Minggu, 27 November 2016

PKS Kalteng Buktikan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat Melalui Kemah Bhakti Nusantara



Pangkalan Bun - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kalimantan Tengah, dimotori Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) kembali menggelar acara "Kemah Bhakti Nusantara" Selama tiga hari, jum'at sd minggu di Desa Keraya, Kumai, Pangkalan Bun, (18-20/11).

Kemah Bakti Nusantara (KBN) tahunan ini diisi beberapa materi, diantaranya Wawasan Ketahanan Nasional (Washanas) oleh Kapten Inf. Dahar Umanahu , KODIM 1014 Pangkalan Bun. 

Disampaikan mengenai ketahanan nasional, baik sektor pangan, ekonomi, maupun sumber daya manusia, Indonesia tengah menghadapi berbagai persoalan. Dahar (biasa disapa), lebih khusus menyebutkan “banyaknya imigran gelap yang masuk ke Indonesia, ini merupakan ancaman serius ke depan. Kita dari TNI dan Kepolisian bersama Rakyat akan memproses tegas imigran ilegal yang masuk ke wilayah NKRI”.

Dia juga menghimbau agar masyarakat melaporkan ke pihak berwenang jika ada imigran illegal yang masuk wilayah NKRI, di manapun. “TNI dan Rakyat bersatu, Indonesia Kuat”, tambahnya,  sambil mengutip isi salinan materi Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo, di Pantai Desa Keraya, Jum’at (18/11).

Selanjutnya dihari berbeda, diskusi tentang Relawan PKS disampaikan oleh Joko Mulyono, Outbond, Bela Diri Ketangkasan Praktis oleh Makhfud Kurniawan Hidayat, dan materi Pandu Keadilan oleh Zainal Hasyim, DPP PKS, Staff Wilda Kalimantan, pada sabtu, 19/11.

Pada acara puncak KBN, seluruh kader berjalan kaki (longmarch) menyapa disepanjang pemukiman warga dan dilanjutkan dengan pembagian bantuan suplemen susu kotak kepada warga melalui kepala desa setempat. Ketum DPW PKS Kalteng Heru Hidayat, ST dan Ketua DPD PKS Kobar Muhammad Ichsan turut kompak menyerahkan bantuan kepada ibu-ibu dan anak-anak yang membutuhkan. 

Heru menegaskan “agenda Menyapa warga dan berbagi sedikit bantuan pada hari ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata PKS Berkhidmat Untuk Masyarakat”. Disaat yang sama warga Kobar secara umum dalam waktu dekat akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah. “Semoga pilkada berjalan aman, damai, dan sesuai harapan masyarakat", terangnya singkat ketika di Desa Teluk Bogam, minggu (20/11). 

Sementara itu PKS Kotawaringin Barat mendukung pasangan nomor urut 3 yaitu Nurani pada kontestasi pilkada Kotawaringin Barat mendatang. (fm)

Rabu, 23 November 2016

Terkait Rohingya, Sikap Tegas Indonesia Dibutuhkan!


Jakarta (21/11) - Wakil Ketua Badan Kerjama Antarparlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meminta Pemerintah Indonesia bersikap secara resmi atas kekerasan yang terjadi di Myanmar terhadap etnis Rohingya.

"Indonesia sebagai sebuah negara yang bertetangga dengan Myanmar harus secara proaktif mendorong nilai-nilai perdamaian dan penyelesaian konflik yang bermartabat melalui program diplomasi maupun forum-forum internasional." ucap Rofi Munawar dalam keterangan pers pada hari Senin, (21/11) di Jakarta.

Legislator asal Jawa Timur ini melihat apa yang terjadi di Myanmar tentu saja tidak bisa dilepaskan dari persoalan kawasan ASEAN. Karena sebagaimana kita ingat, eksodus besar-besaran pengungsi Rohingya diakhir tahun 2015 menjadi persoalan yang berdampak langsung terhadap negara-negara sekitarnya.

"Prinsip-prinsip netralitas ASEAN terhadap urusan dalam negeri anggotanya harus mampu mendesak Myanmar melakukan langkah-langkah pencegahan konflik dan perlakuan kekerasan terhadap etnis Rohingya" tegasnya.

Rofi mengingatkan, bahwa Pemerintah Indonesia tahun lalu sudah melakukan langkah-langkah mediasi terkait Rohingya. Ada baiknya mengingatkan kembali komitmen negara tersebut. Waktu itu
pertemuan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menlu Myanmar, U Wunna Maung Lwin menghasilkan sejumlah kesepakatan. Kesepakatan tersebut termasuk di antaranya soal pengungsi Rohingya. Saat itu Pemerintah Myanmar sepakat untuk mengambil langkah prevensi irregular migration terkait etnis Rohingya.

"Dijaman informasi yang terbuka seperti saat ini, sumber informasi tidak lagi bermakna tunggal dan berjalan linier. Sensitifitas sebuah negara kawasan terhadap perilaku kekerasan yang menyebabkan korban tentu tidak hanya dengan kebijakan tanpa sikap" pungkas Rofi.

Sebagai informasi, rangkaian bentrokan kembali terjadi antara pasukan militer Myanmar dengan sekelompok Muslim Rohingya di utara Rakhine pada akhir pekan lalu, menewaskan setidaknya 28 warga Muslim Rohingya serta dua tentara Myanmar. Berdasarkan laporan surat kabar Myanmar, Global New Light of Myanmar, rangkaian bentrokan kuat ini bermula pada Sabtu (12/11) lalu, ketika militer melakukan operasi pembersihan di Rakhine. Dalam bentrokan tersebut, 19 warga Rohingya tewas terbunuh oleh militer.