Rabu, 21 Januari 2015

Tarif Angkutan Diminta Turun

DIY (19/1) - Turunnya harga BBM memperoleh sambutan positif dari masyarakat. Namun mereka juga mempertanyakan karena harga-harga lainnya belum bisa turun seperti sembako dan juga angkutan umum. Anggota DRPD DIY, Huda Tri Yudiana mendesak pemerintah untuk segera menurunkan tarif angkutan umum.

"Angkutan umum masih menjadi transportasi utama masyarakat, terutama mereka yang berada di pedesaan. Jika pemerintah menurunkan harga BBM semestinya tarif angkutan umum di DIY juga diturunkan," ujar Huda, kemarin.

Ia mengatakan, ketika BBM naik semua pihak terutama pemerintah dan pelaku transportasi umum segera menghitung rencana kenaikan. Tapi sebaliknya, saat harga BBM turun, semua pihak diam saja seolah tidak ada apa-apa. Naik atau turun, menurutnya, yang menjadi korban masyarakat.

Dampak Luas

Penurunan harga BBM harusnya langsung diikuti tarif angkutan. Huda menyarankan, pemerintah membuat formula baku mengenai tarif angkutan umum, sehingga ketika harga minyak naik dan turun sesuai dengan minyak dunia, tak perlu kebingungan menaikkan atau menurunkan.

"Berapa besaran kenaikan tarif jika harga BBM naik dan berapa penurunannya jika harga BBM turun. Formulasi ini pen­ting agar masyarakat dan pengusaha angkutan bisa memperkirakan dan meng­hitung secara transparan," paparnya.

Harga BBM memang bukan satu-satunya penentu tarif angkutan, tetapi tetap merupakan faktor utama. Karena itu, kalau harga BBM berubah-ubah kemudian tidak ada formulasi baku tentang tarif, masyarakat yang paling dirugikan dan menjadi tidak adil.

Ia bersama Fraksi PKS DPRD DIY men­desak agar Dinas Perhubungan DIY segera berkonsolidasi dan berembug dengan pihak – pihak terkait untuk menentukan formulasi naik turunnya tarif angkutan dikaitkan dengan harga BBM.

"Khusus untuk tarif Transjogja kami meminta agar segera diturunkan, meng­iringi turunnya harga BBM. Masalah lain Transjogja, banyak keluhan kondisi bus rusak, ngebut dan tak memperhatikan rambu-rambu, tak lagi nyaman seperti du­lu," imbuh Huda.(D19-42)

Sumber: suaramerdeka.com

0 komentar:

Posting Komentar