Minggu, 24 Desember 2017

DPD PKS Murung Raya Resmi Mengusung "AS"


Puruk Cahu-DPD PKS Kabupaten Murung Raya mengadakan Rapat konsolidasi dalam memberikan dukungan penuh terhadap Pasangan Calon Kepala Daerah terhadap pasangan H. Aprianor dan Susilo yang disingkat dengan "AS" (24/12).

Konsolidasi ini juga dihadiri oleh pengurus DPC dan Ranting PKS se-Kabupaten Murung Raya dan Tokoh mayarakat juga turut diundang. 

Selain itu juga berhadir ketua DPW PKS kalimantan Tengah Heru Hidayat,  Sekretaris DPW kalimantan Tengah Syamsudin Majid dan ketua MSU Kalimantan Tengah Asnawi Yakis. 

Surat Keputusan Rekomendasi dukungan pasangan calon ditandatangani langsung oleh  Ketua DPD PKS Murung Raya Sirajul Rahman.

"Ada 300 desa tertinggal di Kalimantan Tengah dan ada tiga desa berstatus "sangat" tertinggal yang terletak di Kabupaten Murung Raya," ujar Sirajul.

Pasangan ini diharapkan bisa menang dan memimpin Murung Raya lebih baik ke depan dan mengejar ketertinggalan dari kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Tengah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan,  ekonomi dan kesehatan dan juga agar masyarakat Murung Raya kedepannya bisa hidup sejahtera" ujar Sirajul.

Senin, 04 Desember 2017

PKS Kalteng Mamangun Lewu


Partai Keadilan Sejahtera Kalimantan Tengah (DPW PKS Kalteng) melaksanakan kegiatan rutin tahunan Kemah Bakti Nusantara (Kembara). Giat tersebut merupakan kegiatan pendidikan dan pelatihan Kepanduan PKS yang dilaksanakan dalam bentuk perkemahan yang bernilai pengabdian kepada masyarakat, selain itu juga menjadi ajang peningkatan kualitas diri kader sebagai bekal dalam berkhidmat untuk rakyat. 

Heru Hidayat saat bersama masyarakat 
membersihkan desa

Kembara PKS tahun ini diikuti oleh seluruh DPD se-Kalteng dan 130 peserta dari berbagai macam latar belakang profesi, suku dan budaya. Bertempat di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim, Provinsi Kalimantan Tengah, dilaksanakan dari hari jum’at sampai ahad (1-3/12).

“Kembara adalah untuk memupuk, membangun kebersamaan, soliditas dan pelatihan terkait dengan siaga bencana. Kembara juga dalam rangka mempersiapkan yang terbaik untuk masyarakat. Lanjut Heru, PKS bersama masyarakat merupakan bagian dari khidmat itu sendiri” ujar Heru Hidayat, ST, ketua umum DPW PKS Kalteng dalam amanat apel pembukaan.

Kegiatan utama kader PKS Kalteng pada agenda Kembara adalah Sahabat Desa dengan mengusung tema “Mamangun Lewu” (red. Membangun Desa). Program ini bertujuan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat lebih peduli kepada sesama, membudayakan gotong royong, cinta tanah air, membangun dan menjaga bersama kelestarian alam dan budaya yang ada serta untuk membangun Negeri yang dimulai dari unit terkecil yaitu Desa. Pada realisasinya kader PKS terjun langsung melakukan bakti sosial bersama masyarakat di Desa Ujung Pandaran. 

Bentuk khidmat tersebut mulai dari bertemu dan serap aspirasi, membersihkan pantai dan pemukiman warga, pembagian tong sampah roda ke seluruh perwakilan perangkat desa (ketua RT), memakmurkan Masjid dengan mengajarkan anak-anak mengaji, bimbingan belajar matematika dan sekaligus pembagian buku-buku edukasi yang dibutuhkan. 

Sebelumnya diketahui bahwa masyarakat Desa Ujung Pandaran akan direlokasi ke tempat berbeda karena lokasi yang saat ini mereka tinggali akan dijadikan tempat Wisata Pemerintah setempat.

Selain program-program di atas, kegiatan ini juga bervariasi, diantaranya penyampaian oleh instruktur DPP & DPW PKS tentang materi-materi praktis terkait siaga bencana, pola hidup sehat, kedisiplinan kader dan wawasan kebangsaan. 

Akhir dari kegiatan Kembara DPW PKS Kalteng 2017, penyerahan secara simbolis seragam Kembara PKS kepada salah satu warga, saling bersalaman dan penutupan dengan menyanyikan Indonesia Raya serta orasi oleh Heru Hidayat di hadapan seluruh peserta. 

"PKS Kalteng optimis meraih kemenangan politik sedikitnya 1 (satu) anggota DPR RI Dapil Kalteng, DPRD Provinsi beserta Fraksi dan DPRD Kabupaten/ Kota, tuturnya, disambut pekikan takbir serentak oleh peserta Kembara, (3/12).

Sabtu, 02 September 2017

TERHARU DIANTAR DAGING QURBAN


Palangka Raya, Jum'at (1/9) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Tengah di hari pertama Idul Adha melakukan program ketuk pintu warga. 

Program ini dilakukan untuk membagikan daging kurban yang telah disiapkan para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kalimantan Tengah langsung kepada warga yang membutuhkan dengan cara ketuk pintu. Sementara total jumlah yang di kurbankan 40 ekor Sapi dan 15 ekor Kambing yang tersebar di 14 Kab/Kota Ujar Heru Hidayat, ST selaku Ketua Umum PKS Kalteng. 

Menurut Heru, program ini di lakukan sebagai pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga kita lakukan layanan antar langsung ke rumah dengan ketuk pintu. Selain itu adalah memastikan bahwa yang menerima adalah mereka yang prioritas mendapatkan dan sekalian mengetahui kondisinya. 

Heru berharap program ini adalah bagian dari cara para kader PKS untuk  melakukan khidmat kepada masyarakat dan tentu saja akan semakin mendekatkan program ke masyarakat. 

Sebelumnya Kamis (31/8) PKS Kalteng melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dalam rangka puasa arafah dan berdo'a untuk saudara kita di Rohingya yang mengalami tragedi kemanusiaan. Kegiatan bersama para kader dan masyarakat ini mengharapkan peran semua pihak untuk membantu masyarakat Rohingya ungkap Heru.

Senin, 14 Agustus 2017

1.000 Bendera Merah Putih


Ahad, (13/8) Pembagian Bendera Merah Putih di lakukan PKS Kalteng di halaman kantor kepada para pengendara yang melewatinya. Tampak hadir dalam pembagian tersebut Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat, Ketua DPD PKS Kota Palangka Raya, Imam Santosa. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut 72 tahun Indonesia Merdeka dan juga bentuk kebersamaan dengan warga untuk semakin meningkatkan nilai kebangsaan ungkap Yeni, ST selaku Humas PKS Kalteng. Selain itu PKS Se-Kalimantan Tengah turut membagikan 1.000 bendera ukuran standar untuk sekolah/madrasah/lembaga pendidikan lainnya yang ada di pinggiran Kota, desa, maupun di pelosok ungkap Yeni. Menurut Yeni, hal ini di lakukan untuk memudahkan pihak sekolah/madrasah/lembaga pendidikan lainnya agar mendapatkan bendera standar dan jika ada yang lama bisa memperbaharuinya. Secara terpisah Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat, ST menyampaikan bahwa "dalam rangka 72 tahun Indonesia merdeka, kita semua harus bersatu padu untuk turut berperan aktif menumbuhkan semangat persatuan dan kebangsaan". Hal ini di lakukan agar saling menjaga rumah kita Indonesia senantiasa damai, rukun dan terus berupaya membangun ke arah yang lebih maju ungkap Heru, mantan Anggota DPRD Kalteng ini.

Sementara itu Heru juga mengajak banyak pihak melakukan hal yang sama agar semakin semarak kebersamaan kita dalam momentum 72 tahun Indonesia merdeka ini. Sehingga upaya menjalin kebersamaan dengan banyak pihak akan terwujud dengan baik dan memperkuat persatuan di masyarakat. Bendera Merah Putih 

Ahad, (13/8) Pembagian Bendera Merah Putih di lakukan PKS Kalteng di halaman kantor kepada para pengendara yang melewatinya. Tampak hadir dalam pembagian tersebut Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat, Ketua DPD PKS Kota Palangka Raya, Imam Santosa. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut 72 tahun Indonesia Merdeka dan juga bentuk kebersamaan dengan warga untuk semakin meningkatkan nilai kebangsaan ungkap Yeni, ST selaku Humas PKS Kalteng. Selain itu PKS Se-Kalimantan Tengah turut membagikan 1.000 bendera ukuran standar untuk sekolah/madrasah/lembaga pendidikan lainnya yang ada di pinggiran Kota, desa, maupun di pelosok ungkap Yeni. Menurut Yeni, hal ini di lakukan untuk memudahkan pihak sekolah/madrasah/lembaga pendidikan lainnya agar mendapatkan bendera standar dan jika ada yang lama bisa memperbaharuinya. Secara terpisah Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat, ST menyampaikan bahwa "dalam rangka 72 tahun Indonesia merdeka, kita semua harus bersatu padu untuk turut berperan aktif menumbuhkan semangat persatuan dan kebangsaan". Hal ini di lakukan agar saling menjaga rumah kita Indonesia senantiasa damai, rukun dan terus berupaya membangun ke arah yang lebih maju ungkap Heru, mantan Anggota DPRD Kalteng ini.

Sementara itu Heru juga mengajak banyak pihak melakukan hal yang sama agar semakin semarak kebersamaan kita dalam momentum 72 tahun Indonesia merdeka ini. Sehingga upaya menjalin kebersamaan dengan banyak pihak akan terwujud dengan baik dan memperkuat persatuan di masyarakat.

Selasa, 01 Agustus 2017

Impor Garam Harusnya Bersifat Sementara Bukan Permanen


Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Memed Sosiawan

Jakarta (1/8) - Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Memed Sosiawan berharap impor garam hanyalah kondisi sementara untuk menangani kelangkaan garam, bukan rencana permanen.

"Karena hujan berkepanjangan di daerah sentra penghasilan garam, maka produksi garam nasional merosot drastis. Oleh karena itu pemerintah berencana mengimpor garam dari India dan Australia sebanyak 75 ribu ton. Kita berharap impor ini hanyalah kondisi sementara menangani kelangkaan garam, bukan rencana permanen terus-menerus impor untuk merendahkan harga garam di pasaran, yang dengan harga rendah," kata Memed di gedung DPP PKS Jalan TB Simatupang No.82, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Selasa (1/8/2017).

Memed menambahkan bahwa apabila pemerintah mengimpor garam dalam jangka panjang, maka tentu saja hal tersebut akan merugikan petani garam Indonesia.
"Dan pada akhirnya mereka meninggalkan usaha garamnya. Kalau sudah demikian maka Indonesia akan selamanya tergantung impor garam luar negeri," ujar Memed.

Kondisi ini akan berpengaruh juga dengan semua produksi yang terkait dengan garam seperti produksi ikan asin yang kini memilih untuk menaikkan harga ikan asin di pasaran. Harga garam sebelumnya Rp8.000 per kg kini menjadi Rp11.000 per kg begitu juga dengan harga ikan yang naik hingga dua kali lipat dibandingkan harga sebelumnya. "Semua produksi terkait garam akan naik harganya," ungkapnya.
 

Minggu, 30 April 2017

Kemenangan Pilkada DKI adalah Sebuah Tanda

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman dalam acara puncak Milad 19 PKS di Jakarta, Ahad (30/4/2017)
 
Jakarta (30/4) -- Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman mengatakan, perjalanan 19 tahun mengajarkan bahwa eksistensi hidup sebuah organisasi ditentukan oleh kemampuan organisasi tersebut membaca tanda-tanda kehidupan. 
 
Menjelang milad PKS ke-19, ujar dia, PKS berjumpa dengan tanda-tanda kehidupan yang sangat fenomenal, yang mengundang perhatian nasional dan internasional, yaitu Pilkada DKI Jakarta. 
 
Politisi asal Tasikmalaya itu lantas menguraikan tiga isyarat kemenangan Pilkada DKI 2017 yang bertepatan dengan perayaan milad ke-19. Pertama, ungkap dia, Pilkada DKI ini menegaskan kembali bahwa Islam dan politik adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan 
 
Politik adalah bagian dari Islam. Karena Islam sesungguhnya melingkupi seluruh sektor kehidupan, tak terkecuali politik. Islam kehadirannya tidak hanya terbatas di sudut-sudut masjid, acara pernikahan atau ritual pemakaman semata. 
 
"Islam justru dinantikan kehadirannya di ruang-ruang publik, membela yang tergusur, mengentaskan kemiskinan, berjuang di gedung parlemen, di meja-meja pemerintahan dan di sektor-sektor strategis lainnya," papar Sohibul Iman dalam orasi budaya pada puncak Milad 19 PKS di Jakarta, Ahad (30/4/2017). 
 
Berangkat dari keyakinan inilah, sebut Sohibul, PKS lahir di bumi pertiwi ini. "Sembilan belas tahun yang lalu kita telah membuat keputusan yang bersejarah yakni mendirikan partai politik yang saat itu bernama Partai Keadilan," sebut Sohibul. 
 
Kedua, makna kemenangan Pilkada DKI adalah kemenangan rakyat yang terzalimi dan tersakiti Kemenangan Anies-Sandi ini bukanlah kemenangan untuk Anies-Sandi semata. Bukan pula untuk PKS atau Gerindra dan partai-partai pendukungnya. Tapi kemenangan ini adalah kemenangan untuk rakyat DKI Jakarta. 
 
Sohibul menekankan, politik pada akhirnya tentang kepada siapa kita berpihak. Jika berpihak kepada kebenaran dan rasa keadilan rakyat, maka Yang Maha Kuasa akan berikan kekuasaan itu 
 
PKS memang terlahir dari rahim umat Islam, akan tetapi PKS tumbuh dan besar bersama bukan hanya dengan umat Islam tapi juga bersama seluruh elemen bangsa yang lain.  
 
Terakhir, kemenangan Pilakada DKI Jakarta menunjukkan bahwa Islam, Kebhinekaan dan Kebangsaan adalah takdir sejarah bangsa Indonesia. Ketiganya, ujar Sohibul, sejalan dan seiring, bukan untuk dipertentangkan. 
 
Keberpihakan umat Islam kepada kebangsaan dan Kebhinekaan adalah fakta sejarah yang tidak dapat dikesampingkan.Ketika ada kelompok yang berupaya membenturkan Keislaman, Kebhinekaan dan Kebangsaan maka mereka secara sadar telah memunggungi takdir sejarah bangsa Indonesia. "Para pendiri Republik ini tidak pernah membenturkan Islam dengan Kebhinekaan dan NKRI," ujar Sohibul dengan tegas. 
  

Kamis, 09 Maret 2017

Heru Hidayat Menandatangani Indikator Kinerja Partai


Foto: Heru Hidayat (sebelah kanan) dengan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri) setelah menandatangani Indikator Kinerja Partai.

Depok-Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Tahun 2017 dilaksanakan di Depok, Hotel Bumi Wiyata (6-8/3), Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Kalimantan Tengah mengutus 9 orang perwakilan dari pengurus salah satunya adalah ketua umum DPW PKS Kalteng, Heru Hidayat.

Rakornas tahun ini mengangkat tema “kokoh berkhidmat untuk rakyat” yang menghadirkan 955 peserta dari 34 provinsi. Selain itu juga dihadiri ketua majelis syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Hidayat Nur Wahid Wakil Majelis Syuro sekaligus ketua MPR RI dan ketua umum PKS Mohamad Sohibul Iman.

Kepala daerah dari PKS juga turut berhadir seperti Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Maluku Utara KH Abdul Ghani Kasuba dan Jawa Barat Ahmad Heryawan, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP. Dt Marajo dan Depok Mohammad Idris serta tak ketinggalan calon gubernur dan wakil gubernur Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Agenda Rakornas ini mensepakati adanya Indikator Kinerja Umum (IKU) dan ditandatangani bersama seluruh Pimpinan Partai dari tingkat pusat sampai daerah.

Menurut presiden PKS, Mohammad Sohibul Iman, indikator yang telah ditetapkan dalam Rakornas adalah bentuk komitmen PKS dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia yang sejahtera, yang langsung menyentuh masyarakat dengan program-program yang telah disusun.

Ketua DPW PKS Provinsi Kalimantan Tengah, Heru Hidayat juga mensepakati dan menandatangani indikator-indikator kerja PKS dan mengungkapkan kesiapan serta komitmen DPW PKS Provinsi Kalimantan Tengah untuk merealisasikan indikator tersebut.

“Indikator kinerja partai, DPW PKS Kalimantan Tengah akan berupaya sebaik mungkin untuk merealisasikan indikator tersebut dan kami terus bekerja untuk rakyat dan berdiskusi dengan rakyat, insyaAllah, “ungkap Heru.

Sabtu, 18 Februari 2017

Kader PKS Unggul di Sejumlah Pilkada



Jakarta (16/2) - Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) unggul dalam sejumlah pemilihan kepala daerah serentak 2017. Berdasarkan data resmi di situs KPU, kader PKS unggul di Pilkada Salatiga, Jawa Tengah, Pekanbaru, Riau, Payakumbuh Sumatera Barat dan Kendari Sulawesi Tenggara.  
 
Meskipun belum diumukan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Pekanbaru Firdaus-Ayat mengucapkan syukur dan terima kasih kepada seluruh kader dan relawan yang sudah bahu-mambahu untuk mendapatkan kemenangan. 
 
“Kami berterimakasih kepada semua pihak yang telah ikut dalam gelaran pilkada kali ini, sesungguhnya pilkada ini adalah milik kita bersama dan kemenangan yang sesungguhnya adalah milik masyarakat,” ucap Firdaus dalam jumpa pers yang dilakukan di kediamannya, Jl. Simeru, Rabu (15/2/2017). 
 
Menurut data dari website resmi KPU, pasangan Firdaus-Ayat memperoleh 83.048 suara atau 32.33 persen dari 91.15 persen data berbasis form C1 di KPU hingga Kamis (16/2/2017) petang.  
 
Keunggulan juga didapatkan oleh pasangan Yulianto-Haris (Yaris) di Pilkada Kota Salatiga. Pasangan petahana ini memperoleh 52.870 suara atau sekitar 50,59 persen dari 100 persen suara berbasis form C1 yang masuk. 
 
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah KH Kamal Fauzi mengaku bersyukur atas keunggulan yang diperoleh dalam Pilkada 2017 kali ini. Namun, dia mengingatkan kepada seluruh tim pemenangan Yaris untuk terus mengawal suara hingga ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). “Alhamdulillah dengan izin Allah SWT pasangan kami, yang merupakan kader internal PKS kembali memenangi Pilwalkot Salatiga," jelasnya. 
 
Kamal menjelaskan hasil ini belum final. Ia berharap seluruh kader PKS dan tim pemenangan Yaris mengawal hingga pengumuman resmi di KPUD. 
 
Pasangan yang diusung PKS di Pilkada Kota Payakumbuh, Riza Falepi dan Erwin Yunaz juga unggul dari pesaingnya. Pasangan Riza-Erwin mendapatkan 24.724 suara atau 44.07 persen dari 98,1 persen suara berbasis form C1 yang masuk. 
 
Hal yang sama juga diraih pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Kendari Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain. Pasangan ini unggul dengan meraup 62.025 suara atau 41 persen dari total 100 persen seluruh suara yang masuk ke KPU.