Senin, 14 Agustus 2017

1.000 Bendera Merah Putih


Ahad, (13/8) Pembagian Bendera Merah Putih di lakukan PKS Kalteng di halaman kantor kepada para pengendara yang melewatinya. Tampak hadir dalam pembagian tersebut Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat, Ketua DPD PKS Kota Palangka Raya, Imam Santosa. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut 72 tahun Indonesia Merdeka dan juga bentuk kebersamaan dengan warga untuk semakin meningkatkan nilai kebangsaan ungkap Yeni, ST selaku Humas PKS Kalteng. Selain itu PKS Se-Kalimantan Tengah turut membagikan 1.000 bendera ukuran standar untuk sekolah/madrasah/lembaga pendidikan lainnya yang ada di pinggiran Kota, desa, maupun di pelosok ungkap Yeni. Menurut Yeni, hal ini di lakukan untuk memudahkan pihak sekolah/madrasah/lembaga pendidikan lainnya agar mendapatkan bendera standar dan jika ada yang lama bisa memperbaharuinya. Secara terpisah Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat, ST menyampaikan bahwa "dalam rangka 72 tahun Indonesia merdeka, kita semua harus bersatu padu untuk turut berperan aktif menumbuhkan semangat persatuan dan kebangsaan". Hal ini di lakukan agar saling menjaga rumah kita Indonesia senantiasa damai, rukun dan terus berupaya membangun ke arah yang lebih maju ungkap Heru, mantan Anggota DPRD Kalteng ini.

Sementara itu Heru juga mengajak banyak pihak melakukan hal yang sama agar semakin semarak kebersamaan kita dalam momentum 72 tahun Indonesia merdeka ini. Sehingga upaya menjalin kebersamaan dengan banyak pihak akan terwujud dengan baik dan memperkuat persatuan di masyarakat. Bendera Merah Putih 

Ahad, (13/8) Pembagian Bendera Merah Putih di lakukan PKS Kalteng di halaman kantor kepada para pengendara yang melewatinya. Tampak hadir dalam pembagian tersebut Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat, Ketua DPD PKS Kota Palangka Raya, Imam Santosa. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut 72 tahun Indonesia Merdeka dan juga bentuk kebersamaan dengan warga untuk semakin meningkatkan nilai kebangsaan ungkap Yeni, ST selaku Humas PKS Kalteng. Selain itu PKS Se-Kalimantan Tengah turut membagikan 1.000 bendera ukuran standar untuk sekolah/madrasah/lembaga pendidikan lainnya yang ada di pinggiran Kota, desa, maupun di pelosok ungkap Yeni. Menurut Yeni, hal ini di lakukan untuk memudahkan pihak sekolah/madrasah/lembaga pendidikan lainnya agar mendapatkan bendera standar dan jika ada yang lama bisa memperbaharuinya. Secara terpisah Ketua Umum PKS Kalteng, Heru Hidayat, ST menyampaikan bahwa "dalam rangka 72 tahun Indonesia merdeka, kita semua harus bersatu padu untuk turut berperan aktif menumbuhkan semangat persatuan dan kebangsaan". Hal ini di lakukan agar saling menjaga rumah kita Indonesia senantiasa damai, rukun dan terus berupaya membangun ke arah yang lebih maju ungkap Heru, mantan Anggota DPRD Kalteng ini.

Sementara itu Heru juga mengajak banyak pihak melakukan hal yang sama agar semakin semarak kebersamaan kita dalam momentum 72 tahun Indonesia merdeka ini. Sehingga upaya menjalin kebersamaan dengan banyak pihak akan terwujud dengan baik dan memperkuat persatuan di masyarakat.

Selasa, 01 Agustus 2017

Impor Garam Harusnya Bersifat Sementara Bukan Permanen


Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Memed Sosiawan

Jakarta (1/8) - Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Memed Sosiawan berharap impor garam hanyalah kondisi sementara untuk menangani kelangkaan garam, bukan rencana permanen.

"Karena hujan berkepanjangan di daerah sentra penghasilan garam, maka produksi garam nasional merosot drastis. Oleh karena itu pemerintah berencana mengimpor garam dari India dan Australia sebanyak 75 ribu ton. Kita berharap impor ini hanyalah kondisi sementara menangani kelangkaan garam, bukan rencana permanen terus-menerus impor untuk merendahkan harga garam di pasaran, yang dengan harga rendah," kata Memed di gedung DPP PKS Jalan TB Simatupang No.82, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Selasa (1/8/2017).

Memed menambahkan bahwa apabila pemerintah mengimpor garam dalam jangka panjang, maka tentu saja hal tersebut akan merugikan petani garam Indonesia.
"Dan pada akhirnya mereka meninggalkan usaha garamnya. Kalau sudah demikian maka Indonesia akan selamanya tergantung impor garam luar negeri," ujar Memed.

Kondisi ini akan berpengaruh juga dengan semua produksi yang terkait dengan garam seperti produksi ikan asin yang kini memilih untuk menaikkan harga ikan asin di pasaran. Harga garam sebelumnya Rp8.000 per kg kini menjadi Rp11.000 per kg begitu juga dengan harga ikan yang naik hingga dua kali lipat dibandingkan harga sebelumnya. "Semua produksi terkait garam akan naik harganya," ungkapnya.