Selasa, 29 Desember 2015

SAHABAT ANAK MUDA BERSAMA PKS

Palangka Raya, Minggu (27/12) Bidang Kepemudaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan Workshop Kepemudaan di Hotel Neo Palangka Raya. Kegiatan yang di ikuti oleh seluruh bidang Kepemudaan PKS Kalteng tersebut berharap bisa menentukan arah kebijakan dan target capaian yang akan di raih pada setiap tahunnya menurut Kasmi, S.Kel selaku ketua Bidang Kepemudaan. Dengan adanya workshop Kepemudaan kita bisa menemukan alur kerja yang akan menjadi fokus bagi Bidang Kepemudaan dalam menjalani amanah di Kalimantan Tengah. Sehingga di harapkan hasil yang di dapat adalah validitas dan update data base yang ada di Kalimantan Tengah, rumusan solusi atas kendala dan tantangan yang akan siapkan dalam mengantisipasi dinamika yang akan datang. 
     Kegiatan yang berlangsung satu hari ini menjadi sarana penguat bagi semua elemen Kepemudaan agar mampu bersinergi dalam berbagai kegiatan maupun program ungkap Kasmi. Sementara itu, Ketua DPW PKS Kalteng, Heru Hidayat dalam sambutannya sangat mengapresiasi langkah yang di lakukan oleh Bidang Kepemudaan PKS Kalteng yang secara cepat mampu membuat pola kerja Bidang dan kebutuhan yang menjadi prioritasnya.  Menurut Heru, semua kader pembina anak muda harus menjadi sahabat anak muda, maka untuk bisa menunjang upaya bersama anak muda, kita mesti melakukan gerakan yang di singkat SAPA. 
   S adalah Silaturahim, kita harus terus melakukan silaturahim, untuk bertemu, menyampaikan informasi mengenai dakwah kita kepada anak-anak muda, minimal merasakan kedekatan dengan kita, syukur jika mereka menjadi bagian dari kita, menjadi simpatisan, kader yang mendukung dakwah kita ungkap Heru. A berikutnya adalah Aksi, kita harus aktif melakukan aksi untuk kegiatan-kegiatan yang baik kepada komunitas-komunitas anak muda, jaringan kita, agar mereka turut serta dalam kegiatan kita. Selanjutnya adalah P yaitu Pembinaan, agar silaturahim kita semakin memberikan makna dan manfaat maka setelah silaturahim kepada siapapun baik yang berbeda agama, suku, dan lainnya, kita lakukan pendekatan aksi dan secara intensif perlu dilakukan pembinaan agar memiliki perubahan menjadi lebih baik, secara pribadi, lingkungan maupun masyarakat dan yang berikutnya adalah Amanah, bagaimanapun semua itu adalah amanah bagi kita, sehingga perlu dipertanggungjawabkan dengan baik. 
      Agar memudahkan evaluasi dan memiliki nilai pembelajaran bagi masyarakat. Dengan pendekatan bersahabat dengan anak muda, semoga menjadi semangat yang menggelora, insya Allah akan merasakan nyaman, tenang, dan asyik dengan dakwah kita ungkap Heru. Keterangan Photo : Ketua PKS Kalteng (Heru Hidayat) sedang memberikan arahan kepada peserta Workshop Kepemudaan, Minggu (27/12) di Hotel Neo Palangka Raya

Kamis, 24 Desember 2015

PKS KALTENG BAGI-BAGI BINGKISAN SPESIAL

Palangka Raya – Dalam memperingati hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPW PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Provinsi Kalteng membagikan bingkisan spesial (22/12).

Belasan bingkisan spesial di bagikan ke ibu-ibu pedagang, ibu pekebun sayur dan ibu rumah tangga yang tinggal di kota Palangka Raya. Selain pemberian kado istemewa juga mendapatkan ucapan selamat hari ibu secara langsung dari ketua Bidang perempuan dan ketahanan keluarga (BPKK) DPW PKS Provinsi Kalteng Elin ismayanti, S.Pd.

Pemberian bingkisan spesial dan ucapan istemewa ini disamput haru oleh ibu-ibu bahkan ada yang hampir meneteskan air mata membendung rasa terharu kepada PKS. Ibu-ibu penerima kado dan ucapan istemewa mengucapkan rasa terima kasih kepada PKS dan hanya PKS yang mengucapkan selamat hari ibu kepada mereka, suami saja tidak ada mengucapkan, uacapan dari ibu salah satu penerima bingkisan spesial dan ucapan istemewa.

“Pemberian bingkisan spesial dan ucapan selamat hari ibu ini semoga dapat memberikan kebahagian ke pada ibu-ibu yang telah bersusah payah berperan sebagai ibu rumah tangga dan juga berlelah-lelah yang juga ikut membantu ekonomi para suaminya,” jelas Elin.

Lanjut elin BPKK mengajak kita semua dan masyarakat untuk mengapresiasi peran ibu dalam menjalankan peran strategisnya yang telah melahirkan dan mempersiapkan generasi yang tangguh yang berakhlak mulia dan menyiapkan anak-anak menjadi generasi pelanjut bangsa.

“Oleh karena itu, ibu telah memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa dan negara, karena peran ibu memiliki hubungan dengan ketahanan keluarga dan ketahanan Nasional. Jika rapuh keluarga maka akan medorong rapuhnya ketahanan Nasional”, jelas Elin.

“Ibuku sahabatku, ibuku pahlawanku, do’a ibu barokah kehidupanku, sepenuh cinta untukmu ibu dan terima kasih ibu atas cintamu, selamat hari ibu, “ ucap Elin.

Kata terima kasih juga diucapkan dari ketua umum DPW PKS Provinsi Kalteng Heru Hidayat, ST. “Apresiasi saya untuk para ibu yang telah mengajarkan nilai-nilai ketulusan dan perbaikan kepada keluarga, untuk mengubah masyarakat, bangsa dan negara menjadi lebih baik dan bermartabat,“ ungkap Heru.

Tidak hanya memberikan bingkisan spesial dan ucapan istemewa DPW PKS Provinsi Kalteng juga mengadakan lomba selfie bersama ibu gratis tidak dipungut biaya dengan tema “CINTA IBU”. Bahkan setiap peserta yang mengirimkan fotonya akan mendapat pulsa gratis Rp. 5.000,- secara cuma-cuma. Sedangkan untuk juara 1, 2 dan 3 mendapatkan hadiah ratusan ribu. 

Pendaftaran dan upload foto untuk lomba foto selfie sampai tanggal 30 Desember 2015


































Untuk mengisi formulir pendaftaran, silahkan kunjungi: https://goo.gl/JMJ80g

Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, Silaturahim Dengan Dosen

Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat menghadiri undangan kegiatan Maulid nabi Muhammad SAW hari selasa malam (22/12) kemarin. Kegiatan tersebut mendatangkan ulama kharismatik dari Kalimantan Selatan KH. Husin Nafarin, Lc, MA

Membangun Tradisi Silaturahim

"Meski berbeda, tidak menyurutkan kita untuk terus menjalin silaturahim. Dan kita berharap bisa saling bekerjasama dalam hal yang di sepakati dan bertoleransi dalam hal yang berbeda" demikian ungkap Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat. 
         Sejak di lantik sebagai Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tanggal 4 Oktober 2015 lalu. Maka satu pekan pertama yang dilakukan oleh seluruh jajaran DPW PKS Kalteng adalah menyamakan paradigma amanah dan cara mengelola partai dakwah untuk menjadi lebih baik dan maju. Satu pekan berikutnya adalah membagi tugas dan kewenangan seluruh pengurus agar semua bisa bekerja secara fokus dan optimal namun tetap menjaga sinergitas kinerja DPW PKS Kalteng.
   Sebagai Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat melakukan upaya penguatan dari berbagai potensi yang ada baik itu kader maupun masyarakat. Dan diantaranya adalah menghimpun saran, masukan, dan kerjasama sebagai energi positif dengan pola silaturahim. Menurut Heru, jika pola ini bisa kita lakukan secara terus menerus didukung dengan niat, cara, dan tindak lanjut secara baik maka akan menghasilkan banyak manfaat. Oleh karena itu, tiga pekan setelah di lantik sebagai pengurus DPW PKS Kalteng diantara program prioritas yang dilakukan adalah menjalin silaturahim dengan berbagai elemen masyarakat yang ada di Kalimantan Tengah. Diantaranya dengan partai politik seperti PDIP, Golkar, Demokrat, PAN, Nasdem, PPP, dll. Heru mengatakan bahwa sudah semestinya semua kita adalah sesama anak bangsa yang harus bersinergi dalam berbagai cita-cita luhur maupun harapan masa depan bersama di Kalimantan Tengah. Selain itu silaturahim di lakukan dengan ormas seperti NU, Muhammadiyah, HTI, PGI, Kaharingan, dll. Bahkan melakukan silaturahim dengan Pj. Gubernur, Danrem, dan tokoh masyarakat lainnya.
    Dengan memperkokoh kebersamaan membangun Kalimantan Tengah. Menurut Heru, jika PKS kelak menang di Kalteng, kami tidak bisa bekerja sendirian, kami harus bergandengan tangan dengan elemen lainnya, kami membutuhkan pihak lain untuk bisa bahu-membahu memajukan Kalimantan Tengah. Oleh karena itu tradisi silaturahim harus terus dilakukan meskipun ada perbedaan dalam pilihan ataupun kebijakan dalam setiap momentum ungkap Heru. Namun demikian dengan silaturahim kita bisa saling bekerjasama dalam berbagai hal yang bisa di sepakati bersama. Oleh karena itu modal untuk bisa menjaga silaturahim itu adalah niat dan upaya objektif melihat sisi yang bisa di ambil manfaat baiknya. Sehingga akan hadir upaya saling mengenal, membantu, mengingatkan dan memotivasi antara satu dengan lainnya ujar Heru. Lantas Heru menambahkan bahwa selain silaturahim yang di lakukan kepada pihak eksternal, Jajaran PKS Kalteng melakukan silaturahim kepada jajaran pengurus yang berada di Dewan Pengurus Daerah (DPD) yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota dengan program "Sarasehan Kader, Struktur Mendengar". Menurut Heru sangat efektif untuk memberikan porsi yang cukup bagi para kader untuk menyampaikan saran, masukan dan kritik untuk kemajuan PKS dan kontribusi PKS bagi masyarakat.
      Selain itu menurut Ketua Umum PKS termuda ini, Jajaran DPW memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh kader dan juga para Murobbi/ah yang telah berjuang melakukan upaya pembinaan secara terus menerus. Untuk memudahkan komunikasi dan peran partisipasi aktif kader dalam tata kelola partai ini, secara khusus Ketua Umum memberikan akses langsung untuk mendapatkan masukan melalui pesan sms yang secara rutin dilakukan kepada para kader se-Kalimantan Tengah. Jadi menurut Heru, tradisi silaturahim itu harus terus di jaga untuk mendapatkan energi tambahan bagi tata kelola dan juga pengembangan PKS di Kalimantan Tengah. Dalam beberapa hari kemarin kita juga melakukan silaturahim kepada jajaran Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Tengah, yang baru saja di lantik pada hari rabu (16/12).
     Dengan model silaturahim, Heru mengharapkan semua pihak bisa menjalin komunikasi dan silaturahim dalam menghadapi berbagai tugas dan terobosan yang harus dilakukan di Provinsi Kalimantan Tengah. Menurut Heru, Kalimantan Tengah harus bisa bersinergi, aman, damai, dalam berbagai kondisi termasuk saat ini menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang tertunda. Saat ini semua kader, struktur DPD, DPW solid mendukungan nomor urut satu yaitu pasangan H. Sugianto Sabran-Habib Ismail sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah. Namun kita harus menghormati hasil keputusan MA dan KPU ungkap Heru. Sehingga Heru berharap dengan menjalankan tradisi silaturahim akan di dapat kebaikan dan kemanfaatan yang panjang dan berkah. Jadi dengan adanya perbedaan tidak menjadikan silaturahim terputus, harus terus terjalin dengan baik ungkap Heru.

Selasa, 22 Desember 2015

INGAT IBU MESKI DI RANTAU

Palangka Raya, Selasa (22/12) Dalam rangka memperingati hari Ibu, Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat memiliki pengalaman yang sangat berkesan. Hal ini dialami beliau pada saat mau pergi menuntut ilmu ke pulau Kalimantan yaitu dengan terlebih dahulu memohon ijin kepada kedua orang tua. Rasa berat bagi kedua orang tua, terutama ibu, ketika harus mengijinkan anaknya untuk pergi jauh merantau yang sebelumnya tidak pernah terbayang bagi sang Ibu. Meski hari-hari sebelumnya ibu adalah sosok yang sering kali menyiapkan sarapan pagi, terkadang memanggil kami untuk membantu beliau mengambil atau membelikan sesuatu yang beliau butuhkan. Berat memang jika harus melepas siapapun anaknya yang sehari-hari terasa dekat dengan sang Ibu.
Itulah yang kemudian akan terasa berat di hati siapapun yang akan melepas anaknya untuk pergi jauh dari kebiasaan bersama. Perasaan sang ibu sangat peka terutama ketika harus meneteskan air mata sebagai pertanda bahwa sang anak masih sangat di butuhkan untuk senantiasa dekat. Bisa jadi hal yang sama sahabat juga mengalaminya? Bahkan menurut Heru yang telah di amanahi empat orang anak ini menuturkan bahwa "sejak kecil saya sering kali membantu Ibu, meski harus bekerja pada perusahaan keluarga untuk mendapatkan tambahan uang jajan ataupun menambah untuk pembayaran SPP sekolah". Ada perasaan puas dan bangga ketika setiap kali menerima honor dari jerih payah keringat yang dilakukan. Apalagi uang yang di dapat cukup meringankan beban orang tua untuk bisa memenuhi keperluan sekolah.

Kemudian Heru bercerita bahwa untuk mencapai sekolah SMP harus mengayuh sepeda sejauh 7 kilo meter untuk bisa sampai di awal waktu jam pelajaran, meskipun banyak diantara anak-anak sekolah menggunakan angkutan umum. bahkan ketika SMA terkadang saya harus mengayuh sepeda sejauh 20 kilo meter. Untuk mengobati rasa lelah dan capai biasanya kami saling jemput rekan-rekan sekolah yang juga menggunakan sepeda, lantas kami bersama-sama mengayuh sepeda menuju ke sekolah ungkap Heru. Menyenangkan memang ketika niat untuk bisa sekolah terus menggelora dalam diri kami anak-anak desa yang sangat membutuhkan ilmu pengetahuan. Karena seringkali kesempatan untuk bisa melanjutkan sekolah sangatlah terbatas, apakah karena alasan biaya, alasan jauh, ataupun alasan lainnya. Namun hari-hari itu saya merasakan bagaimana kedua orang tua kami memberikan dukungan dan doa untuk terus bisa belajar di manapun dan kapanpun. Saya yakin sahabat semua merasakan bagaimana kedua orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi orang yang berhasil dan bahagia? Begitu besar pengorbanan kedua orang tua untuk bisa merawat, mendidik, dan memberikan kasih sayang kepada kita semua.


Dalam hati yang paling dalam pasti ada harapan dan keinginan para orang tua, ayah maupun ibu untuk terus mendoakan anaknya. Begitu besar pula harapan mereka agar kelak memperoleh kebahagiaan dunia akhirat, kebersamaan dalam menempuh kehidupan yang kekal. Maka dalam kesempatan ini, Heru selaku ketua Umum PKS Kalteng memberikan saran agar kita semua sebagai anak menyempatkan waktu untuk bisa berkomunikasi, mendoakan, mengungkapkan rasa terima kasih dan jika ada rizqi yang memenuhi berkunjunglah untuk bisa bersilaturahim kepada kedua orang tua. Semoga momentum ini menjadikan pengingat kita akan pengorbanan dan upaya kebaikan dari kedua orang tua kita, terutama untuk Ibu. Meski dari rantau kami sangat merindukan mu Ibu. Terima kasih, mohon maaf semoga bermanfaat.

Jumat, 18 Desember 2015

Ketua Umum PKS Kalteng : PKS Solid Perkuat Kemenangan Sohib

Palangkaraya, (18/12) Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ketua umum PKS Kalteng menyampaikan kepada Tim Media PKS Kalteng bahwa “PKS Solid perkuat kemenangan Sohib”. 

Tergambarkan dengan jelas dari apa yang beliau sampaikan bahwa seluruh kader PKS Kalteng semakin solid untuk mendukung pasangan no. urut 1 ini. 
Tidak ada sama sekali perpecahan suara diantara kader PKS . Ini berarti pasangan no. urut 1 akan mendapatkan suara penuh dari seluruh kader PKS Kalteng.[sumber_foto:beritasatu.com]

Catat! Hanya Gerindra dan PKS yang Tolak Revisi UU KPK

JAKARTA – Dari 10 fraksi yang ada di DPR RI, hanya Partai Gerindra dan PKS yang secara terang-terangan menolak revisi UU KPK dan RUU Pengampunan Pajak dalam Sidang Paripurna, Selasa (15/12).

Hal itu sebagaimana disampaikan Legislator Gerindra Nizar Patria yang menegaskan bahwa usulan pengampunan pajak kontradiktif dengan UUD 1945 Pasal 23 a.

“Fraksi Gerindra menolak keras RUU Pengampunan Pajak menjadi Prolegnas 2015,” kata Nizar sebagaimana dikutip dari laman Tempo, Selasa (15/12).
Ihwal UU KPK, menurut dia, Presiden berhak mengajukan revisi ke DPR. Namun pemerintah malah mengembalikan kepada DPR sebagai pengusul revisi. “Fraksi Gerindra menolak keras,” ucapnya.
Nizar berangkapan kedua undang-undang tersebut tidak bersifat memaksa, sehingga pengajuan untuk pembahasan bisa dilakukan pada periode berikutnya.
Legislator PKS dari Aceh, Nasir Djamil, pun meminta revisi UU KPK sebagai usul pemerintah. Alasannya, beberapa waktu lalu pemerintah sudah mengusulkan perubahan undang-undang ini.

“Tapi barangkali, karena dinamika dan sebagainya, rancangan ini tidak muncul kembali. Kenapa?” ucapnya. Dia berharap, kalau pemerintah yang mengajukan, pihaknya akan lebih mudah berkonsolidasi dengan lembaga penegak hukumterkait dalam menyusun Daftar Inventaris Masalah (DIM).

Politikus Gerindra lainnya, Martin Hutabarat, mengatakan revisi UU KPK sudah jadi perdebatan sejak dulu. Menurut dia, suasana saat ini tidak kondusif untuk membahas revisi. Begitu juga Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak, kata dia, pemerintah menyampaikan keinginannya, tapi tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kedua RUU ini sebaiknya usul pemerintah. Pada saat suasana sekarang, masyarakat sangat kritis terhadap keberadaan DPR,” ujarnya.[http://suarajakarta.co/]

Kamis, 17 Desember 2015

Di Jepang Ternyata Juga Ada PIP PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat respon cukup baik dari masyarakat dalam perkembangannya terus melakukan perluasan aktivitas untuk menjawab problematika bangsa Indonesia. 
Dengan usianya yang terus bertambah, respon positif terhadap PKS juga terus bertambah termasuk dari masyarakat Indonesia di Jepang. 

Kondisi ini membuat beberapa anggota dan simpatisan Partai Keadlian Sejahtera di Jepang berinisiatif untuk mendirikan Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera- Jepang (PIP PKS-Jepang) pada tanggal 15 Juni 2003, yang merupakan wadah bagi anggota serta simpatisan Partai Keadilan Sejahtera di Jepang. Informasi lebih lanjut kunjungi: http://pks-jepang.org/

Iskan Qolba Lubis: Kita ini negara berdaulat. Freeport harus mematuhi UU Minerba

Jakarta (17/12) – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS Iskan Qolba Lubis menegaskan PT Freeport Indonesia (PTFI) harus mematuhi UU Minerba. Demikian disampaikan Iskan dalam Diskusi Publik dan Pernyataan Sikap "Tegakkan Kedaulatan Negara di Tambang Freeport" di Ruang GBHN Nusantara V MPRI RI Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/12).


“Kita ini negara berdaulat. Freeport harus mematuhi UU Minerba,” kata Iskan.

Anggota Dewan dari) Sumatera Utara II ini juga mengatakan PKS mendukung terbentuknya Panitia Khusus (Pansus) Freeport dan mengajukan Hak Angket kepada pemerintah. Ia juga mendukung pemeriksaan oknum pejabat pemerintah yang manipulatif dan bersekongkol dengan Freeport.

“PKS setuju Pansus Freeport, akan kita buktikan dan buka selebar-lebarnya. PKS siap memperjuangkannya, agar kita tak punya beban sejarah,” kata Iskan.

Dengan berlakunya UU Minerba No. 4 Tahun 2009, PTFI berkewajiban menyesuaikan seluruh ketentuan dalam Kontrak Karya (KK) dengan ketentuan yang ada dalam UU Minerba. Pelaksanaan penyesuaian ketentuan KK ini berlangsung dalam proses renegosiasi kontrak yang antara lain difokuskan pada penentuan luas wilayah, kewajiban divestasi, kewajiban penggunaan produk dalam negeri, peningkatan penerimaan negara, kewajiban smelting dalam negeri dan penetapan periode kontrak. Namun meskipun proses renegosiasi telah berlangsung lebih dari 5 tahun, PTFI tetap menolak mematuhi perintah UU Minerba No. 4 Tahun 2009.[kabarpks.com]

Fahri Hamzah : film @BulanTerbelah karya Hanun Rais dan Suaminya Angga. Hebat!

Dalam akun twitternya Fahri Hamzah menulis: Baru nonton film @BulanTerbelah karya Hanun Rais dan Suaminya Angga. Hebat! 

Bagaimanakah kira-kira filmnya hingga membuat Fahri Hamzah mengatakan bahwa film ini hebat. Silahkan saksikan secara langsung filmnya dibioskop terdekat. 

Dan berikut sedikit gambaran tentang film tersebut:

Sinopsis Film Bulan Terbelah di Langit Amerika [dakwatuna.com] :

Setelah mendapatkan sebuah kiriman email video seorang gadis berjudul “Do you know my Dad?” Hanum (Acha Septriasa) yang telah berhijab, dan bekerja di sebuah kantor berita di Wina, diberi tugas untuk menulis artikel provokatif oleh kepala redaksinya, berjudul “Apakah dunia lebih baik tanpa Islam?” Hanum tak kuasa menolak tugas wawancara keluarga korban tragedi 11 September di New York, Azima Hussein (Rianti Cartwright), seorang mualaf yang bekerja di sebuah museum, yang mengetahui banyak tentang Islam dan sejarahnya, dan anaknya, Sarah Hussein (Hailey Franco).
Pada saat yang bersamaan, Rangga (Abimana Aryasatya) suaminya juga ditugasi oleh profesornya untuk mewawancara seorang miliuner dan philantropi Amerika,Phillipus Brown, demi melengkapi persyaratan S3-nya. Brown dikenal sangat misterius, dan tidak mudah berbicara dengan media sejak 2001. Rangga diminta untuk menemui Stefan (Nino Fernandez) dan kekasihnya Jasmine (Hannah Al Rashid) yang berada di New York yang telah mengatur pertemuan eksklusif dengan Brown.
Rangga dan Hanum akhirnya berangkat ke New York. Keduanya mengalami tarik ulur kepentingan, yang mengakibatkan segalanya menjadi runyam. Ditambah lagi, demonstrasi besar-besaran menentang masjid Ground Zero New York berakhir ricuh. Hanum dan Rangga terpisah di jagad New York yang penuh dengan hingar bingar manusia.Film Bulan Terbelah di Langit Amerika yang diadaptasi dari novel berjudul sama mulai tayang pada 17 Desember 2015 di bioskop.

Mabit bersama Kader se-kota Palangka Raya

Pelaksanaan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) bersama Kader se-kota Palangka Raya pada hari rabu tanggal 16 Desember 2015 yang dimulai pukul 19.20 (Bada Isya) memberikan suntikan ruhiyah kepada kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Palangka Raya yang bertempat di Mushola Manarul Ilmi yang terletak di jalan Yos sudarso VII itu. Dalam  kegiatan tersebut dengan rangkaian acara Tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Arifin,setelah itu masing – masing dari peserta MABIT tersbut mendapat tugas tilawah 1 juz perorang.  kemudian dilanjutkan dengan Shalat malam yang iikuti dengan khusuk oleh para peserta MABIT. Bahkan tidak hanya itu, setelah selesai shalat malam dilanjutkan dengan sahur bareng untuk ibadah shaum sunah kamis.

Dalam kesempatan itu dengan pemateri ustadz Arifin menyampaikan pesan bahwa semangat perjuangan itu dibangun harus berdasarkan keimanan yang kuat kepada Allah SWT, Tanpa keimanan yang kuat itu maka perjuangan yang dilakukan hanya bertahan sementara. Beliau juga melanjutkan dalam Tausiyahnya bahwa untuk melakukan perubahan itu, maka yang harus dirubah  adalah pelaku perubahan itu sendiri. Beliau juga menyampaikan dalam dari kitab Tafsir Hasan Al Banna bahwa kemenangan itu bukan terletak pada jumlah yang dimiliki, bukan terletak pada properti yang dipakai, tapi kemenangan itu semata – semata pertolongan dari Allah SWT. Oleh karena itu kita selalu menjaga dan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar pertolongan Allah semakin dekat, pungkasnya. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh ketua PKS wilayah Kalteng Ustadz Heru Hidayat, ST, dan juga para pemuda serta Mahasiswa

Anis Matta angkat bicara mengenai Rusia & Turki

Melalui akun twitternya @anismatta angkat bicara terkait permasalahan yang sedang terjadi antara Rusia & Turki.

@anismatta:
Sebuah perang terbuka antara Rusia dan Turki mungkin tidak akan segera terjadi setelah insiden SU 24
Tapi tindakan Turki itu diyakini banyak pihak sbg langkah berani yg tdk akan dilakukannya tanpa dukung Washington
Paling tidak kelompok tertentu dari "deep state" AS yg diketahui atau tidak diketahui Obama
Dukungan NATO atas tindakan Turki mengkonfirmasi keterlibatan Washington tsb
Tp itu juga yg tampaknya membuat Rusia menahan diri dan membaca situasi ini dlm dimensi yg lbh luas serta lebih berhati2 dan diplomatis
Provokasi Washington itu berhasil membuat semua pendekatan diplomasi Rusia-EU jadi hambar
dan secara cerdas terus memprovokasi Rusia utk terlibat lebih dalam dipusaran konflik
Siapa tahu Syria bisa jadi Afghanistan kedua bagi Rusia
Rusia menyadari benar provokasi Washington tsb dan karenanya tdk akan bertindak bodoh dan ceroboh
Rusia mungkin tidak akan menurunkan pasukan darat di Syria
Paling tdk dlm waktu dekat.. 
Karena Putin menyadari benar kuatnya penolakan publik Rusia utk itu
Sebaliknya, Rusia justru akan menggunakan momen ini sbg alasan utk membangun basis militer yg lbh besar dan masif di Syria
Sebagai antisipasi terhadap kemungkinan perang yg lebih besar yg tensinya semakin tinggi
Antisipasi terhadap berbagai skenario terburuk itulah yg sdg dilakukan Rusia
Selain itu, Rusia juga mungkin akan memperkuat basis koalisi politik dan militer di luar Iran dan Syria
Dan ditengah hub Sisi yg rusak dg Teluk dan AS, tdk mustahil Mesir akan menjadi bagian dr koalisi itu
Paling tidak itu terlihat pada manuver bersama Rusia-Mesir dlm agenda perang melawan ISIS
Sementara itu, Rusia tentu saja akan mengubah keseluruhan sikapnya kpd Turki
Sanksi ekonomi yg sdh mulai dijalankan mungkin terus berlanjut dg daftar sanksi tambahan sampai ada perubahan sikap dr pihak Turki
Walaupun tampak menerima banyak dukungan atas sikapnya yg heroic
Tapi pernyataan2 Erdogan stlh insiden SU 24 sama sekali tidak mendukung pemulihan hubungan dg Rusia
Sebaliknya justru makin memperdalam konflik bilateral.. Dan itu tidak menguntungkan bagi Turki
Dalam kerangka eskalasi itulah kita menyaksikan bagaimana mesin2 perang sdg dan akan segera memenuhi kawasan berapi itu
Bahaya dari eskalasi itu terletak pd fakta bhw tdk ada yg tahu apa yg sdg direncanakan oleh kekuatan2 besar global
Eskalasi itu terjadi dlm situasi yg penuh misteri.. Satu triger kecil bisa serta merta menyulut perang besar
Yg pasti semua kekuatan global menjadikan agenda perang melawan ISIS sbg pintu masuk
David Cameron dan Francois Hollande sama2 meminta dukungan parlemen utk melakukan serangan udara
Itulah target dr dua kali serangan teroris ke Perancis: menyeret mereka ke pusaran konflik yg selama ini ditolak oleh publik dan parlemen
Dalam perspektif keamanan nasional kita perlu memantau dg cermat perkembangan eskalasi konflik global saat ini
Karena konflik ini sangat rumit dan kompleks serta berlangsung dlm suasana yg sangat misterius

Sarasehan Kader Bersama Struktur

Palangka Raya, Minggu (29/11) Sarasehan bersama kader dan struktur Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Palangka Raya. Pelaksana kegiatan tersebut adalah Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Palangka Raya bersama dengan pengurus DPW PKS Kalteng berlangsung meriah. Kegiatan yang di kemas terlebih dahulu dengan menghimpun aspirasi, saran dan masukan para kader kepada struktur DPW.

Kader yang hadir turut memberikan masukan dan saran untuk berbagai kegiatan yang harus dilakukan. Sementara itu Sekretaris Umum DPW PKS Kalteng, Agus Syamsudin Majid, SE menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi tradisi positif bagi struktur dan para kader agar semakin dekat dalam menjalin kebersamaan pada setiap kegiatan. Menurut Agus sapaan akrab, PKS Kalteng mengapresiasi setiap orang baik kader maupun bukan yang turut memberikan masukan maupun saran yang konstruktif bagi kemajuan dan perbaikan PKS di Kalimantan Tengah. Bahkan kita kan mengagendakan secara rutin kegiatan bersama kader untuk terus bersinergi dalam menumbuhkan berbagai potensi para kader ujar Agus.

Video - Puisi "Membaca Tanda - tanda" oleh Deddy Mizwar


Rabu, 16 Desember 2015

Kalteng Harus Tetap Aman Ujar Ketua PKS Kalteng

Palangka Raya, Sabtu (28/11) Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Tengah di sela-sela kegiatannya melakukan kunjungan ke dua Kabupaten yaitu Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Tujuan kunjungan kali ini adalah untuk bertemu para kader, simpatisan dan melihat kesiapan memenangkan pasangan H. Sugianto-Habib Ismail nomor urut satu.
Heru pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemilihan kepala daerah (pemilukada) jangan sampai terjadi konflik yang merugikan semua masyarakat. Apalagi sampai mengorbankan substansi pentingnya membangun Kalimantan Tengah dan mensejahterakan masyarakatnya. Menurut Heru, semua pihak harus terus menjaga suasana kondusif ini di masyarakat karena dengan terjadinya konflik akan sangat mengganggu perjalanan pembangunan di Kalimantan Tengah yang kita semua cintai ini. Oleh karena itu semua pihak harus mengedepankan upaya pencegahan dan juga membangun hubungan komunikasi antara lintas elemen yang ada di Kalimantan Tengah untuk bersepakat pemilukada damai.
Menurut Heru, saran yang penting bagi yang memiliki kepentingan akan pemenangan para calonnya agar tetap menggunakan cara yang lebih elegan, bisa menjadi tauladan masyarakat dan juga lebih pada berbagai upaya membangun Kalimantan Tengah. Bagaimana peran penyelenggara, pihak TNI dan Polri dalam menjaga netralitas di lapangan sehingga terjamin kondisi keamanan di Kalimantan Tengah. Kita harus memiliki kebersamaan untuk bisa melewati masa pemilukada ini dengan baik dan kemudian melanjutkan peran kita dalam pembangunan provinsi Kalimantan Tengah ujar mantan anggota DPRD Kalteng ini.

Pada kesempatan tersebut Heru menyempatkan mengunjungi pasar di Kuala Pembuang dan tanpa sengaja bertemu seorang pedagang sayur mayur yang juga berprofesi sebagai guru. Aktifitas berdagang membantu sang istri setelah menjalankan tugasnya di sekolah kemudian bergegas menuju ke pasar, menurut Heru ini adalah contoh ketauladanan tanpa meninggalkan tugas utama beliau. Sementara itu kunjungannya ke Sampit selain bertemu dengan para kader. Heru menyempatkan silaturahim dengan para ketua komunitas yang ada di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Heru mengapresiasi langkah mereka dalam menjaga kelancaran pelaksanaan pemilukada di Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut.

Selasa, 15 Desember 2015

Paparan Ketua Umum PKS Kalteng di hadapan 300 peserta dan dosen UMP pada Seminar Politik dan Pemilukada

Palangka Raya, Selasa (16/12) Pagi itu terasa menyegarkan, berbeda dengan kondisi dua bulan lalu yang sangat pekat dengan kabut asap. Beruntung kondisi itu sudah mulai membaik dan kembali bisa menghirup udara sehat. Setelah menyempatkan diri untuk sarapan ringan di temanin dua rekan, kami mulai bergegas menuju kampus kebanggaan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP), sampai di aula bertemu dengan beberapa peserta yang terlihat sudah siap mengikuti seminar dengan tema "Pilkada Baik, Tanpa Konflik" yang di gagas oleh Lembaga empat pilar bekerja sama dengan UMP. Kami memperkenalkan diri dengan panitia dan narasumber lainnya yang terlebih dahulu hadir ke acara tersebut. Terlihat ada Wakil Rektor UMP, ada narasumber dari UMP, Dr. Asep Sholihin, Laksmi, M.AP, Junaidi, S.Sos, M.IKom, dan acara di pandu oleh moderator muda Yandi. Meski sudah mempersiapkan bahan presentasi yang bisa di tampilkan namun karena seminar bersifat panel, maka dilakukan secara manual saja. 

     Dihadiri sekitar 300 peserta yang umumnya mahasiswa, seminar di mulai dari pemaparan narasumber sebanyak empat orang. Dan secara bergiliran di mulai dari Dr. Asep Sholihin, beliau dosen UMP, peneliti dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa kondisi pencalonan dan partai politik yang masih syarat dengan berbagai ketidak baikan. Namun beliau sangat berharap akan ada tokoh politik yang terus berupaya untuk bisa mewujudkan harapan masyarakat. Sementara narasumber berikutnya adalah ibu Laksmi dosen UMP yang fokus pada analisa politik menyoroti bagaimana kualitas para calon yang tumbuh pada setiap pemilihan kepala daerah (pemilukada) sehingga di butuhkan pola pengkaderan dari partai politik secara baik. Kemudian dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Tengah yaitu Ketua Umum, Heru Hidayat, menyampaikan bahwa kita tetap harus optimis, karena itu keterlibatan orang baik, orang cerdas, dan orang sholeh harus mengambil peran dan berkontribusi melakukan upaya perbaikan secara terus menerus, jika tidak maka akan banyak orang yang tidak baik terlibat dalam berbagai kebijakan strategis yang berdampak pada kehidupan bermasyarakat. Karena itu menurut ayah empat anak ini menyampaikan bahwa sebaik-baik ilmu, peran, dan harapan adalah yang bermanfaat baik orang lain dan lingkungan sekitarnya. Sehingga upaya yang harus dilakukan oleh kita adalah bertahan dalam kebaikan dan bergerak dalam perbaikan ungkap Heru. 

         Lantas Heru menjelaskan kepada para peserta yang tampak antusias tersebut bahwa orang yang optimis akan melihat kesulitan sebagai kesempatan untuk bisa berbuat baik, sementara orang yang pesimis akan melihat setiap kesempatan dalam kondisi kesulitan. Oleh karena itu menurut Heru, menjadi sangat penting ketika kita bisa memahami bahwa dalam hidup ini ada yang tidak bisa kita pilih yaitu di mana, kapan, dan dari orang tua siapa kita di lahirkan, namun kita bisa memilih apakah kita mau menjadi orang baik atau tidak, mau menjadi orang bermanfaat atau tidak. Maka niat, pilihan-pilihan dalam hidup ini harus memiliki tujuan yang jelas. Sama halnya dalam berpolitik, sektor lainnya seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya dan lainnya saling terintegrasi menjadi kebutuhan hidup kita. Sehingga kita semua akan melihat substansi pembangunan apa yang harus di lakukan untuk kemajuan Provinsi Kalimantan Tengah. karena menurut Heru pemilukada itu bagaikan terminal untuk sementara waktu kita bisa berhenti sejenak, dan kemudian perjalanan harus dilanjutkan untuk mencapai tujuan mulia. 

     Lantas empat hal yang harus dilakukan yaitu bersikap objektif, aktif, produktif, dab solutif. Sehingga kebersamaan kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ini harus tumbuh saling mengenal, membantu, mengingatkan, dan memotivasi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus. Sehingga kita berharap pemilukada yang telah dan akan dilaksanakan harus memiliki kaidah masyarakat senang akan momentum pemilukada tersebut sehingga akan berusaha untuk bisa menggunakan hak pilihnya. Kemudian harus tenang, karena dengan aman, damai akan mewujudkan lingkungan yang tenang dan mampu menciptakan situasi yang kondusif. Dan selanjutnya adalah kemenangan masyarakat Kalimatan Tengah dengan terselenggaranya pemilihan yang mampu saling menghargai antara satu dengan yang lainnya, saling tumbuh menguatkan dan fokus bagaimana upaya melanjutkan pembangunan untuk kemajuan provinsi Kalimantan Tengah ungkap Heru dengan semangat. 

        Dan narasumber ke empat adalah Junaidi, S.Sos, M.I Kom sebagai pakar komunikasi politik di UMP menyampaikan bahwa pentingnya setiap orang memiliki mimpi akan masa depan dan juga cara mengkomunikasikannya dengan banyak pihak. Hal ini menurut Junaidi menjadi kebutuhan bagi orang-orang yang terlibat dalam kegiatan berpolitik. Termasuk para calon kepala daerah yang melakukan berbagai kegiatan misalnya pencitraan itulah model komunikasi politik. Sehingga menurut jurnalis ini perlu di bangun komunikasi intens kepada masyarakat apa yang akan dilakukan untuk membangun provinsi Kalimatan Tengah. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan tiga penanya, yang dijawab secara lugas, jelas dan tegas apa yang menjadi harapan para peserta. 

    Seminar kali ini memang terlihat seru dan semangat karena para narasumber memberikan pengalaman dan ajakan yang berharap bahwa pilkada baik bisa dilakukan meski meminimalisir konflik. Dan berharap semua peserta turut menjadi peserta yang dapat mensosialisasikan secara luas ke masyarakat.

Video - Panggung Pemuda [Orasi Dari Ustadz Hilmi Aminuddin]


Video - Tanggapan Fahri Hamzah terkait sidang MKD


Video - Tarbiyah Dzatiyah 3 [Ustadz Rahmat Abdullah]


Video - Tarbiyah Dzatiyah 2 [Ustadz Rahmat Abdullah]


Senin, 14 Desember 2015

Gubernur Aher : karena pernyataan Donald Trump, malah makin banyak yang simpati ke ummat Islam

BANDUNG (13/12) – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) menyoroti pernyataan rasis Calon Presiden AS Donald Trump yang melarang Muslim masuk AS. Pernyataan Donald Trump dinilai melukai umat Muslim, namun di saat bersamaan malah menimbulkan simpati mendalam sehingga banyak yang berpindah agama sekaligus kian merendahkan posisi Donald Trump.
Di depan ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sekaligus jamaah pengajian masyarakat umum, Aher menyebutkan, pernyataan Donald Trump malah membuat posisinya semakin terpuruk karena menjadi sorotan warga dunia, baik muslim maupun non muslim.      


"Malah makin banyak yang simpati ke ummat Islam. Alhamdulillah, berdasarkan informasi yang saya peroleh, simpati kian berbondong-bondong kepada Agama Islam," ujar Aher dalam rangkaian Gerakan Shalat Subuh Berjamaan dan Kuliah Subuh di Masjid Pusdai Kota Bandung, Ahad (13/12/15) pagi. 

Malahan, Aher menambahkan, dengan sejumlah kejadian kekerasan mengatasnamakan Islam, sekalipun terlihat merugikan secara kasat mata, namun juga mengundang rasa penasaran dalam mendalami ajaran Islam. 


"Ini sesuai dengan ayat Quran, bahwa hidayah dan kebenaran tidak bisa dibendung-bendung sekira Allah kehendaki. Kita mendengar malah semakin banyak yang masuk Islam di negara non Muslim pasca serangan Donald Trump," pungkasnya. 

Keterangan Foto: Gubernur Jawa Barat dan Imam Besar Masjid New York memberikan siraman rohani kepada seluruh pejabat esselon IV/III dan II dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangkaian Gerakan Shalat Subuh Berjamaan dan Kuliah Subuh di Masjid Pusdai Kota Bandung, Ahad (13/12/15) pagi.[pks.id]

Sumber: Humas Pemprov Jawa Barat

Kalimat yang menggugah dari sang murabbi

“Ketika orang tertidur kau terbangun, itulah susahnya. Ketika orang merampas kau membagi, itulah peliknya. Ketika orang menikmati kau menciptakan, itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kau bertanggung jawab, itulah repotnya. Oleh karena itu, tidak banyak orang bersamamu disini, mendirikan imperium kebenaran“ ~KH. Rahmat Abdullah~

Hati-hati, melimpahnya informasi kadang bikin kita menjadi seperti orang bodoh

“Melimpahnya informasi kadang bikin kita menjadi seperti orang bodoh. Dengan mudah kita share info-info sampah, bahkan dengan info-info itu kita tebar caci dan fitnah. Boleh jadi ini paradok paling heboh di era medsos: makin melimpah informasi bukan makin bijak dan penuh hikmah tapi makin ceroboh dan tebar fitnah. Di medsos ada orang/kelompok yg hobi menghasut. Ada juga orang/kelompok yang gampang dihasut. Jadilah sinergi penghasut+terhasut. Semua jadi kusut. Ada orang/kelompok yang hanya bisa eksis dengan menghasut. Hakikatnya mereka itu pengecut. Mereka sorak bila kita layani. Kita biarkan mereka mati sendiri,” begitu tulis Sohibul Iman di twitter, mensinyalir nyata adanya pelaku pabrikasi isu dan hasutan.
Sekedar melek informasi tidak cukup. Dan menjadi melek informasi di zaman sekarang justru sangat mudah. Yang dibutuhkan adalah melek literasi. Lebih tinggi dari sekedar melek informasi.
Wikipedia mendefinisikan literasi media sebagai “kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media. Kemampuan untuk melakukan hal ini ditujukan agar pemirsa sebagai konsumen media (termasuk anak-anak) menjadi sadar (melek) tentang cara media dikonstruksi (dibuat) dan diakses.”
Melek literasi berarti mampu melakukan penilaian terhadap sebuah informasi, bahkan mampu melakukan validasi sehingga tidak terjebak kabar bohong. Juga bisa mendeteksi framing atau spinning sebuah berita.
Salah satu cara memvalidasi kabar adalah dengan tabayun. Belajar dari asbabun nuzul turunnya perintah tabayun (mendalami masalah) pada Al-Qur’an surat Al Hujurat ayat 6, sikap menelan bulat-bulat informasi tanpa memeriksanya kembali bisa berujung pada permusuhan hingga pertumpahan darah. Atau istilah yang digunakan Sohibul Iman: irreversible damage.
Tabayun tak selalu bermakna bertanya langsung kepada yang tertuduh. Justru sebenarnya yang dimintai bukti adalah pihak penuduh, bukan pihak tertuduh. Ulama merumuskan kaidah fiqh yang berbunyi: “Penuduh wajib membawa bukti, sedangkan tertuduh cukup bersumpah”. Jadi yang perlu diperiksa, dianalisa, dan didekontruksi dalam sebuah isu adalah konten tuduhan. Sudahkah ia dilengkapi bukti-bukti yang valid? [pks.id]

Netty Heryawan: Ibu Berperan Bentuk Karakter Antikorupsi

BANDUNG (11/12) - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan seorang Ibu dinilai dapat berperan penting dalam membentuk karakter antikorupsi pada anak-anak. Ibu berperan dalam tumbuh kembang karakter jujur anak di dalam keluarga.
"Berdayakan kaum perempuan, karena seorang ibu dapat membentuk karakter antikorupsi dari rumah," kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan di Bandung, Jumat (11/12).
Pernyataan tersebut disampaikan pada acara "Deklarasi Dukungan Tenaga Lini Lapangan KB dalam Menyosialisasikan Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga". Acara tersebut diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Bandung, Jawa Barat.
Netty yang merupakan istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menambahkan tugas seorang Ibu adalah mendidik anak-anak agar jauh dari budaya korupsi. "Ajarkan anak kejujuran, kesederhanaan dan kemandirian," katanya.
Dia juga menambahkan, seorang ibu juga harus bersikap sederhana di rumah agar tidak terjebak menjadi pendorong seorang suami untuk korupsi.
"Misalkan mengeluhkan kepada suami tentang kondisi barang-barang di rumah yang sudah jelek, meminta emas-emasan dan lain sebagainya sehingga mendorong suami untuk korupsi," katanya.
Dia menambahkan, para perempuan harus sepakat untuk memerangi korupsi hingga ke akarnya. "Mari kita bangun karakter antikorupsi mulai dari keluarga," katanya.[pks.id]

Minggu, 13 Desember 2015

Inilah Kader PKS Yang Telah Menerima Penghargaan ke-192 dari DPD RI dan Markplus

JAKARTA (11/12) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) terus mencetak prestasi. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan firma pemasaran ternama Markplus memberikan penghargaan Regional Marketing Award 2015 di Jakarta, Kamis (11/12) malam. 
Penghargaan kategori Gold Champion itu diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Bagi Aher, prestasi itu merupakan penghargaan prestisius ke-192 selama kepemimpinannya sebagai Gubernur Jabar.
Aher mengatakan pihaknya bersyukur atas pemberian penghargaan karena hal tersebut menunjukkan pengakuan atas potensi Jawa Barat di tanah air, khususnya para investor.
"Kami berterima kasih atas penghargaan ini, yakni sebuah penelaahan bahwa Jawa Barat mampu dan bagus dalam memasarkan potensinya. Jabar bisa memasarkan potensinya kepada investor. Kami juga mampu menjaga kondusivitas bidang ekonomi bisnis sehingga menarik bagi investasi," katanya.
Hingga saat ini, Jabar tercatat sebagai sentra manufaktur nasional dengan kontribusi hampir 60% dari kinerja industri manufaktur tanah air. Sebagian investor di bidang tersebut berasal dari investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN). 
Keterangan Foto: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (kiri) menerima penghargaan Regional Marketing Award 2015 yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Kamis (11/12) malam. 
Sumber: Humas Pemprov Jawa Barat

Video - Mengenal Lebih Dekat Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman


Video - 3 Modal Indonesia Bersatu (Sohibul Iman)





Video - Diskusi PKS & Akademisi UI

Dakwah adalah cinta

                 Cobalah sekali lagi kita baca tausiyah Ustadz Rahmat Abdullah ini. Rasanya tidak pernah bosan untuk mengulangi membacanya. Kita menjadi lebih mengerti makna pesan beliau ini kala satu persatu aktivis dakwah ini gugur menghadap Allah SWT saat sedang menjalani tugas-tugas dakwahnya:

"Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.

Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik?

Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi.

Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yang heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar.
Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

PKSart - Assalamu'alaikum :))


PKSart - Sebaik-baik manusia


PKSart - Sayangi Bumi Kita