Sabtu, 06 Juni 2015

Pancasila itu Keren dan Visioner

Oleh : Sukamta, PhD (Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Komisi I DPR RI)

Soekarno selalu mengatakan bahwa Pancasila merupakan hasil dari kontemplasi dirinya atas penggalian nilai-nilai yang sudah berurat dan berakar di masyarakat kita seperti gotong royong, dan beliau menemukan 5 nilai yang salah satunya religiusitas yang kemudian disebut ketuhanan. Nilai-nilai yang berakar itu bukan begitu saja muncul dari negeri antah berantah, melainkan berakar dari nilai-nilai agama yang sudah berakar di masyarakat nusantara saat itu.

Seperti kita ketahui, para founding fathers telah membentuk tim 9 orang perumus Pancasila. Dari 9 orang itu hanya 1 yang nonmuslim. Semuanya sudah sepakat rumusan Pancasila : 

1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. 

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 

3. Persatuan Indonesia 

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Namun ada elemen dari Indonesia bagian timur yang menuntut dihapuskannya frase Syariat Islam, sehingga berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan lobi-lobi akhirnya para tokoh Islam dari tim 9, demi persatuan, merelakan dihapuskannya frase syariat Islam. Jika sejarah penghapusan ini valid, maka inilah sikap toleransi dan besar hatinya umat Islam sebagai mayoritas.

Saya jadi teringat ketika dalam Perjanjian Hudaibiyyah, Rasulullah SAW menghapus sendiri frase bismillahirrahmaanirrahim dan diganti menjadi bismika Allahumma. Kalimat Muhammad Rasulullah dihapus dan diganti menjadi Muhammad bin Abdullah. Ini semua karena desakan salah satu unsur anggota perjanjian. Jelaslah bagaimana Rasulullah demikian toleran dan berbesar hati. Sikap yang dicontohkan Rasulullah dan para founding fathers kita ini keren khan?

Namun demikian, bukan berarti perjuangan umat Islam kemudian gagal dalam membangun pondasi bangsa dan negara. Dihapuskannya frase syariat Islam bukan bentuk kegagalan umat Islam. Karena nilai-nilai substansi Islam tetap terkandung secara jelas dalam Pancasila. Bisa jadi, Pancasila adalah salah satu tahapan keberhasilan umat Islam.

Jika kita pelajari secara mendalam, jelas terlihat Pancasila keren karena kental dengan nilai-nilai subtansial yang dicontohkan oleh Rasulullah. Nilai Ketuhanan ditetapkan sebagai sila Pertama tentu memiliki alasan rasional tersendiri, yaitu nilai Ketuhanan menjadi jiwa bagi sila-sila lainnya.

"Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil." (QS al Maidah : 8). Ini jelas masuk ke dalam Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab.

"Berpeganglah kamu pada tali Allah dan jangan bercerai berai. (QS Ali Imran : 103). Ini jelas merupakan pesan Persatuan Indonesia.

"Bermusyawarahlah kamu dengan mereka" (QS Ali Imran : 159)." Ini juga jelas merupakan spirit Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

"Berbuat adillah, karena adil mendekatkanmu kepada taqwa." (QS al Maidah : 8). Saya rasa, keadilan ini jelas juga tertuang dalam sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila keren kan?

Bersambung ke Pancasila itu Keren dan Visioner - 2

0 komentar:

Posting Komentar