Senin, 17 Maret 2014

TIGA POIN KRUSIAL UNTUK DIANTISIPASI PADA PEMILU 9 APRIL 2014


Palangka Raya, Senin (17/3) Anggota DPRD Kalteng, Heru Hidayat, ST mengapresiasi berbagai pihak yang peduli terhadap pemilihan umum (pemilu) legislatif yang berkualitas. Diantaranya adalah hasil pertemuan ulama MUI di Pulang Pisau, Komitmen bersama yang difasilitasi oleh Polda Kalteng, Komitmen bersama perguruan tinggi, dan komitmen bersama yang di fasilitasi oleh KPU dan lainnya. Menurut Heru, ini harus menjadi gerakan bersama masyarakat Kalimantan Tengah untuk menjadikan pemilu berkualitas dan pada akhirnya akan menghasilkan para calon wakil rakyat yang sesuai harapan masyarakat dalam pembangunan dan kemajuan Kalimantan Tengah. 

Tiga masalah krusial yang harus menjadi perhatian dan diantisipasi oleh masyarakat adalah pertama adanya pihak-pihak yang berupaya agar semakin memperbanyak golput atau tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu mendatang. Untuk itu Heru mengajak semua lapisan masyarakat yang memiliki hak pilih agar menggunakannya dengan baik, sehingga memiliki keterwakilannya dalam parlemen dan memiliki upaya dalam aspirasi pembangunan dan anggarannya. Berbeda dengan golput maka konsekuansinya tidak memiliki perwakilan yang ada di parlemen dan menyerahkan apapun hasilnya dari lima tahun pembangunan yang akan datang. Karena apabila tidak memilih berarti kita menyerahkan siapapun wakilnya nanti, apakah berkualitas atau tidak, sementara pembahasan dan pelaksanaan pembangunan melalui anggaran pemerintahan akan tetap berjalan oleh wakil yang ada. 

Kedua adalah kampanye hitam/teror, hal ini sangat membahayakan karena tidak lagi memicu konflik tetapi juga mengganggu keamanan dan stabilitas Kalimantan Tengah yang telah aman ini ungkap Heru. Sehingga pihak keamanan perlu melakukan upaya kampanye sehat dan pihak banwaslu dan panwas kabupaten/kota serta kecamatan melakukan pengawasan akan potensi ini. Kita mengharapkan gelaran pemilu kali ini tetap memberikan suasana yang aman dan kondusif untuk proses satu hari yaitu 9 April 2014 dan saling menjaga kerukunan. 

Kemudian yang ketiga menurut politisi PKS ini adalah money politic, agar masyarakat dan pihak-pihak menghindari adanya politik uang dalam pemilu legislatif karena akan mencederai proses politik yang sehat dan menyehatkan dalam pendidikan politik di masyarakat. Adanya kecaman dan sosialisasi masif agar tidak menggunakan dan memilih mereka yang menggunakan politik uang terutama pihak penyelenggaran, peserta, dan pemerintah daerah dalam mengkampanyekan tidak menggunakan politik uang. Heru menilai bahwa politik uang ini sangat berpotensi dilakukan oleh mereka yang tidak memiliki cara dan orientasi yang baik, sehingga dalam upaya pendekatan dan ikatan kepada masyarakat adalah menghargai nilai jual masyarakat dalam pemilu ini. Jika hal ini dilakukan maka pelaksanaan satu hari di 9 april 2014 adalah momentum jual beli suara, setelahnya menyerahkan sepenuhnya apapun yang dilakukan oleh para wakilnya sesuai orientasi yang dikehendaki para wakilnya ungkap Heru. Jadi sebaiknya momentum pemilu 9 april 2014 nanti memiliki tiga kaidah utama, yaitu menyenangkan, aman dan berkualitas ungkap Heru dalam kesempatan obrolan bersama para wartawan di warung soto.

0 komentar:

Posting Komentar