauh lebih efektif jika pemerintah yang memiliki kewenangan dan juga anggaran melakukannya secara masif dan efektif. Maka soal kemanusiaan ini hanya bisa efektif dilakukan oleh mereka para pemimpin yang berjiwa peduli, sadar, sigap dan mengayomi. Jika tidak maka berapapun korban akibat kebakaran ini tak akan mengubah cara mereka untuk bisa berbuat lebih atas nama kemanusiaan. Dan sudah saatnya atas nama Kemanusian para pemimpin dan pengambil kebijakan di negeri ini berbuat dengan semua potensi bantuan. Mendekatkan bersama masyarakat yang sangat membutuhkan jika memang benar itu waktunya keberpihakan harap Heru.

0 komentar:

Posting Komentar