Kamis, 30 Agustus 2018

KECEPATAN KAPASITAS DAN KEKUASAAN (Membaca Trend Kepemimpinan Bagian 2)

Oleh : Heru Hidayat*

Dari fenomena masyarakat yang ada, kita bisa menyaksikan secara umum masyarakat terus memiliki harapan dan keinginan untuk menjadi lebih baik dalam kehidupannya. Fenomena ini yang umum terjadi, dan sebagian akan memunculkan generasi yang tidak mau melihat kondisi diri ataupun lingkungan begitu-gitu saja, sehingga yang terjadi adalah akan tumbuh kreativitas dan inovasi untuk keluar dari zona nyaman dan terus menghasilkan karya, baik untuk dirinya ataupun lingkungannya. Oleh karena itu fenomena inilah yang seharusnya menjadi bagian dari apresiasi kepada masyarakat yang terus memiliki ide, gagasan, dan terobosan agar menjadi solusi yang bermanfaat dan lebih luas. Dulu Singapura pernah menerapkan model apresiasi bagi karya mahasiswa/warganya yang kemudian diwujudkan dalam karya mereka berula bentuk bangunan unik dan menjadi ikon Singapura. Sehingga ada kebanggaan tersendiri bagi warganya untuk bisa menyaksikan karya yang mampu di apresiasi oleh Bangsanya sendiri. Disinilah kita mengajak semuanya bagaimana model apresiasi kepada warga masyarakat yang memiliki ide, gagasan, dan terobosan dalam menumbuhkan pembangunan di semua sektor itu senantiasa di perhatikan. Oleh karena itu menjadi tantangan bagi para calon pemimpin adalah kemampuan mengapresiasi siapapun yang turut berperan dalam kebaikan.

Kesadaran masyarakat pedesaan akan menjadi kesadaran warga secara umum, bagaimana pentingnya kehidupan bermasyarakat yang saling kenal, saling bantu dan menumbuhkan pola gotong royong. Kondisi masyarakat perkotaan akan di bawa kembali untuk menyadari pentingnya kehidupan bersama yang terus tumbuh di pedesaan umumnya. Oleh karena itu mari kita perhatikan dengan baik, kejahatan, ancaman, dan konflik bisa saja terjadi kepada siapapun, maka yang menjadi kesadaraan masyarakat perkotaan adalah ketika mereka harus bersama menghentikan kejahatan, ancaman, da  meminimalisir konflik di masyarakat dengan cara menumbuhkan sikap saling kenal dan membantu satu dengan lainnya. Inilah yang harus menjadi perhatian bagi para calon pemimpin agar menyadari bahwa kehidupan masyarakat harus diberi ruang untuk semakin tumbuh kesadaran berinteraksi, berkomunikasi, dan bergotong royong. Sehingga program yang nanti akan dijalankan adalah yang memberikan kemudahan masyarakat untuk lebih akrab dan kekeluargaan. Jadi kemampuan kepemimpinan berikutnya adalah mampu menumbuhkan kehidupan bersama di masyarakat.

Berikutnya adalah kebutuhan manusia secara spiritual, terutama berkaitan ibadah setiap warga sesuai agamanya masing-masing dengan aman, nyaman, dan tumbuh ketaatan setiap warga pada kehidupan beragama yang saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya. Dari sinilah kita akan mengetahui kebutuhan mendasar dari setiap warga adalah mendapatkan kesempatan ibadah yang lebih baik, aman dan nyaman. Dengan semakin banyaknya warga yang taat menjalankan kehidupan beragama secara baik kehidupan masyarakat karena kesadaran warga semakin meningkat untuk turut berperan aktif membangun bangsanya karena menjadi bagian dari kebaikan yang harus terus tumbuh. Maka negara akan banyak terbantu dengan kesadaraan pengawasan melekat dari setiap warga sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Dan tentu saja kebahagiaan bagi warga tidak saja memperoleh pelayanan dari negara baik itu secara keduniaan maupun juga masa depan di akhirat. Sehingga akan tumbuh kepemimpinan yang tidak saja sukses dan berhasil para pemimpinannya namun juga sukses dan berhasil semua warganya.

Sehingga trend kepemimpinan yang harus di persiapkan adalah 
1. Kemampuan mengapresiasi warga yang memiliki peran dan karya.

2. Menumbuhkan kehidupan bersama, kerjabakti, gotong royong di masyarakat.

3. Memfasilitasi secara optimal Ibadah warganya sesuai agamanya masing-masing.

0 komentar:

Posting Komentar