Jumat, 31 Agustus 2018

KECEPATAN KAPASITAS DAN KEKUASAAN (Membaca Trend Kepemimpinan Bagian 3)


Oleh : Heru Hidayat*

Suatu ketika ada sebuah lembaga tertentu yang merencanakan program mereka secara detail dan terencana. Bahkan secara sumber daya manusia perencanaan mereka tergolong berpengalaman dan terkenal dengan perfect sehingga banyak orang yang sangat percaya akan kemampuan yang mereka lakukan. Namun apa yang terjadi? pada saat pelaksanaan tiba, semua rencana dan hitungan manusia semuanya berubah total, karena adanya bencana yang tidak diduga sebelumnya oleh mereka, semua persiapan gagal, peralatan berantakan, bahkan beberapa sumber daya manusia yang menjadi andalan mereka tidak mampu apapun karena kondisinya sebagian menjadi korban dan meninggal dunia. Awalnya semua rencana secara manusiawi kemungkinan besar akan berhasil namun ujian musibah terjadi dan semua kekuatan apapun tidak mampu untuk mengantisipasi musibah tersebut. Pernah kita mengalami hal serupa? Meski tidak sama apa yang terjadi pada lembaga tersebut diatas, namun setidaknya kita pernah mengalami ketika memiliki rencana dan hitungan manusiawi akan berhasil namun ternyata semua rencana tidak bisa di realisasikan karena adanya musibah atau kendala lainnya yang berdampak pada kondisi berbeda. Oleh karena itu sebagai seorang pemimpin kita harus sadar betul bahwa manusia boleh dan harus merencanakan kebaikan dengan sebaik-baiknya, namun Allah SWT tentu memiliki rencana yang terbaik bagi kita. Dan yang perlu kita pahami adalah ketika niat, proses dilakukan dengan baik maka insya Allah tidak akan sia-sia apa yang telah kita lakukan dan upayakan meski hasil berbeda dengan apa yang kita lakukan. Disinilah kita menyadari bahwa niat, upaya harus terus di lakukan seoptimal mungkin, sebaik mungkin dan sekuat apa yang kita raih, namun kita juga harus berdo'a agar apa yang kita lakukan akan memiliki nilai ibadah di hadapan Allah SWT. Tidak ada yang sia-sia jika kebaikan kita niatkan dengan tulus dan ikhlas untuk mengharap ridho dari Allah SWT. Sehingga kemampuan para pemimpin adalah kesadaran akan ujian yang bisa saja menimpa kapan pun dan dimana pun. Kesadaran akan kesiapan untuk menghadapinya, maka dengan sikap bersabar dengan berbagai ujian dan terus berbuat, berdo'a agar kemudian ujian atau musibah tersebut berubah sebagai pelajaran berharga agar kita mampu untuk bangkit kembali. Jadilah para pemimpin yang tegar dalam memghadapi ujian atau musibah.

Berikutnya adalah kesadaran kita akan kematian, tentu setiap orang tidak akan tahu kapan dirinya meninggal dan dimana dirinya akan meninggal. Hal inilah yang senantiasa menjadi pengingat bagi para pemimpin bahwa kematian itu adalah keniscayaan bagi semua orang tanpa terkecuali para pemimpin itu sendiri. Oleh karena itu sangatlah penting bagi para pemimpin selain bekerja memenuhi amanah yang diemban namun harus menyadari bahwa apa yang akan di pertanggungjawabkan kelak ketika tiba waktunya kematian. Semua orang boleh memiliki target dan tujuan hidup jangka pendek, namun yang juga harus di sadari adalah bagaimana membangun dan mempersiapkan jangka panjang setelah tidak lagi memegang amanah yang diemban tersebut. Sejarah banyak mencatat bagaimana seorang Presiden yang dalam menjalankan tugasnya dia mengalami kematian, seorang Kepala Daerah yang sedang melakukan kunjungan kerjanya kemudian meninggal. Dan masih banyak catatan sejarah lainnya di masa kini yang kemudian meninggal dunia sebelum masa tugasnya berakhir. Lantas apa yang harus di siapkan oleh para pemimpin dalam menghadapi situasi yang kita tidak pernah tahu dan kondisi yang tidak bisa kita duga tersebut. Maka diantara caranya adalah sejak dini kita harus sadar betul bahwa hidup adalah sementara, iya bisa berakhir kapan saja atas kehendak Allah SWT. Sehingga kesiapan kita adalah bagaimana kita semua termasuk para pemimpin untuk lebih dekat dan mengingat Allah SWT kapan pun dan dimana pun sehingga kita memang sedang menyiapkan masa depan yang jauh lebih baik hanya sekedar dunia. Berikutnya adalah kesiapan para pemimpin untuk peduli dan terus berbuat baik meski secara manusiawi kita memiliki keterbatasan, namun kita terus berdo'a agar senantiasa diselamatkan dari fitnah dan juga kebahagiaan semu. Dan yang terpenting lagi adalah kita harus mempersiapkan diri para calon pengganti yang bisa meneruskan estafet kepemimpinan untuk terus bisa berbuat dan berkarya demi kepentingan yang lebih luas. Menyiapkan para calon pengganti kepemimpinan merupakan kesiapan dan keberhasilan akan regenerasi kepemimpinan masyarakat untuk bisa menjalankan estafet berikutnya dengan lebih baik.

Maka kapasitas yang harus di miliki oleh para calon pemimpin ketika berkuasa adalah,

- Kesiapan menghadapi Ujian/Cobaan
- Kesiapan menghadapi Kematian

Kamis, 30 Agustus 2018

KECEPATAN KAPASITAS DAN KEKUASAAN (Membaca Trend Kepemimpinan Bagian 2)

Oleh : Heru Hidayat*

Dari fenomena masyarakat yang ada, kita bisa menyaksikan secara umum masyarakat terus memiliki harapan dan keinginan untuk menjadi lebih baik dalam kehidupannya. Fenomena ini yang umum terjadi, dan sebagian akan memunculkan generasi yang tidak mau melihat kondisi diri ataupun lingkungan begitu-gitu saja, sehingga yang terjadi adalah akan tumbuh kreativitas dan inovasi untuk keluar dari zona nyaman dan terus menghasilkan karya, baik untuk dirinya ataupun lingkungannya. Oleh karena itu fenomena inilah yang seharusnya menjadi bagian dari apresiasi kepada masyarakat yang terus memiliki ide, gagasan, dan terobosan agar menjadi solusi yang bermanfaat dan lebih luas. Dulu Singapura pernah menerapkan model apresiasi bagi karya mahasiswa/warganya yang kemudian diwujudkan dalam karya mereka berula bentuk bangunan unik dan menjadi ikon Singapura. Sehingga ada kebanggaan tersendiri bagi warganya untuk bisa menyaksikan karya yang mampu di apresiasi oleh Bangsanya sendiri. Disinilah kita mengajak semuanya bagaimana model apresiasi kepada warga masyarakat yang memiliki ide, gagasan, dan terobosan dalam menumbuhkan pembangunan di semua sektor itu senantiasa di perhatikan. Oleh karena itu menjadi tantangan bagi para calon pemimpin adalah kemampuan mengapresiasi siapapun yang turut berperan dalam kebaikan.

Kesadaran masyarakat pedesaan akan menjadi kesadaran warga secara umum, bagaimana pentingnya kehidupan bermasyarakat yang saling kenal, saling bantu dan menumbuhkan pola gotong royong. Kondisi masyarakat perkotaan akan di bawa kembali untuk menyadari pentingnya kehidupan bersama yang terus tumbuh di pedesaan umumnya. Oleh karena itu mari kita perhatikan dengan baik, kejahatan, ancaman, dan konflik bisa saja terjadi kepada siapapun, maka yang menjadi kesadaraan masyarakat perkotaan adalah ketika mereka harus bersama menghentikan kejahatan, ancaman, da  meminimalisir konflik di masyarakat dengan cara menumbuhkan sikap saling kenal dan membantu satu dengan lainnya. Inilah yang harus menjadi perhatian bagi para calon pemimpin agar menyadari bahwa kehidupan masyarakat harus diberi ruang untuk semakin tumbuh kesadaran berinteraksi, berkomunikasi, dan bergotong royong. Sehingga program yang nanti akan dijalankan adalah yang memberikan kemudahan masyarakat untuk lebih akrab dan kekeluargaan. Jadi kemampuan kepemimpinan berikutnya adalah mampu menumbuhkan kehidupan bersama di masyarakat.

Berikutnya adalah kebutuhan manusia secara spiritual, terutama berkaitan ibadah setiap warga sesuai agamanya masing-masing dengan aman, nyaman, dan tumbuh ketaatan setiap warga pada kehidupan beragama yang saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya. Dari sinilah kita akan mengetahui kebutuhan mendasar dari setiap warga adalah mendapatkan kesempatan ibadah yang lebih baik, aman dan nyaman. Dengan semakin banyaknya warga yang taat menjalankan kehidupan beragama secara baik kehidupan masyarakat karena kesadaran warga semakin meningkat untuk turut berperan aktif membangun bangsanya karena menjadi bagian dari kebaikan yang harus terus tumbuh. Maka negara akan banyak terbantu dengan kesadaraan pengawasan melekat dari setiap warga sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Dan tentu saja kebahagiaan bagi warga tidak saja memperoleh pelayanan dari negara baik itu secara keduniaan maupun juga masa depan di akhirat. Sehingga akan tumbuh kepemimpinan yang tidak saja sukses dan berhasil para pemimpinannya namun juga sukses dan berhasil semua warganya.

Sehingga trend kepemimpinan yang harus di persiapkan adalah 
1. Kemampuan mengapresiasi warga yang memiliki peran dan karya.

2. Menumbuhkan kehidupan bersama, kerjabakti, gotong royong di masyarakat.

3. Memfasilitasi secara optimal Ibadah warganya sesuai agamanya masing-masing.

Alih Fungsi Lahan Marak, PKS Sarankan Reforma Agraria Lanjutan

Ketua Bidang Ekuintek-LH DPP PKS Memed Sosiawan

Jakarta (29/8) - Ketua Bidang Ekuintek-LH DPP PKS Memed Sosiawan meminta reformasi agraria lanjutan mengingat terjadinya berbagai permasalahan konversi alih fungsi lahan baik tanah hutan maupun tanah pertanian yang urung rampung. Disertai, ujarnya, dengan bertambahnya jumlah penduduk yang menuntut tersedianya kehidupan menuju kemakmuran.

"Tujuan dari restrukturisasi kepemilikan tanah adalah mengatasi ketimpangan penguasaan tanah di Indonesia. Restrukturisasi penguasaan tanah semakin diperlukan mengingat penguasaan asing atas tanah dan sumber daya alam semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penataan restrukturisasi penggunaan tanah juga mendesak dilaksanakan karena kewenangan menentukan peruntukan dan penggunaan tanah adalah kewenangan negara," kata Memed di Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Potensi sumber pengadaan tanah bagi Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), kata dia, sebenarnya sangatlah besar. Dari luasan 78,1 juta ha tanah (62,9 persen) yang telah dikonversi dari tanah hutan menjadi tanah nonhutan selama masa orde baru dan masa reformasi, dapat dialokasikan sebagian luasannya menjadi TORA, terutama tanah-tanah yang telah habis masa konsesinya.

"Sedangkan sebagian besar luasan tanah non hutan sisa lainnya dapat dikembalikan fungsinya menjadi tanah hutan seperti semula yang mendukung kesehatan ekosistem melalui reboisasi, agar luasan hutan di Indonesia yang telah berkurang menjadi hanya tinggal 37,1 persen dapat meningkat kembali menjadi lebih dari 50 persen," ungkap Memed.

Perjuangan menghutankan kembali tanah nonhutan menjadi tanah hutan adalah merupakan tantangan perjuangan jangka panjang lintas generasi, agar generasi kita yang akan datang tetap dapat hidup dalam lingkungan ekosistem yang sehat.
"Di sisi lain reforma agraria diantaranya legalisasi tanah, redistribusi tanah, dan penghutanan sosial dapat terus dilanjutkan perjuangannya sehingga rakyat Indonesia semakin meningkat kemakmuran dan kesejahteraannya," kata dia.

Rabu, 29 Agustus 2018

KECEPATAN KAPASITAS DAN KEKUASAAN (Membaca Trend Kepemimpinan Bagian 1)


Oleh : Heru Hidayat

ADA tugas bersama bagi kita agar model demokrasi bisa diterapkan dengan tetap memperhatikan kualitas, sehingga kecepatan memperoleh kekuasaan harus terus dibarengi dengan kecepatan kapasitas seseorang. Hal ini diperlukan agar ketika memperoleh kekuasaan bisa diimbangi dengan kemampuan kapasitas seseorang sehingga mampu menjalankan proses kekuasaan dengan baik. Tentu saja secara umum modelnya hampir sama antara kecepatan teknologi yang harus sebanding dengan kecepatan kemampuan masyarakat akan literasi dan kesadaran beragama, sehingga yang muncul adalah dampak positifnya dalam mengoptimalkan teknologi untuk kebaikan.

Trend Kepemimpinan yang akan datang setidaknya adalah kemampuan untuk bisa memberikan solusi secara prioritas, hal ini terkait kebutuhan dan tuntunan yang akan semakin besar sementara anggaran terbatas, oleh karena itu diantara kemampuan yang harus di miliki adalah pemetaan dan eksekusi secara teratur, terstruktur dan terukur. Berikutnya adalah kemampuan optimalisasi memberdayakan masyarakat ke arah kemandirian, kenapa hal ini di perlukan, karena akan banyak ide, gagasan, dan terobosan yang muncul oleh masyarakat terutama anak-anak muda yang kreatif sehingga perlu apresiasi dan pendampingan agar menjadi buah karya yang berdampak luas. Kemudian kemampuan mempersatukan, ada banyak beragam perbedaan di masyarakat dan semakin hari akan semakin meluas cakupan maupun aksesnya, oleh karena itu kemampuan mempersatukan ini menjadi bagian dari trend kebutuhan akan kepemimpinan. Jadi trend kepemimpinan yang akan datang diantaranya adalah :

Kemampuan memberikan solusi,
Kemampuan memberdayaan masyarakat
Kemampuan mempersatukan masyarakat

Agar tradisi menghadirkan berbagai alternatif solusi, ide memberdayakan masyarakat dan upaya mempersatukan masayarakat itu muncul sejak awal dari banyak pihak termasuk seseorang yang akan mencalonkan Presiden/Wakil Presiden/Kepala Daerah/dan lainnya. Karena faktanya kita perlu memperbanyak ide, gagasan, dan juga berbagai alternatif kreatif dan inovatif yang mampu membawa Bangsa ini terus maju, berdaya saing dan mampu berperan di tingkat Internasional. Karena itu kita patut mendorong agar siapapun calon yang akan bersaing sebaiknya bisa memberikan banyak ide dan gagasan pembangunan yang mampu di aplikasikan secara baik di masyarakat. 

Senin, 20 Agustus 2018

PKS Kalteng Bagikan Masker N 95 Untuk Cegah Dampak Asap Kebakaran


PALANGKA RAYA- Senin (20/8) kabut asap mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat terutama di Kota Palangka Raya dan beberapa daerah. Oleh karena itu untuk antisipasi dan membantu meminimalisir dampak dari kebakaran dan asap kebakaran maka Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Tengah membagikan-bagikan masker N 95 secara gratis kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan G Obos, Senin (20/8) pagi tepatnya di depan kantor DPW PKS Kalteng. Penggunaan masker N 95 diharapkan dapat mengantisipasi penyakit ISPA bagi masyarakat.

Sedikitnya 1.000 masker dibagikan oleh relawan PKS kepada setiap pengendara yang melintas di depan kantor DPW PKS Kalteng tak luput dari pembagian masker.
Menurut Heru Hidayat “Pembagian masker N 95 ini untuk mengantisipasi terjadinya penyakit ISPA yang disebabkan asap kebakaran hutan/lahan (Karhutla). Kita lihat dan merasakan dalam beberapa hari ini kondisi asap mulai tampak dan kita harus membantu meminimalisir dengan penggunaan masker” 

Heru menjelaskan, pencemaran udara akibat kabut asap sangat rentan memicu penyakit ISPA terutama bagi anak-anak maupun orang yang memiliki riwayat penyakit asma serta masyarakat yang beraktivitas tinggi di luar rumah.

“Makanya, sasaran utama kita adalah anak-anak dan masyarakat yang bekerja dilapangan. Mudah-mudahan tidak ada warga yang terserang ISPA,” harapnya.

Lebih jauh, Heru mengungkapkan, pembagian masker akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kondisi alam. Jika memang dipandang perlu, maka pihaknya akan kembali membagikan masker di masyarakat.

 “Untuk tahap pertama ini kami bagikan dulu sekitar 1.000 masker dengan jenis N 95. Secara keseluruhan, total stok masker yang kita miliki sebanyak 10.000 masker. Sewaktu-waktu stok masker bisa kita ditambah sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya memastikan.

Untuk itu, Heru menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi pencemaran udara ini. Dia meminta semua pihak turut menjaga kawasan lahan/hutan agar tidak terjadi kebakaran sehingga dapat mengurangi pencemaran udara berupa asap.

“Mari kita waspada dan bahu membahu untuk menjaga agar tidak terjadi kebakaran di kawasan lahan/hutan sehingga bisa meminimalisir terjadinya asap kebakaran dan menjaga kesehatan kita semua,” pungkasnya.

Sementara itu, seorang pengendara, mengaku resah dengan situasi asap yang mulai muncul di kawasan Kota Palangka Raya. Dirinya khawatir kabut akan semakin pekat dan mengganggu kesehatan masyarakat.

 “Mudah-mudahan kabut asap ini segera berlalu. Karena, dampaknya sangat buruk dan membahayakan kesehatan. Jangan sampai terjadi kembali peristiwa tahun 2015 yang lalu, yang sangat merugikan kita semua,” singkatnya usai mendapatkan masker gratis yang dibagikan relawan PKS Kalteng.

Minggu, 19 Agustus 2018

RELAWAN PKS KALTENG PADAMKAN KEBAKARAN LAHAN

Heru Hidayat bersama relawan sedang memadamkan kebakaran lahan gambut

PALANGKA RAYA - Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) beberapa bulan belakangan tak hanya mendapat perhatian serius dari kalangan aktivis lingkungan hidup atau lembaga. Tetapi para aktivis partai politik (parpol) yang tergabung dalam Relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalteng juga ikut peduli.

Bahkan Ketua DPW PKS Kalteng, Heru Hidayat dan sejumlah kader terlibat langsung dalam pemadaman lahan dan hutan di wilayah Kota Palangka Raya. “Dalam kondisi bencana kebakaran lahan atau hutan saat ini yang harus kita lakukan adalah kebersamaan semua pihak untuk turut serta dalam mengatasinya,” kata Ketua Umum DPW PKS Kalteng, Heru Hidayat kepada media, Minggu (20/8).

Hal ini, menurut Heru, menjadi penting karena partisipasi semua pihak dan masyarakat jauh akan menjadi lebih efektif. Terutama dengan terlibat langsung membantu dalam penanganan kebakaran bersama pemerintah dan berbagai pihak. Menurut dia, yang perlu dilakukan untuk jangka panjang adalah partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan bersama dan juga elemen lainnya. Sehingga di masa datang tidak lagi terjadi kebakaran yang sama.

Pemerintah, ujar dia, sebaiknya memfasilitasi model partisipasi masyarakat tersebut agar bisa terkoordinasi secara baik pada tingkat pelaksanaan di lapangan.
Heru memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terus berupaya saling membantu proses pemadaman dengan berbagai peralatan yang ada.

Seperti yang telah dilakukan pemerintah pusat, BPBD provinsi/kabupaten/kota, tim serbu api (TSA) swadaya masyarakat, lembaga masyarakat, NGO dan Relawan PKS, untuk meminimalisir terjadinya kebakaran yang lebih luas maupun kabut asap yang lebih pekat.

Begitu pula upaya yang telah dilakukan banyak kalangan yang turut serta membantu seperti pembagian masker kepada masyarakat. “Semuanya itu  adalah gerakan empati dan kepedulian kepada masyarakat yang terkena dampak dari asap berbahaya yang terjadi dalam beberapa bulan ini,” ungkap Heru mantan anggota DPRD Kalteng ini.

Heru memberikan apresiasi kepada siapa pun yang telah melakukan upaya saling membantu dalam menghadapi bencana asap kebakaran ini baik kepada dinas terkait, NGO, lembaga masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat. “Gerakan bersama ini sepatutnya terus digalakan agar bisa terus saling membantu dan peduli terhadap kondisi yang ada di Kalimantan Tengah ini,” ujar Heru.

Ditambahkannya, selain berusaha dengan berbagai cara yang terus dilakukan dalam mengatasi bencana kebakaran tersebut, perlu juga diimbangi dengan doa dan sholat istisqo (memohon hujan) kepada Allah SWT supaya bencana yang dihadapi masyarakat Kalteng bisa segera teratasi dan kembali hidup normal seperti semula.

Apresiasi juga kepada TNI dan Polri yang turut serta membantu dalam upaya pemadaman kebakaran lahan/hutan.

Jumat, 10 Agustus 2018

SEDIH HARUS KEMBALI


LOMBOK TIMUR, Jum'at (10/8) Kami sebagai tim awal dari Kalimantan Tengah sedih karena dalam situasi dan kondisi warga yang masih memerlukan bantuan pemulihan akibat gempa beberapa waktu lalu. Namun kami insya Allah sore ini harus meninggalkan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk kembali ke Kalimantan Tengah dan insya Allah akan dilanjutkan oleh tim berikutnya.

Kami mohon maaf apabila masih belum bisa terlibat banyak dalam proses memberikan bantuan, tetapi kami sadar bahwa memang memerlukan peran banyak pihak untuk kita bisa mempercepat proses pemulihan. Kami sangat berharap akan terus berdatangan berbagai pihak yang kiranya peduli dengan kondisi saudara kita di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terkena musibah gempa.

Dalam kesempatan selama empat hari, alhamdulillah banyak hal yang bisa kami pelajari dan juga terapkan diantaranya adalah, bisa berbagi cara penyiapan posko penampungan dan bantuan yang terkontrol dan mampu memetakan secara baik sehingga distribusi bantuan akan semakin tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Begitu juga manajemen relawan yang akan di tugaskan harus mengikuti SOP keamanan relawan dan juga warga yang terdampak. Penyikapan relawan ketika berhadapan dengan kondisi warga yang terdampak harus tetap memberikan layanan yang ramah dan bersahabat. Karena itu pengalaman kami di Tim yang berangkat di awal ini ketika turut menangani bencana yang ada di Aceh, Jawa Barat, Padang, dan Kalimantan Tengah serta telah mengikuti berbagi pelatihan penanganan kebencanaan.

Alhamdulillah di sela upaya memberikan bantuan kepada warga, kami bisa menjalin silaturahim dengan warga yang dulu pernah tinggal di Kalteng yang saat ini turut menjadi warga terdampak gempa di NTB, bersilaturahim dengan Tuan Guru Sai, Ketua NU Kabupaten Lombok Utara dan ada sahabat yang ada di Mataram dulu pernah ikut pelatihan bersama tingkat Nasional dan banyak yang bisa kita silaturahim. Semoga akan terus terjalin silaturahim dalam berbagai amal kebaikan. Aamiin YRA.

Sedih, namun ada harapan yang besar bagi kami adalah semoga akan semakin banyak pihak yang membantu dan semakin cepat penanganan pemulihan warga terdampak serta semoga Allah SWT melindungi kita semua dan membangkitkan kembali semangat warga di NTB untuk terus membangun masyarakat yang religius dan berkah.

KITA HARUS BAHU-MEMBAHU


Mataram, Kamis (9/8) Sore ini kami kembali ke Kota Mataram setelah dari Kabupaten Lombok Utara. Kami menyaksikan sendiri dampak dari terjadinya gempa susulan sekitar 6,2 SR menurut info BMKG pada pukul 13.30 WITA ternyata juga berpengaruh terhadap beberapa bangunan yang roboh dan lainnya di Kota Mataram. Oleh karena itu rencana insya Allah besok Jum'at kami melakukan kegiatan bantuan di Kota Mataram dan sekitarnya. Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sebagai cara cepat untuk efektifitas pemulihan agar warga kembali menatap masa depan. 

Pada kesempatan ini juga, kami mengajak banyak pihak untuk bisa membantu meringankan musibah yang terjadi kepada saudara kita se-Bangsa dan se-Tanah Air. Mari kita turut peduli guna membantu warga yang terkena bencana gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kamis, 09 Agustus 2018

KEBUTUHAN WARGA TERDAMPAK GEMPA di PENAMPUNGAN


MATARAM, Kamis (9/8) kami harus ke Mataram sejenak untuk membeli kebutuhan warga yang ada di beberapa penampungan terutama di Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Utara. Sampai saat ini Kota Mataram menjadi alternatif untuk bisa mencari beberapa kebutuhan warga yang terkena gempa, baik kebutuhan pribadi maupun kebutuhan bersama warga terdampak seperti genset, selimut, dll. Kami harus mencari kebutuhan pasar Cakranegara, pasar Mandalika pusat Genset, supermarket Rubby untuk Susu dan makanan, pusat kue dan roti di Babakan dan beberapa kebutuhan lainnya di beberapa tempat di Kota Mataram.

Selain mencari kebutuhan warga terdampak, kami berkoordinasi dengan berbagai elemen baik itu BPBD, TNI, Polisi, Tagana, ACT, Relindo, Dompet Duafa, NF, dan banyak relawan lainnya dari mana pun, agar kita bisa saling melengkapi informasi dan penanganan. Kami sangat mengapresiasi siapapun dan dari mana pun yang turut bersama membantu korban bencana gempa yang ada di Provinsi NTB karena kita berharap warga segera bangkit untuk bisa menatap masa depan yang lebih baik. Bahkan ada harapan bersama agar cepat memulihkan kondisi masyarakat dan juga akses fasilitas umum agar bisa di tingkatkan menjadi statusnya secara nasional. Karena banyak rumah warga, rumah ibadah, baik masjid, pura, dan lainnya yang roboh terkena dampak gempa, bahkan sekolah, rumah sakit, kantor polisi, kantor Bupati, kantor Desa dan banyak lagi fasilitas lainnya yang ada di daerah terdampak. Mohon doanya kepada semua masyarakat Indonesia dan semoga akan banyak pihak turut membantu pemulihan warga terdampak.