Selasa, 15 Desember 2015

Paparan Ketua Umum PKS Kalteng di hadapan 300 peserta dan dosen UMP pada Seminar Politik dan Pemilukada

Palangka Raya, Selasa (16/12) Pagi itu terasa menyegarkan, berbeda dengan kondisi dua bulan lalu yang sangat pekat dengan kabut asap. Beruntung kondisi itu sudah mulai membaik dan kembali bisa menghirup udara sehat. Setelah menyempatkan diri untuk sarapan ringan di temanin dua rekan, kami mulai bergegas menuju kampus kebanggaan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP), sampai di aula bertemu dengan beberapa peserta yang terlihat sudah siap mengikuti seminar dengan tema "Pilkada Baik, Tanpa Konflik" yang di gagas oleh Lembaga empat pilar bekerja sama dengan UMP. Kami memperkenalkan diri dengan panitia dan narasumber lainnya yang terlebih dahulu hadir ke acara tersebut. Terlihat ada Wakil Rektor UMP, ada narasumber dari UMP, Dr. Asep Sholihin, Laksmi, M.AP, Junaidi, S.Sos, M.IKom, dan acara di pandu oleh moderator muda Yandi. Meski sudah mempersiapkan bahan presentasi yang bisa di tampilkan namun karena seminar bersifat panel, maka dilakukan secara manual saja. 

     Dihadiri sekitar 300 peserta yang umumnya mahasiswa, seminar di mulai dari pemaparan narasumber sebanyak empat orang. Dan secara bergiliran di mulai dari Dr. Asep Sholihin, beliau dosen UMP, peneliti dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa kondisi pencalonan dan partai politik yang masih syarat dengan berbagai ketidak baikan. Namun beliau sangat berharap akan ada tokoh politik yang terus berupaya untuk bisa mewujudkan harapan masyarakat. Sementara narasumber berikutnya adalah ibu Laksmi dosen UMP yang fokus pada analisa politik menyoroti bagaimana kualitas para calon yang tumbuh pada setiap pemilihan kepala daerah (pemilukada) sehingga di butuhkan pola pengkaderan dari partai politik secara baik. Kemudian dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Tengah yaitu Ketua Umum, Heru Hidayat, menyampaikan bahwa kita tetap harus optimis, karena itu keterlibatan orang baik, orang cerdas, dan orang sholeh harus mengambil peran dan berkontribusi melakukan upaya perbaikan secara terus menerus, jika tidak maka akan banyak orang yang tidak baik terlibat dalam berbagai kebijakan strategis yang berdampak pada kehidupan bermasyarakat. Karena itu menurut ayah empat anak ini menyampaikan bahwa sebaik-baik ilmu, peran, dan harapan adalah yang bermanfaat baik orang lain dan lingkungan sekitarnya. Sehingga upaya yang harus dilakukan oleh kita adalah bertahan dalam kebaikan dan bergerak dalam perbaikan ungkap Heru. 

         Lantas Heru menjelaskan kepada para peserta yang tampak antusias tersebut bahwa orang yang optimis akan melihat kesulitan sebagai kesempatan untuk bisa berbuat baik, sementara orang yang pesimis akan melihat setiap kesempatan dalam kondisi kesulitan. Oleh karena itu menurut Heru, menjadi sangat penting ketika kita bisa memahami bahwa dalam hidup ini ada yang tidak bisa kita pilih yaitu di mana, kapan, dan dari orang tua siapa kita di lahirkan, namun kita bisa memilih apakah kita mau menjadi orang baik atau tidak, mau menjadi orang bermanfaat atau tidak. Maka niat, pilihan-pilihan dalam hidup ini harus memiliki tujuan yang jelas. Sama halnya dalam berpolitik, sektor lainnya seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya dan lainnya saling terintegrasi menjadi kebutuhan hidup kita. Sehingga kita semua akan melihat substansi pembangunan apa yang harus di lakukan untuk kemajuan Provinsi Kalimantan Tengah. karena menurut Heru pemilukada itu bagaikan terminal untuk sementara waktu kita bisa berhenti sejenak, dan kemudian perjalanan harus dilanjutkan untuk mencapai tujuan mulia. 

     Lantas empat hal yang harus dilakukan yaitu bersikap objektif, aktif, produktif, dab solutif. Sehingga kebersamaan kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ini harus tumbuh saling mengenal, membantu, mengingatkan, dan memotivasi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus. Sehingga kita berharap pemilukada yang telah dan akan dilaksanakan harus memiliki kaidah masyarakat senang akan momentum pemilukada tersebut sehingga akan berusaha untuk bisa menggunakan hak pilihnya. Kemudian harus tenang, karena dengan aman, damai akan mewujudkan lingkungan yang tenang dan mampu menciptakan situasi yang kondusif. Dan selanjutnya adalah kemenangan masyarakat Kalimatan Tengah dengan terselenggaranya pemilihan yang mampu saling menghargai antara satu dengan yang lainnya, saling tumbuh menguatkan dan fokus bagaimana upaya melanjutkan pembangunan untuk kemajuan provinsi Kalimantan Tengah ungkap Heru dengan semangat. 

        Dan narasumber ke empat adalah Junaidi, S.Sos, M.I Kom sebagai pakar komunikasi politik di UMP menyampaikan bahwa pentingnya setiap orang memiliki mimpi akan masa depan dan juga cara mengkomunikasikannya dengan banyak pihak. Hal ini menurut Junaidi menjadi kebutuhan bagi orang-orang yang terlibat dalam kegiatan berpolitik. Termasuk para calon kepala daerah yang melakukan berbagai kegiatan misalnya pencitraan itulah model komunikasi politik. Sehingga menurut jurnalis ini perlu di bangun komunikasi intens kepada masyarakat apa yang akan dilakukan untuk membangun provinsi Kalimatan Tengah. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan tiga penanya, yang dijawab secara lugas, jelas dan tegas apa yang menjadi harapan para peserta. 

    Seminar kali ini memang terlihat seru dan semangat karena para narasumber memberikan pengalaman dan ajakan yang berharap bahwa pilkada baik bisa dilakukan meski meminimalisir konflik. Dan berharap semua peserta turut menjadi peserta yang dapat mensosialisasikan secara luas ke masyarakat.

0 komentar:

Posting Komentar